Pages

Blogger templates

Follow Instagram penulis : @bayupradikto // Imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan (Einstein) // Kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk generasi muda, tapi kita dapat membangun generasi muda untuk masa depan (F.D. Roosevelt) // Apa guna kita memiliki sekian ratus ribu alumni sekolah yang cerdas, tetapi massa rakyat dibiarkan bodoh. Segeralah kaum sekolah itu pasti akan menjadi penjajah rakyat dengan modal kepintaran mereka (Paulo Freire).
Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 18 Juli 2018

MEMBUNGKAM MALAM

oleh : Bayu Pradikto

Malam ini sendu tapi menusuk
mungkin belatih yang t'lah lama diasah
siap untuk menerkam kulit
hingga remuk relung hati

Panas rasanya!
Mungkin karena materi, pangkat dan jabatan
orang bisa saja lupa, meremehkan, memaksa, acuh, lupa, malu
Salahkah? Entahlah!
Memaksakah? Bisa jadi!

Apa aku harus hilang?
atau akan berjuang?
karena bisa jadi sebelum dan sesudah itu berbeda
Ah, entahlah. Mana kepalsuan mana ketulusan.

Mengapa malam ini berbeda dengan yang lainnya
Mengapa malam ini dingin tapi terbakar
Apa perlu aku bungkam malam ini
atau biarkan pagi yang membungkammu

Selasa, 03 Juli 2018

MEMECAHKAN PSIKOTES MENGGAMBAR POHON (Draw a Tree)


Sumber : google
Psikotes merupakan sebuah alat khusus yang dapat digunakan guna mengenali potensi diri kita. Perusahaan/lembaga pengguna tenaga kerja membutuhkannya untuk menyeleksi potensi calon-calon karyawan yang cocok dengan posisi dan sistem kerja yang mereka tawarkan. Perlu diketahui bahwa psikotes bukanlah merupakan sebuah pengadilan yang menentukan nasib seseorang. Ketika seseorang tidak lolos psikotes pada suatu perusahaan atau jenis pekerjaan tertentu, berarti potensinya mungkin memang tidak sesuai untuk kebutuhan perusahaan atau jenis pekerjaan yang dilamar. Jadi, tidak lolosnya seseorang di tahap psikotes bisa saja disebabkan karena kompetensinya lebih tinggi dari yang dibutuhkan. Maka penting sekali untuk memahami hal ini sebelum kita beranjak untuk menghadapi berbagai psikotes.

Saya sendiri memiliki beberapa pengalaman dengan psikotes. Pengalaman inilah yang coba ingin saya bagikan kepada para pembaca supaya dapat menjadi masukan dan persiapan yang lebih baik dalam menghadapi psikotes.

Contoh surat keterangan dokter
Sedikit bercerita,...
Beberapa bulan yang lalu saya diminta oleh lembaga tempat saya bekerja untuk mengurus surat keterangan sehat jasmani dan rohani. Untuk surat keterangan sehat jasmani, itu bisa kita dapatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), ya bisa rumah sakit pemerintah, rumah sakit “kepolisian” atau rumah sakit “TNI”. Barangkali Rumah sakit yang disarankan tersebut karena lebih mudah ditemui dan umumnya lebih kredibel. Pada saat itu saya memilih Rumah Sakit “Kepolisian”, karena jaraknya dekat dengan tempat menginap.

Contoh surat ket. bebas narkoba
Adapun yang akan dicek adalah kondisi kesehatan (tinggi, berat badan, tensi darah, bebas narkoba, dan sebagainya). Mengurus surat ini bisa selesai dalam waktu 2 (dua) jam. Pada saat itu antrian cukup banyak. Ok, selesai surat keterangan sehat jasmani!

Selanjutnya, mengurus surat keterangan rohani (Surat Keterangan Kesehatan Jiwa). Ini saya urus di Rumah Sakit Jiwa. Nah untuk mengurus surat ini, ada beberapa tes yang akan dilakukan dan membutuhkn waktu yang cukup lama, sekitar 4-5 jam. Karena memang rangkaian tes nya cukup banyak. Jadi saran saya, harus istrirahat yang cukup dan jangan lupa sarapan terlebih dahulu sebelum mengikuti rangkaian tes ini.

Nah, pada tulisan kali ini saya akan coba membagikan pengalaman saya dalam tes menggambar pohon (draw a tree). Menggambar pohon adalah salah satu tes yang meminta kita mengekspresikan pengalaman, kemampuan dan emosi dalam gambar (selain nanti diminta menggambar manusia dan menyambung gambar dari berbagai bentuk ruang dan titik).

Dalam menggambar pohon, memiliki petunjuk/perintah dalam menggambar. Adapun perintahnya adalah : “gambarlah pohon, kecuali pohon cemara, randu, bambu, kelapa, pisang, semak belukar dan jenis tanaman monokotil. Kemudian, setelah anda selesai menggambar, anda akan diminta menuliskan nama pohon tersebut pada halaman belakang kertas tersebut”.
 
Waktu yang diberikan untuk menggambar ini hanyalah 10 menit dan menggambar pada kertas HVS ukuran A4, menggunakan pensil, tidak pakai penghapus, dan alas menggambar harus licin dan keras.
Karena saya tidak memiliki persiapan yang matang dan saya anggap menggambar itu cukup mudah, akhirnya saya memutuskan untuk menggambar pohon mangga (sesuai dengan imajinasi dan yang pernah saya lihat).

