Pages

Blogger templates

Follow Instagram penulis : @bayupradikto // Imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan (Einstein) // Kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk generasi muda, tapi kita dapat membangun generasi muda untuk masa depan (F.D. Roosevelt) // Apa guna kita memiliki sekian ratus ribu alumni sekolah yang cerdas, tetapi massa rakyat dibiarkan bodoh. Segeralah kaum sekolah itu pasti akan menjadi penjajah rakyat dengan modal kepintaran mereka (Paulo Freire).
Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 24 Juni 2019

DEFINISI DAN TUGAS PENILIK PENDIDIKAN NONFORMAL

Undang-Undang Pendidikan No. 20 tahun 2003 pasal 3 tentang sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa perkembangan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pencapaian tujuan dan pelaksanaan fungsi pendidikan nasional perlu didukung oleh jalur pendidikan nonformal dan informal.
Pendidikan nonformal atau yang akrab disapa pendidikan luar sekolah (sekarang juga dikenal dengan istilah pendidikan masyarakat), seperti yang dijelaskan pada pasal 26 ayat 1  bahwa:

"Pendidikan nonformal bagian dari sistem pendidikan nasional merupakan jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang yang diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat, selanjutnya dalam ayat 2 dinyatakan pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional” dan ayat 3 menyatakan bahwa “pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik”. (UU No 20 tahun 2003)

Bidang pendidikan nonformal adalah merupakan pendekatan dasar dalam pembangunan masyarakat sekaligus bagian terpenting dari program pembangunan masyarakat itu sendiri. Berdasarkan PP No. 73 tahun 1991, tujuan pendidikan nonformal: (1) melayani warga belajar supaya dapat tumbuh dan berkembang sedini mukin dan sepanjang hayatnya guna meningkatkan martabat dan mutu kehidupannya. (2) membina warga belajar agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dan sikap mental yang diperlukan untuk mengembangkan diri, bekerja mencari nafkah atau melanjutkan ketingkat pendidikan yang lebih tinggi. (3) memenuhi kebutuhan belajar masyarakat yang tidak dapat dipenuhi dengan jalur pendidikan sekolah.
Upaya mencapai tujuan pendidikan nasional, terutama jalur pendidikan nonformal maka dibutuhkan adanya pendidik maupun tenaga kependidikan yang bergerak dibidang pendidikan nonformal. Pendidik pendidikan nonformal bisa pamong belajar, tutor pendidikan kesetaraan, instruktur kursus, dan lainnya. Sedangkan tenaga kependidikan pendidikan nonformal, antara lain : pengelola PKBM, Pengelola PAUD, pengelola LKP dan tenaga administrasi pada bidang PNF di Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Provinsi dan penilik pendidikan nonformal.
Salah satu tenaga pendidikan nonformal yang cukup potensial dan berhubungan langsung dengan masyarakat ialah para penilik. Berdasarkan  Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 14 tahun 2010, tentang jabatan fungsional penilik dan angka kreditnya, dijelaskan bahwa:

Penilik adalah pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan penilikan pendidikan nonformal dan informal, yang meliputi: pendidikan anak usia dini, pendidikan kesetaraan dan keaksaraan, kursus dan pelatihan, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik, yang terdiri dari: penilik PAUD, penilik pendidikan kesetaraan dan keaksaraan, serta penilik kursus. Penilik memiliki tugas utamanya melakukan kegiatan pengendalian mutu dan evaluasi dampak program pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan kesetaraan dan keaksaraan, serta kursus pada jalur pendidikan nonformal dan informal (PNFI).

Tugas penilik adalah untuk mampu memotret mutu satuan pendidikan nonformal dan informal dan bahkan mampu melakukan pengendalian mutu yang dilakukan dengan cara: 1) melaksanakan perencanaan program pengendalian mutu pendidikan nonformal (PNF), 2) pelaksanaan pemantau program pendidikan nonformal (PNF), 3) melaksanaan penilaian program pendidikan nonformal (PNF), 4) melaksanaan pembimbingan dan pembinaan kepada pendidik dan tenaga kependidikan  pada satuan pendidikan nonformal (PNF), dan 5) menyususn laporan hasil pengendalian mutu program pendidikan nonformal (PNF).
Penilik pendidikan nonformal orang pertama yang berhadapan langsung dengan kelompok masyarakat yang berkedudukan di Kantor Cabang Diknas Kecamatan (UPT Pendidikan SD, TK dan PNFI). Begitu sentralnya peran penilik pendidikan nonformal di lapangan maka tak heran bila peran serta mereka sangat menetukan terhadap kesuksesan program pendidikan nonformal dan informal di lapangan. Seorang penilik dituntut mempunyai kinerja yang baik dalam melaksanakan tugasnya sehingga tujuan pendidikan nonformal dapat dicapai secara maksimal.