Saya tidak tahu pasti, bagaimana orang menggambar bisa mengetahui psikologis hanya dari gambar pohon ? Bagaimana dengan orang yang tidak pandai menggambar ?

Dalam pikiran saya saat itu, ini pasti yang jago gambar bisa bagus nih nilainya...
Contoh surat ket.kesehatan jiwa

Dari hasil tes kesehatan jiwa secara keseluruhan yang telah saya lalui, tertulis dalam Surat Keterangan Kesehatan Jiwa bahwa : Tidak menunjukkan sesuatu kelainan fungsi kepribadian yang bersifat PSIKOTIK, RETARDASI MENTAL, GANGGUAN JIWA NEUROSA BERAT DAN GANGGUAN KEPRIBADIAN yang dapat menghambat penugasannya pada taraf pendidikan yang dimilikinya. 

Artinya, secara keseluruhan tidak terdapat masalah gangguan jiwa.

Namun saya masih penasaran, sebenarnya apa sih maksud dari menggambar pohon ?

Saya mencoba mencari beberapa referensi mengenai hal tersebut. Ternyata, menggambar pohon itu ada maksud dan tujuannya untuk mengetahui karakter dan kepribadian kita. Jadi dapat dikatakan tidak bisa sembarangan juga menggambarnya. 

Ternyata menggambar pohon dalam tes ini tidak mesti bagus dan indah layaknya lukisan mahal yang terpajang di galeri/pameran lukisan. Namun, ada beberapa kriteria-kriteria penilaian.
Ok, mempersingkat waktu.... langsung saja saya coba ulas berdasarkan yang saya baca dan yang saya temui. Cekidootttt!!!!!

Meskipun Anda sama sekali tidak pandai menggambar, tapi khusus untuk tes ini, Anda bisa berlatih menggambar. Supaya hasil lebih optimal, sebelum tes, sebaiknya Anda mencari tahu jenis pohon yang akan Anda gambar, pelajari karakternya, kemudian latihlah kemampuan menggambar dengan mengacu pada referensi foto atau hasil pengamatan Anda. Jangan pernah "mempercayai kemampuan dan kecepatan tangan" Anda sebelum Anda benar-benar mencoba menggambar. Paling tidak, ketika sudah pernah mencoba berlatih menggambar, Anda tidak grogi saat menghadapi tes sebenarnya. 

Bagus tidaknya gambar bukanlah kriteria lolos tes karena Tree Test bukanlah tes kemampuan menggambar. Sebagai salah satu alat menggali kepribadian, setiap tarikan garis dan tebal-tipis garis pun akan dievaluasi dengan cermat oleh psikolog. Jadi yang bisa kita persiapkan hanyalah berlatih menggambar semirip mungkin dengan pohon yang dimaksud dan menyelesaikan gambar tepat waktu.
Sumber : Google
Berdasarkan beberapa referensi yang saya baca, sebenarnya ada poin yang perlu diperhatikan dalam menganalisis gambar pohon (pertimbangan korektor/psikolog), yang antara lain : usia si penggembar, dan dari mana subyek berasal. Ini perlu diketahui karena bila pada orang dewasa ada sekelompok ciri yang biasa ditemukan pada tahap usia yang lebih muda yang dapat dikatakan  normal untuk tahap usia tersebut maka ada beberapa kemungkinan yang perlu dipertimbangkan yaitu retardasi perkembangan, manifestasi keadaan-keadaan infantil atau regresi.

Ok, selanjutnya kita langsung saja pada poin dalam menggambar. Mulai dari bagian-bagian yang ada dala pohon (akar, pangkal batang, batang pohon, permukaan batang, dahan, mahkota dan bayangan *bila diperlukan) :
AKAR :
Berfungsi untuk menghisap makanan dan berpegangan pada tanah agar tidak tumbang. Akar dapat digambar dengan 2 cara, yaitu akar 1 garis dan akar 2 garis. Akar 1 garis biasanya dibuat anak sedangkan akar 2 garis dibuat orang dewasa. Namun akar 2 garis dapat dibuat sebagai akar tertutup dan akar terbuka.

PANGKAL BATANG :
Dapat digambar lebar di kiri dan kanan, sebelah kiri saja lebih lebar atau sebelah kanan saja lebih lebar. Pelebaran ke kiri atau ke kanan atau pada bagian kiri dan kanan berarti adanya inhibisi/hambatan.

BATANG POHON :
Dapat digambar dengan 1 garis dan 2 garis. Ada berbagai bentuk batang, misalnya batang bentuk kerucut yang biasa digambar anak sekitar usia 8-9 tahun, anak debil atau orang dewasa yang mengalami regresi. Batang dapat pula dibuat dengan 2 garis lurus paralel, batang yang bergelombang serasi atau batang yang menggelembung, jadi ada penebalan dan konstriksi. Penebalan berarti penimbunan sedangkan konstriksi berarti hambatan, jadi apa yang ditimbun dan apa yang dihambat? Apabila kita kembali pada simbolik batang yaitu energi, dorongan, maka penimbunan dapat berarti energi.