REFERENSI :
1.     Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2.   Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 14 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Penilik dan Angka Kreditnya
3.    Iswandi. (2012). Kontribusi Kompetensi Dan Kerjasama Penilik Terhadap Kinerja Penilik Dalam Pengendalian Mutu Program Pendidikan Nonformal Di Kabupaten Agam. (Tesis). Padang : Universitas Negeri Padang

Kamis, 28 Februari 2019

JENIS - JENIS EMOSI


Stewart at all (1985)[1] mengutarakan perasaan senang, marah, takut, dan sedih sebagai basic emotions.
1.        Gembira
Setiap orang pada berbagai usia, mulai dari bayi hingga orang yang sudah tua mengenal perasaan yang menyenangkan. Pada umumnya perasaan gembira dan senang diekspresikan dengan tersenyum atau tertawa. Dengan perasaan menyenangkan, seseorang dapat merasakan cinta dan kepercayaan diri. Perasaan gembira ini juga ada dalam aktivitas kreatif pada saat menemukan sesuatu, mencapai kemenangan ataupun aktivitas reduksi stres (Izard dalam Stewart, 1985).
2.        Marah
Emosi marah terjadi pada saat individu merasa dihambat, frustrasi karena tidak mencapai yang diinginkan, dicerca orang, diganggu atau dihadapkan pada suatu tuntutan yang berlawanan dengan keinginannya. Perasaan marah ini membuat orang, seperti ingin menyerang “musuhnya”. Kemarahan membuat individu sangat bertenaga dan impulsif (mengikuti nafsu/keinginan). Marah membuat otot kencang dan wajah merah (menghangat). Bartlet dan Izart (Stewart, 1985) menguraikan ekspresi wajah tatkala marah yang ditandai dengan dahi yang berkerut, tatapan tajam pada objek pencetus kemarahan, membesarnya cuping hidung, bibir ditarik ke belakang, memperlihatkan gigi yang mencengkeram, dan sering kali ada rona merah di kulit.
3.        Takut
Perasaan takut merupakan bentuk emosi yang menunjukkan adanya bahaya. Menurut Helen Ross (dalam Simanjuntak, 1984) perasaan takut adalah suatu perasaan yang hakiki dan erat hubungannya dengan upaya mempertahankan diri. Stewart (1985) mengatakan bahwa perasaan takut mengembangkan sinyal-sinyal adanya bahaya dan menuntun individu untuk bergerak dan bertindak. Perasaan takut ditandai oleh perubahan fisiologis, seperti mata melebar, berhati-hati, berhenti bergerak, badan gemetar, menangis, bersembunyi, melarikan diri atau berlindung di belakang punggung orang lain.
4.        Sedih
Dalam kehidupan individu akan merasa sedih pada saat ia berpisah dari yang lain, terutama berpisah dengan orang-orang yang dicintainya. Perasaan terasing, ditinggalkan, ditolak atau tidak diperhatikan dapat membuat individu bersedih. Selanjutnya Stewart at all (1985) mengungkapkan bahwa ekspresi kesedihan individu biasanya ditandai dengan alis dan kening mengerut ke atas dan mendalam, kelopak mata ditarik ke atas, ujung mulut ditarik ke bawah, serta dagu diangkat pada pusat bibir bagian bawah.

Keempat emosi dasar ini dapat berkembang menjadi berbagai macam emosi, yang diklasifikasikan ke dalam kelompok emosi positif dan emosi negatif. Namun demikian, adapula beberapa di antaranya yang dapat mengekspresikan keduanya, tergantung pada pengalaman yang kita alami. Klasifikasi emosi positif dan negatif sebagaimana yang dikemukakan oleh Reynold (1987)[2] tersebut adalah berikut ini.

 


[1] Stewart, A. C. at al. (1985). Child Development A Topical Approach. New York: John Wiley & Sons
[2] Reynolds, V. (1987). A Practical Guide to Child Development. Volume 1 The Child. England: Stanley Thrones (Publishers) Ltd.

Sabtu, 08 Desember 2018

LATIHAN SOAL TKB CPNS 2018

Hai Sahabat Semua, Saya mau berbagi link mengenai tahapan CPNS yaitu Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada berbagai instansi. Sebelumnya saya juga searching pada beberapa web di internet, memang masih agak susah menemukan soal-soal berkaitan dengan SKB. Sedangkan untuk SKD cukup banyak ditemukan, sehingga hal ini lah yang membuat saya ingin berbagi dengan rekan-rekan seperjuangan dalam menghadapi SKB. Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. (Indahnya Berbagi).


Kumpulan SKB CPNS 2018 (Tapi bukan soal yg akan keluar ya di 2018, hanya untuk latihan saja) :


1. TKB DOSEN (Download)

2. TKB MENTERI PUPR (Download)

3. TKB MENTERI PERIKANAN DAN KELAUTAN  (Download)

4. TKB STATISTIK  (Download)

5. TKB BIOLOGI  (Download)

6. TKB KONSELING (Download)

7. TKB MENTERI KLH (Download)

8. TKB MTK SMP  (Download)

9. KB PEMKOT/PEMKAB  (Download)

10. Tkb Guru SD 1  (Download)

11. Tkb Guru SD 2  (Download)

12. Tkb Guru SD 3  (Download)

13. Tkb Guru Olahraga  (Download)

14. Tkb Guru Ipa SMP  (Download)

15. Tkb Guru Ips SMP  (Download)

16. Tkb Guru Kimia SMA  (Download)

17. Tkb Guru TIK  (Download)

18. Tkb Pedagogik  (Download)

19. Tkb Guru Kelas  (Download)

20. Tkb Guru PPKN  (Download)

21. Tkb Guru Fisika SMA  (Download)

22. Tkb Guru Bahasa Inggris  (Download)

23. Tkb Guru Bahasa Indonesia  (Download)

24. Tkb Kependidikan 1  (Download)

25. Tkb Kependidikan 2  (Download)

26. Tkb Kependidikan 3  (Download)

27. Tkb Kependidikan 4  (Download)

28. Tkb Guru Pkn SMP  (Download)

29. Tkb Guru PKn SMA  (Download)

30. Tkb Guru MTK SMK  (Download)

31. Tkb Guru MTK SMA  (Download)

32. Tkb Guru Kelas  (Download)

33. Tkb Guru PAI  (Download)

34. Tkb Hukum dan UU  (Download)

35. Tkb kejaksaan  (Download)

36. Tkb Kebidanan  (Download)

37. Tkb perawat  (Download)

38. Apoteker dan Farmasi  (Download)

39. Tkb Dokter Umum  (Download)

40. Tkb Dokter Gigi  (Download)

41. Tkb Tenaga Kesehatan  (Download)

42. Tkb Kesehatan   (Download)

43. Tkb Ketahanan Pangan  (Download)

44. Tkb kepegawaian dan sumber daya manusia  (Download)

45. Tkb Kemenkes  (Download)

46. TKb Kemenkas 1  (Download)

47. Tkb hubungan internasional  (Download)

48. Tkb BPOM  (Download)

49. Tkb Perindustrian  (Download)

50. Tkb Ilmu Teknologi  (Download)

51. Tkb Pranata Komputer  (Download)

52. Tkb Perpus  (Download)

53. Tkb Kearsipan   (Download)

54. Tkb Keuangan  (Download)

55. Tkb Ekonom  (Download)

56. Tkb Akuntansi  (Download)

57. Tkb Administrasi Kantor  (Download)

58. Tkb Administrasi Negara  (Download)

59. TKb Pertanian 1  (Download)

60. Tkb Pertanian 2  (Download)

61. Tkb Pertanian 3  (Download)

62. Tkb Pertanian 4  (Download)

63. Tkb Pegawai Pemprov  (Download)

64. Tkb Administrasi Umum  (Download)

Semoga membantu semuanya SOAL LATIHAN TKB CPNSNYA, cari yang kamu cari.. 😃

Jumat, 07 September 2018

SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DAN IMPLIKASI BIAYANYA