PERMUKAAN BATANG :
Secara fisiognomis, permukaan batang berarti ke arah hubungan individu dengan lingkungan secara emosional dan afektif, yaitu bagaimana individu lingkungannya. Ini berarti penyesuaian diri, kehidupan afek, defense mechanism diri. Penampilan coretan tajam dan berkesan keras dapat diartikan sebagai berikut : sesuatu yang keras biasanya tahan pukulan tetapi pukulan yang keras sekali akan mengakibatkan patah. Jadi sifat yang keras dan sikap yang keras bila terlalu ditekan, akan patah. Coretan yang begelombang menunjukkan sikap kontak yang emosional, artinya perasaan memegang peranan penting sedangkan coretan dalam bentuk noda-noda yang tampak seperti penyakit kulit. Melambangkan gangguan dan kontak dengan sesama manusia.

DAHAN :
Seperti akar dan batang dapat dibuat dengan 1 garis maupun 2 garis. Dahan yang dipotong dapat diartikan bahwa dalam perkembangan terjadi sesuatu yang menyangkut segi psikis. Dahan yang dibuat seperti pipa, yaitu terbuka pada ujungnya pada umumnya menunjukkan taraf perkembangan yang belum sempurna, dalam arti, dalam sikap sehari-hari belum terlihat
kematangan dan belum dapat membedakan antara diri dan lingkungan.

MAHKOTA :
Menggambarkan aktivitas atau proses-proses yang berhubungan dengan ratio, intelek. Mahkota dapat digambar tertutup maupun terbuka. Perlu diperhatikan perbandingan antara lebar dan tinggi mahkota depan panjang batang. Kadang-kadang mahkota diisi dengan dahan yang terpencar tak beraturan, mahkota diisi dengan coretan atau mahkota yang kosong.

BAYANGAN :
Merupakan pengisian kertas dengan prinsip supaya lebih gelap dan dapat diartikan bahwa ada emosional pada yang bersangkutan. Perlu diperhatikan berat-ringannya bayangan yang dibuat, karena bayangan yang dibuat sengan halus, ringan menunjukkan kepekaan si penggambar sedangkan bayangan yang gelap dan berat lebih menunjukan adanya kecemasan.

Selain dari keterangan di atas, ada juga beberapa sumber yang menyatakan bahwa posisi kita menggambar pohon juga dapa menentukan bagaimana karakter kita. (Dalam pikiran saya, “wah keren juga nih, bisa tahu karekter orang hanya dari gambar dan posisinya”. Yaaa.. bagitulah ilmu!). Berikut saya akan coba berbagi mengenai posisi menggambar pohon pada bidang kertas.

DI TENGAH :
Bila anda menggambar pohon pada posisi di tengah bidang kertas, anda diartikan sebagai orang yang praktis dan rendah hati. Memilih bagian tengah dianggap anda akan menerapkan pendekatan jalan tengah. Anda menangani masalah-masalah dengan sikap mengharapkan yang terbaik dan membayangkan yang terburuk. Dengan cara ini anda siap dengan apapun yang terjadi.

DI BAGIAN BAWAH :
Bila anda menggambar pohon pada posisi di bagian bawah, anda diartikan lebih suka riset terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah anda merasa yakin atau pesimistik aka sebuah solusi. Hal ini umumnya disebabkan bagian bawah dari pertengahan halaman melambangkan pendekatan hidup yang membumi.

TINGGI DI ATAS :
Bila posisi gambar anda tinggi di atas, maka ini diartikan bahwa anda memiliki karakter melihat hikmah dari semua masalah. Semakin tinggi letak pohon, anda menunjukkan sikap anda yang semakin tinggi dalam memandang hidup. Kendati hal-hal terjadi tidak seperti yang diharapkan, namun semuanya itu anda anggap sebagai pengalaman hidup dan pembelajaran.

BATANG YANG LEBAR :
Bila anda menggambar dengan batang pohon yang lebar, maka ini dapat melambangkan kekuatan emosional anda. Batang lebar berarti anda bisa tetap tenang dan tidak mudah marah. Anda pusat ketenangan di tengah badai. Pendirian anda juga kuat.

BATANG YANG RAMPING :
Bila Anda menggambar dengan batang yang raming, maka ini dapat melambangkan bahwa anda orang yang fleksibel dan terbuka dengan pandangan-pandangan atau pendapat orang lain. Anda juga sensitif dan banyak empati untuk masalah orang lain.

POHON BERCABANG DI PUNCAK :
Bila Anda menggambar dengan kriteria seperti ini, maka hal ini menggambarkan bahwa anda sedang terpecah di antara beberapa pilihan hidup saat ini. 
Bahkan tinggi pohon dan kecondongan arah pohon pun menjadi perhatian dalam tes psikotes ini, berikut penjelasannya :
 
LEBIH DARI SETENGAH TINGGI KERTAS :
Menggambar pohon lebih tinggi menunjukkan hasrat untuk mencapai prestasi yang tinggi dalam hidup. Anda juga dermawan dalam soal uang. Dan dalam bekerja anda seksama serta men cek ulang untuk memastikan anda bekerja dengan baik.

TINGGI POHON KURANG DARI SETENGAH TINGGI KERTAS :
 Anda puas dengan hidup ini apa adanya anda juga hemat dan sangat efisien.

POHON CONDONG KE KIRI :
Anda cenderung memendam apa yang anda pikirkan. Sikap anda konsevatif dan introvert. Anda tidak menyukai guncangan-guncangan . Meskipun anda tidak setuju anda akan menyimpannya untuk diri sendiri.

POHON CONDONG KE KANAN :
Anda berorientasi pada aksi.anda akan mengatakan apa yang anda pikirkan kendatipun
bertentangan dengan pandangan-pandangan orang lain.

POHON LURUS :
Anda berada di tengah antara memendam perasaan-perasaan anda dan mengungkapkannya. Jadi anda cenderung memilih perang dengan diri anda. Anda akan bicara hanya jika masalah itu benar-benar penting untuk anda.

Selain itu, posisi pohon berdiri juga menjadi perhatian, berikut penjelasannya :
DI TANAH :
Bila anda menggambar pohon yang berada di tanah, maka diartikan bahwa anda mendambakan  rasa aman dan stabilitas. Anda menyukai kehidupan keluarga dan lebih
suka pekerjaan di mana anda bisa bertahan bertahun-tahun.

DI POT :
Bila anda menggambar pohon yang berada di pot, maka diartikan  bahwa anda sangat sibuk bekerja sepanjang waktu. Anda senang berpergian dan bertualang, serta mengenal orang-orang baru dan tempat-tempat baru.

DI PUNCAK GUNUNG :
Bila anda menggambar pohon yang berada di puncak gunung, maka diartikan  bahwa Anda mendambakan perhatian dan senang menjadi pusat perhatian. Anda adalah entertainer
alamiah dan komunikator ulung yang membuat orang tertarik pada anda.

MELAYANG DI AWANG-AWANG (TIDAK ADA DASARNYA) :
Bila anda menggambar pohon yang berada melayang di awang-awang, maka diartikan  bahwa Anda impulsif dan spontan. Anda sangat mudah menjadi senang jika sesuatu mengilhami anda.

DI PULAU :
Bila anda menggambar pohon yang berada di pulau, maka diartikan  bahwa Anda memerlukan banyak waktu untuk menyendiri untuk mengisi ulang energi anda, juga membantu anda untuk menemukan solusi dari masalah anda.

Kemudian dari gambar yang anda buat, apakah mempunyai dahan atau tidak ? Apakah memiliki akar atau tidak ? Dan apakah dominan  daun atau tidak ? Nah, berikut dijalaskan mengenai hal tersebut :

MEMILIKI DAHAN :
Bila gambar anda memiliki dahan, maka dapat diartikan bahwa anda adalah orang yang berorientasi pada otak kiri. Dalam survei-survei, dahan-dahan digambar oleh orang yang logis dan analitis. Anda jarang kehilangan kesabaran karena anda terlalu sibuk memikirkan solusi rasional untuk semua masalah yang muncul.

TIDAK MEMILIKI DAHAN :
Bila gambar anda tidak memiliki dahan, maka dapat diartikan bahwa anda hanya menggambar kerangka dasar pohon, berarti anda dikuasai oleh otak kanan yang intuitif. Anda mengikuti instink-instink anda dalam segala sesuatu, mulai dari menerima pekerjaan sampai berteman dengan orang baru. Dan biasanya instrink tersebut benar.

MEMILIKI AKAR :
Bila anda menggambar akar, maka hal ini dapat  melambangkan keluarga dan sejarah, berarti masa lalu penting bagi anda. Anda menganggap itulah dasar dari siapa anda saat ini dan membantu anda memahami diri sendiri secara lebih baik anda menyukai tradisi keluarga, resep-resep yang diturunkan dari ibu, juga pusaka/peninggalan dari keluarga anda.

TIDAK MEMILIKI AKAR :
Anda fokus pada masa depan. Anda mandiri dan senang menciptakan tradisi-tradisi baru. Anda belajar lebih banyak tentang diri anda dengan merasakan situasi-situasi baru dan bertemu dengan orang-orang baru.

DOMINAN DAUN :
Bila anda menggambar pohon dengan dominan daun (bagian daun lebih dominan dari bagian lainnya), maka Anda adalah pemikir yang dalam. Studi-studi menunjukkan daun melabangkan pemikiran. Orang-orang yang menggambar daun adalah orang yang selalu memikirkan apa saja. Selain membuat anda suka merenung dan introspeksi, sifat ini juga membuat anda mengambil keputusan dengan hati-hati. Karena anda cenderung melihat manfaat dari semua masalah.

DAUN TIDAK DOMINAN :
Bila anda menggambar pohon dengan tidak terlalu dominan daun (bagian daun tidak terlalu dan atau tidak dominan dari bagian lainnya) maka anda adalah orang yang cenderung memandang dunia ini adalah hitam dan putih. Kurangnya daun berarti anda tidak mudah tergoyahkan dengan banyaknya warna abu-abu dari suatu masalah. Anda tidak membuang waktu memusingkan solusi dari sebuah masalah. Anda memilih sevuah rencana aksi dan bergerak ke depan.

OK, mungkin itulah sedikit ulasan saya mengenai psikotes yang menggambar pohon. Intinya menggambar pohon bukan menyatakan bahwa anda pandai menggambar bahwa akan baik nilainya, namun lebih kepada penyesuaian karakter saja, yang mana lebih mendekati karakter anda. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Sampai jumpa pada tulisan-tulisan berikutnya.