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 27 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana, dijelaskan bahwa sarana adalah perlengkapan pembelajaran yang dapat dipindah-pindah. Sarana pendidikan meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan dan alat habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Sehingga sarana pendidikan dapat dikatakan bahwa segala macam perlengkapan/peralatan yang dibutuhkan dan dapat secara langsung digunakan dalam proses pendidikan demi terciptanya tujuan pendidikan itu sendiri.
Prasarana pendidikan adalah fasilitas dasar untuk menjalankan fungsi lembaga pendidikan. Prasarana pendidikan meliputi  lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolaraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang/ tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.
Sebagian besar prasarana dan sarana pendidikan seperti lahan, bangunan, perabot, peralatan, media pendidikan, buku dan lain-lain memiliki umur pakai lebih dari satu tahun. Sebagian kecil sarana dan prasarana pendidikan seperti bahan habis pakai dan alat habis pakai, daya dan jasa dan lain-lain yang memiliki umur pakai kurang dari stau tahun. Sarana dan prasarana pendidikan juga memerlukan pemeliharaan dan perbaikan yang dilakukan satu kali atau lebih dalam satu tahun atau sekali untuk beberapa tahun.
Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan beserta pemeliharaan dan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan berimplikasi pada biaya pendidikan. Biaya pendidikan yang muncul akibat dari pengadaan sarana pendidikan yang umur pakainya satu tahun atau kurang serta pemeliharaan dan perbaikan ringan sarana dan prasarana yang dilakukan satu tahun satu tahun sekali atau lebih disebut biaya operasional bahan dan alat habis pakai serta pemeliharaan dan perbaikan ringan.
Biaya pendidikan yang muncul sebagai akibat dari pengadaan sarana dan prasarana pendidikan yang umur pakainya lebih dari satu tahun disebut biaya investasi sarana dan prasarana pendidikan. Biaya investasi sarana dan prasarana seperti perabot, peralatan, lahan, da bangunan diaadakan satu kali tetapi memberikan manfaat yang lebih dari satu tahun. Biaya investasi ini dapat dijadikan per tahun dengan membagi biaya investasi ini dengan lama tahun manfaat atau umur pakai dari sarana prasarana pendidikan itu dan disebut biaya investasi sarana dan prasarana pendidkan per lembaga  pendidikan per tahun. Apabila biaya investasi sarana dan prasarana pendidikan per tahun per lembaga pendidikan dibagi dengan jumlah peserta didik/ warga belajar maka biaya ini disebut biaya investasi sarana dan prasarana pendidikan per peserta didik/ warga belajar  per tahun atau disebut juga biaya satuan investasi sarana dan prasarana pendidikan kependidikan

PENANTIAN DI HARI SENIN


oleh : Bayu Pradikto

Malam itu di sudut ruang sempit
Sempit tertekan hingar bingar kehidupan
Apakah setiap malam itu sama?
Tidak untuk ku yang seorang pencari jawaban dan kepastian

Menjelang minggu penantian ini semakin memuncak
Bukan karena jiwa-jiwa yang bebas
Bukan pula karena ramainya hiburan untuk hati-hati yang patah
Tapi karena sebuah penantian, penantian berita yang hangat terdengar

Apalah daya, kadang keegoisan, ketamakan, dan kedekatan mengalahkan semua
Iya, mengalahkan semua akal dan pikiran manusia untuk berdamai
Senin pun datang, tapi dia seakan sombong dan ingkar kepadaku
Tak mau melirik apalagi menghampiri

Terang saja, senin ku sudah di bungkam dengan gelap
Saat ketakmampuan ini tak lagi bisa membanggakan
Saat batas waktu seakan berlari, menjauh dan meremehkan
Kini, tumpuanku hanya kepada-Mu, Sang Pencipta.