Referensi :
Kusuma, A. Dan Punjabi E. (2014). Bank Soal dan Strategi TPA Pascasarjana. (e-book). Solo : Genda Smart Publisher
Rinaldi, R. (2018, 15 Mei). Inilah Arti Gambar Pohon dalam Psikotes. (Online). Diakses dari https://www.slideshare.net/Ariiswantochelaluzetia/inilah-arti-gambar-pohon-dalam-psikotes-ari-iswanto?from_action=save
Tim Sentra Loker. (2013). Taklukan Soal-Soal Psikotest Bank-BUMN. (e-book). http://sentraloker.com

Jumat, 29 Juni 2018

MALANG DAN AREMA-NYA


Sebenarnya ini merupakan bagian dari cerita saya sebelumnya. Iya,... masih dalam rangkaian kegiatan perjalanan saya ke Jawa Timur. Sebelumnya saya ke Madiun (bertemu dengan teman dekat saya) dan ke Ponorogo (Universitas Muhammadiyah Ponorogo) dalam rangka menjadi pemakalah International Seminar on Islamic Education 2017. Namun, pada bagian ini saya akan mencoba menulis pengalaman saya pertama ke Malang.

Setelah dari Ponorogo, saya dan teman saya “Tian” (begitu keluarganya memanggilnya dengan hangat), kita kembali ke Madiun setelah seharian explore Ponorogo dan Plaosan Magetan.

Tujuan utama saya ke Malang adalah ke salah satu kampus di sana untuk menjadi pemakalah pada seminar nasional. Salah satu kampus yang cukup tua di Malang (yang saya dengar seperti itu), Universitas Wisnuwardhana Malang. Namun, dari Madiun saya tidak langsung ke Kota Malang, tapi saya menuju Kepanjen dulu. Ya, benar saja.... saya yang sedikit gila bola, akan menyaksikan terlebih dahulu pertadingan Gojek Traveloka Liga 1 antara tuan rumah Arema FC yang berhadapan dengan Bhayangkara FC di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen Kabupaten Malang. 

Tiket kereta Madiun - Kepanjen
Dari Stasiun Madiun saya berangkat pukul 02.54 WIB dan tiba di Stasiun Kepanjen pukul 07.18 WIB. Sesampainya di Stasiun Kepanjen, saya langsung menuju Stadion untuk melihat secara dengan kemegahan Stadion Kanjuruhan. Karena baru pertama kali ke Malang, saya mencoba menggunakan bantuan google maps untuk melihat jarak posisi saya saat ini dengan stadion Kanjuruhan. Ternyata cukup lumayan sih kalo jalan kaki. Namun udara pagi Kepanjen cukup bersahabat dan seolah membisikkan untuk berjalan kaki menikmatinya. Ya, hitung-hitung hemat untuk tidak keluar ongkos (anak kost banget ya!).

Dengan membawa satu tas ransel, saya berjalan kaki menuju Stadion Kanjuruhan. Jalanan saat itu cukup lengang, hanya ada beberapa orang mengayuh sepeda menikmati pagi Kepanjen dan satu dua hilir mudik kendaraan bermotor. Beberapa menit saya jalan kaki, muncullah seorang lelaki yang sekilas saya melihat pasti umurnya di bawah saya (saya kelihatan tua kali ya!!!) dengan sepeda motor dan t-shirt Singo Edannya terdengarlah suara ramah itu menanyakan kepada saya hendak kemana tujuan saya. Singkat obrolan, ternyata tujuan kita sama-sama mau ke Kanjuruhan. Akhirnya beliau menawarkan tumpangan kepada saya. Hmmmm.. tanpa ragu saya menerima tawaran tersebut.

Selama perjalanan saya memperkenalkan diri dan beliau juga mengenalkan dirinya. Dari obrolan tersebut saya ketahui ternyata beliau juga membuka lapak (dagangan) disekitar stadion. Tak lupa juga beliau menawarkan untuk singgah (mampir) di lapaknya tepatnya sih... lapak jualan kopi gitu. Dari atas sepeda motor dia menunjukkan tempat lapaknya yang saat itu mata saya langsung terfokus pada satu titik. Lapak yang terlihat belum siap untuk menyambut pelanggannya, karena suasana memang masih pagi. Tak enak rasanya hati ini untuk mampir ke lapaknya, dalam pikiran saya pasti nanti saya akan merepotkan dan mengganggu persiapan beliau untuk menjajakkan dagangannya. Akhirnya saya mengatakan kepada beliau kalau saya masih mau keliling-keliling Stadion dan tak lupa saya haturkan terima kasih atas bantuannya mau memberikan tumpangan kepada saya.

Menikmati suasana sekitaran luar Stadion Kanjuruhan yang banyak dipadati oleh orang-orang yang sedang olahraga pagi. Ada yang latihan drum band, jogging, jualan, main bola, atraksi dan lain-lain.
Mata saya tertuju kepada salah satu sudut toko yang menjual berbagai macam atribut yang berwara Biru (khas Arema). Memang banyak yang menjual atribut-atribut Arema di sekitaran Stadion Kanjuruhan. Jadi bagi kalian yang mampir ke Kanjuruhan dan mau mencari atribut Arema (jersey, t-shirt, syal, bendera, boneka singa, gelang, topi dan sebagainya yang berbau Arema) di sini bisa menjadi salah satu pilihan untuk memburunya. 

Walaupun saya bukan fans Arema, tapi saya tetap tergoda untuk membeli satu jersey Arema FC sebagai kenang-kenangan. Pilihan saya jatuh kepada salah satu jersey tandang Arema FC yang berwarna dominan merah gelap. Setahu saya sih jersey tandang ini pernah dipakai Arema FC waktu tandang ke Bandung (menghadapi Persib Bandung) pada partai Pembukaan Gojek Traveloka Liga 1 tahun 2017.

Setelah membeli jersey, saya lanjutkan perjalanan mengelilingi Stadion. Kembali, mata saya tertuju pada satu kerumunan yang terdengar suara alunan musik tradisional. Benar saja, ternyata ada pertunjukan reog ponorogo di sekitaran Stadion. Wah, keren juga ya... bisa ketemu pertunjukan ini di sekitaran stadion. Inilah Indonesia yang kaya dengan budayanya, makin cinta dengan Indonesia. Kalau bisa dibilang ini tuh, temanya sport and culture gitu deh. Luar biasalah pokoknya!!!

Hari itu semakin siang, terik mentari semakin terasa cukup panas. Saya pun melanjutkan perjalanan mengitari stadion. Mata saya kembali tertuju pada suara lantang yang menjajakkan sesuatu yang kedengarannya sedikit samar di telinga. Saya pun mendekati suara tersebut. Ternyata suara itu berasal dari laki-laki yang sudah cukup berumur, kalau saya taksir umurnya sekitar 55 an. Dengan menggunakan bahasa Jawa, dia terus menawarkan apa yang ia jual. Itu adalah orang yang menjual tiket pertandingan sepak bola Gojek Traveloka Liga 1 antara Arema FC vs Bhayangkara FC.

Saya awalnya berpikiran bahwa ini pasti calo yang menawarkan tiket. Namun penasaran saya tak terbendung. Iseng-iseng saya menanyakan harga dan jenis tiket yang dijual. Beliau menawarkan mau yang mana? Ekonomi atau VIP? Saya coba menanyakan ini ekonomi di tribuan mana? Beliau menjawab, “Kalau Ekonomi bebas Mas”. Jadi dari penjelasan beliau, bahwa tiket ekonomi itu bebas mau di tribun ekonomi sebelah mana juga bebas. Mau di timur, utara, selatan atau ekonomi samping VIP juga boleh. Tak lupa beliau mengingatkan kalau mau tribun timur (biasanya tribun yang ramai dan paling sering di sorot kamera TV) maka datangnya harus lebih awal, ya sekitar jam 16.00 WIB itu biasanya sudah ramai. 

Saya kembali bertanya tentang tiket tersebut, beliau menjawab sesuai dengan yang tertera pada tiket (Ekonomi Rp. 40.000). Dipikiran saya ini kayaknya bukan calo, karena menjual sesuai dengan yang tertera pada tiket. (Namun belakangan saya ketahui bahwa sebenarnya harga tiket itu aslinya adalah Rp. 35.000. Memang awalnya manajemen menaikkan harga tiket menjadi Rp. 40.000,- namun karena banyak Aremania yang protes mengenai kenaikan harga tiket akhirnya tiket untuk ekonomi diturunkan menjadi Rp. 35.000). artinya pada saat itu mungkin saya kebagian tiket yang masih dalam cetakan harga awal (itu sih dugaan saya) tapi tidak masalah, karena menurut saya masih dalam batas kewajaran harga segitu untuk suatu pertandingan.

Dalam sela-sela obrolan dengan Bapak penjual tiket, saya menanyakan tentang penginapan yang ekonomis disekitar sini. Beliau langsung memberikan rekomendasi beberapa penginapan di sekitar Kepanjen (tidak jauh dengan Stadion Kanjuruhan) lengkap dengan arah yang harus saya lewati untuk menuju lokasi yang dimaksud. Dengan detail beliau menunjukkan lengkap dengan ekspresi tangan dan logat khas Jawa-nya. Mendengar obrolan saya dengan bapak penjual tiket, ada salah satu orang yang menawarkan penginapan yang bersamaan dengan rombongan Arema FC dalam arti satu hotel dengan pemain-pemain Arema FC. Waduh.... gila aja nih... dalam pikiran saya berapa duit yang harus keluar ini?? Namun kembali rasa ingin tahu saya terus menggelora. 

Iseng-iseng saya menyanyakan, “Berapa kira-kira tarif hotelnya Pak?”. Dengan meyakinkan beliau menjawab, “Ya... Paling murah sekitar Rp. 300 ribuan permalam”. Ya nanti bisa ketemu dengan Kurnia Meiga, Dendi Santoso dan lainnya.

Seru sih sebenarnya bisa satu hotel dengan pemain Arema. Namun, dengan mempertimbangkan budget di kantong, akhirnya saya menolak dengan halus tawaran bapak tersebut. “Kayaknya belum deh Pak, saya cari yang biasa-biasa aja lah”.

Kembali ke petunjuk awal tentang hotel ekonomis yang ada di sekitaran Kanjuruhan. Tak lupa saya menanyakan kendaraan apa yang bisa saya naiki untuk menuju hotel tersebut kepada Bapak penjual tiket. Beliau menjawab, “sebenarnya ada angkutan umum menuju ke sana tapi biasanya lama menunggunya dan lewatnya tidak menentu, nah kalau mau cepat bisa naik ojek yang ada di sekitaran depan gerbang stadion” jawab Bapak tersebut.

Tak lama berbincang-bincang tentang angkutan umum. Ada seorang laki-laki muda (kurang lebih seusia dengan saya) menawarkan tumpangannya ke arah sana (mungkin dia mendengar obrolan saya tadi). Awalnya saya sempat takut juga sih (ya.. pikiran negatif karena baru pertama ke Malang) bisa jadi ini mau copet, atau apalah.. jujur itu sih yang awalnya ada dipikiran saya. Saya walaupun kalau dipikir-pikir apa sih yang mau dicopet dari saya? Uang pas-pasan, palingan Cuma HP dan laptop butut. Hahahahahaha.... Namun Bapak penjual tiket itu membuat saya yakin, “Iya Den, naik saja nanti mas ini mengantarkan... Aman kok searah”. Akhirnya saya menerima tawaran tersebut.

Selama perjalanan ke penginapan, saya memperkenalkan diri saya dan banyak bertanya-tanya kepada Mas yang mengantarkan saya (Saya lupa namanya) tentang Malang. Beliau menjawab dengan ramah dan sopan sekali. Salah satu pertanyaan yang cukup membuat saya penasaran, “Mas, Saya tidak apa-apa ini tidak memakai helm?”. Beliau menjawab, “Tidak apa-apa Mas, Kalau Arema lagi main disini bebas mas. Tidak pakai helm juga tidak apa-apa. Tidak akan di razia polisi, tenang saja”. Dari obrolan, Mas-nya cerita kalau pernah ke Sumatera tepatnya ke Sumatera Selatan. Dari yang Mas-nya sebutkan ada daerah Sekayu, Prabumulih.. itu sih yang saya tahu dan yang saya ingat. Bahkan Mas-nya juga cerita kalau pernah ke Kalimantan Timur untuk bekerja. “Wah,.. keren juga ya, kerjanya sudah kemana-mana”, jawab saya.

Tak disangka saya diantar hingga sampai diantar ke resepsionis penginapannya. Saya bilang ke Mas-nya, “tidak usah mas, sampai sini saja!”. Mas-nya menjawab, “Tidak apa-apa mas, saya antar ke dalam, nanti biar saya nego kan dengan resepsionisnya. Takutnya nanti di mahal-mahalin atau dibilang tinggal kamar yang mahal yang ada”. Wah luar biasa pokoknya, ramah bangetlah orang-orang yang baru saya temui di sini. Benar saja, saya mendapat harga yang cukup murah untuk kelas hotel dengan fasilitas cukup bagus yang saya dapat, bisa langsung cek in walau sebenarnya jadwal cek in jam 13.00 (saat itu baru jam 10.30 WITA) sudah beserta sarapan juga, hanya Rp 125.000,- . Keren kan... Malang the best lah.... kesan pertama saya.

Setelah selesai mandi, sholat dan istirahat, sekitar pukul 13.00 WITA, saya keluar hotel mencari makan. Saat itu saya lagi kepengen makan nasi dan sayur-sayur gitu. Maka sepanjang perjalanan di pelataran toko Kepanjen, saya menemukan ibu-ibu penjual nasi pecel. Akhirnya saya memutuskan untuk makan di sana. Ya, benar saja... harganya cukup murah, nasi pecel dengan telur, peyek, segelas teh hangat, hanya Rp.13.000. lumayan murahlah.

Sambil makan, ibu penjual nasi pecel itu bilang kepada saya, “Baru ya mas di Malang? Mas yang main bal-balan lawan Arema ya?” seketika saya kaget!!! Mungkin maksud ibu penjual nasi pecel ini saya pemain bola (Bhayangkara FC) yang akan melawan Arema FC malam ini. Memang sih penampilan saya hari itu casual sporty gitu deh. Pakai t-shirt bertuliskan Nike, jaket hijau AC Milan, celana pendek dan sepatu casual vans tanpa kaos kaki. Mungkin karena kostum Bhayangara hijau-hijau kali aja dikira sama dengan warna jaket saya dan rambut saya memang pendek rapi sih.. ya kali aja dikira pemain Bhayangkara (dikira polisi kali) hahhahahhahhah... hahhaa...

Pertanyaan ibu itu saya jawab saja, “Bukan Bu, saya cuma jalan-jalan saja di Kepanjen, saya dari Sumatera Bu, nah... nanti sore juga mau nonton ke stadion”. Ibu itu kembali menjawab, “o, tak kira sing main bal-balan. Kan iki deket hotelne”. Mungkin dikira Ibu itu saya yang main Bola itu, karena kebetulan hotel menginapnya pemain bola itu dekat dari sini. Benar saja, ternyata hotel yang saya lewati tadi itu adalah hotel tempat pemain bola menginap. Saya jadi ingat tawaran Bapak di stadion tadi untuk menginap satu hotel dengan pemain Arema. Hahhahaahaa... 

Ternyata seorang Ibu penjual nasi pecel pun juga tahu banyak tentang Arema. “Arema disini sudah seperti budaya. Setiap Arema main, pasti ramai dari mana-mana saja pada datang kesini. Kadang dari Jakarta juga sering banyak datang ke sini”, begitu penjelasan Ibu penjual nasi pecel. Ya seperti diketahui bersama kalau hubungan antara Aremania (sebutan untuk supporter Arema) dan The Jakmania (sebutan untuk supporter Persija Jakarta) sangat akrab dan dekat sehingga tak jarang bila masing-masing klub bertanding entah itu kandang maupun tandang biasanya saling berkunjung dan menonton bersama.

tiket pertandingan
Setelah selesai makan, saya kembali ke hotel sambil diperjalanan membeli cemilan untuk di hotel. Sepanjang perjalanan di toko-toko yang ada di Kepanjen, saya melihat beberapa toko juga menjual atribut-atribut Arema. Ya walaupun tidak terlalu banyak seperti di sekitaran stadion. Cuaca saat itu cukup bersahabat untuk berjalan-jalan di Kepanjen.

Waktu sudah menunjukkan pukul 15.15 WITA, tiket sudah ada di tangan, jersey Arema sudah dibeli untuk dipakai ke Stadion (padahal emang stok baju sudah menipis, hahahhaha) tak lupa sholat Ashar terlebih dahulu barulah berangkat.
Dengan berjalan kaki dari penginapan menuju stadion, ditemani langit yang teduh. Terlihat antusias Aremania untuk mendukung tim kesayangannya, ada yang konvoi, naik mobil dan ada juga yang berjalan kaki. Tapi cukup melelahkan sih sebenarnya jalan kaki dari penginapan saya ke Stadion.
Sesampai di Stadion, saya memilih untuk masuk ke jalur tribun ekonomi sebelah kiri tribun VIP (Ekonomi Barat). Pemeriksaan cukup ketat ketika akan masuk Stadion, hal ini dilakukan untuk menghindari supporter yang membawa senjata tajam dan hal-hal lain yang dilarang dibawa ke dalam stadion.

Sebenarnya laga baru akan mulai malam sekitar jam 18.30, namun pukul 17.00 WITA stadion sudah mulai terisi penuh, terutama pada tribun ekonomi timur. Namun, sebelum pertandingan dimulai, sekitar pukul 17.00 WITA hujan lebat membahasi Kanjuruhan. Alhasil, banyak yang mencari alas untuk berlindung. Hari itu penjual mantel plastik kebagian panggung. Benar saja laris manis, harga Rp 10.000 mantel plastik ludes diserbu penonton, tak terkecuali saya yang juga ikut membeli. Ya daripada nanti hujan-hujanan terus sakit, kan engga lucu juga...

Di dalam stadion khususnya di tribun tempat saya duduk, cukup banyak penjual kopi dan minuman yang bisa dijumpai keliling membawa dagangannya. Malam yang cukup dingin pasca hujan melanda. Obrolan-obrolan ringan ku buka dengan penonton sekitaran kiri kanan tempat saya duduk. Ada yang datang beramai-ramai, ada yang datang sendiri bahkan ada pula yang datang bersama pacarnya. hhhhmmmm... Ada yang datang dari Kota Malang, ada pula yang dari luar Malang. Ya begitulah sepakbola yang disebut-sebut universal, bisa menyatukan semuanya. hahahahhaha...

Obrolan cukup hangat, ditawari pula kopi sachetan ala penjual-penjual keliling. Iya, itulah Malang, Malang yang hangat karena keramahan dan segelas kopi. Arema mungkin sudah menjadi budaya disini. Layaknya Persija Jakarta dengan Jakmanianya, Persib Bandung dengan Bobotoh/Vikingnya, Persebaya Surabaya dengan Boneknya. Klub kebanggaan sudah menjadi budaya yang merasuki jiwa pecintanya. Maka tak heran kadang mereka rela jauh-jauh datang hanya untuk mendukung tim kebanggannya. Ya, begitulah sepakbola yang punya sisi dan sudutnya sendiri untuk dinikmati. Mungkin saat ini saya menikmati sisi dan sudut kehangatan dari sepakbola yang ada Malang.
Pemain Arema FC sedang pemanasan sebelum pertandingan

Kembali ke cerita di lapangan, suara musik mulai berbunyi ketika pemain memasuki lapangan untuk sesi pemanasan, gemuruh Aremania pun mulai berkumandang melihat idola mereka memasuki lapangan, sembari meneriaki nama-nama pemain kesayangan mereka. Berbagai yel-yel dan nyanyian dikumandangkan di Stadion Kanjuruhan untuk mendukung Kurnia Meiga cs berlaga.

Benar saja, energi dari Aremania seolah memompa semangat pemain Arema FC. Saat pertandingan mulai hingga berakhir, tak henti Aremania ternyanyi memberi dukungan. Dari kejauhan terlihat dirigen Aremania (yang sering saya lihat di sosial media, Yuli Sumpil) memimpin Aremania dalam memberikan semangat kepada Arema. Suasana stadion cukup padat menyesaki Stadion Kanjuruhan, terutama pada tribun timur dan tribun-tribun ekonomi lainnya. Dalam pertandingan tersebut, Arema Fc berhasil menumbangkan tim tamu Bhayangkara FC dengan skor 2-0. Gol dicetak oleh D. Setiawan pada menit ke 18 dan Esteban Viscara pada menit ke 72.

Malam itu Aremania berpesta menyambut kemenangan di awal musim 2017 yang cukup menjanjikan. Kegembiraan terlihat dari wajah Aremania yang saya temui sepanjang jalan pulang menuju hotel.

Inilah sedikit cerita saya tentang pengalaman ketika di Kepanjen dan menyaksikan pertandingan di Stadiun Kanjuruhan. Pengalaman pertama kesana, semoga suatu saat lagi bisa kesana menyaksikan pertandingan-pertandingan yang besar, mungkin Arema vs Persija. Hahahhaha.. tentu saja dengan “kehangatan Malang dan Arema-nya”.
 

Blogroll

Silahkan memberikan komentar/kritik/saran/ucapan terimakasih untuk kebaikan web ini. Terima Kasih!!!