Rabu, 18 Juli 2018

MEMBUNGKAM MALAM

oleh : Bayu Pradikto

Malam ini sendu tapi menusuk
mungkin belatih yang t'lah lama diasah
siap untuk menerkam kulit
hingga remuk relung hati

Panas rasanya!
Mungkin karena materi, pangkat dan jabatan
orang bisa saja lupa, meremehkan, memaksa, acuh, lupa, malu
Salahkah? Entahlah!
Memaksakah? Bisa jadi!

Apa aku harus hilang?
atau akan berjuang?
karena bisa jadi sebelum dan sesudah itu berbeda
Ah, entahlah. Mana kepalsuan mana ketulusan.

Mengapa malam ini berbeda dengan yang lainnya
Mengapa malam ini dingin tapi terbakar
Apa perlu aku bungkam malam ini
atau biarkan pagi yang membungkammu

Selasa, 03 Juli 2018

MEMECAHKAN PSIKOTES MENGGAMBAR POHON (Draw a Tree)


Sumber : google
Psikotes merupakan sebuah alat khusus yang dapat digunakan guna mengenali potensi diri kita. Perusahaan/lembaga pengguna tenaga kerja membutuhkannya untuk menyeleksi potensi calon-calon karyawan yang cocok dengan posisi dan sistem kerja yang mereka tawarkan. Perlu diketahui bahwa psikotes bukanlah merupakan sebuah pengadilan yang menentukan nasib seseorang. Ketika seseorang tidak lolos psikotes pada suatu perusahaan atau jenis pekerjaan tertentu, berarti potensinya mungkin memang tidak sesuai untuk kebutuhan perusahaan atau jenis pekerjaan yang dilamar. Jadi, tidak lolosnya seseorang di tahap psikotes bisa saja disebabkan karena kompetensinya lebih tinggi dari yang dibutuhkan. Maka penting sekali untuk memahami hal ini sebelum kita beranjak untuk menghadapi berbagai psikotes.

Saya sendiri memiliki beberapa pengalaman dengan psikotes. Pengalaman inilah yang coba ingin saya bagikan kepada para pembaca supaya dapat menjadi masukan dan persiapan yang lebih baik dalam menghadapi psikotes.

Contoh surat keterangan dokter
Sedikit bercerita,...
Beberapa bulan yang lalu saya diminta oleh lembaga tempat saya bekerja untuk mengurus surat keterangan sehat jasmani dan rohani. Untuk surat keterangan sehat jasmani, itu bisa kita dapatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), ya bisa rumah sakit pemerintah, rumah sakit “kepolisian” atau rumah sakit “TNI”. Barangkali Rumah sakit yang disarankan tersebut karena lebih mudah ditemui dan umumnya lebih kredibel. Pada saat itu saya memilih Rumah Sakit “Kepolisian”, karena jaraknya dekat dengan tempat menginap.

Contoh surat ket. bebas narkoba
Adapun yang akan dicek adalah kondisi kesehatan (tinggi, berat badan, tensi darah, bebas narkoba, dan sebagainya). Mengurus surat ini bisa selesai dalam waktu 2 (dua) jam. Pada saat itu antrian cukup banyak. Ok, selesai surat keterangan sehat jasmani!

Selanjutnya, mengurus surat keterangan rohani (Surat Keterangan Kesehatan Jiwa). Ini saya urus di Rumah Sakit Jiwa. Nah untuk mengurus surat ini, ada beberapa tes yang akan dilakukan dan membutuhkn waktu yang cukup lama, sekitar 4-5 jam. Karena memang rangkaian tes nya cukup banyak. Jadi saran saya, harus istrirahat yang cukup dan jangan lupa sarapan terlebih dahulu sebelum mengikuti rangkaian tes ini.

Nah, pada tulisan kali ini saya akan coba membagikan pengalaman saya dalam tes menggambar pohon (draw a tree). Menggambar pohon adalah salah satu tes yang meminta kita mengekspresikan pengalaman, kemampuan dan emosi dalam gambar (selain nanti diminta menggambar manusia dan menyambung gambar dari berbagai bentuk ruang dan titik).

Dalam menggambar pohon, memiliki petunjuk/perintah dalam menggambar. Adapun perintahnya adalah : “gambarlah pohon, kecuali pohon cemara, randu, bambu, kelapa, pisang, semak belukar dan jenis tanaman monokotil. Kemudian, setelah anda selesai menggambar, anda akan diminta menuliskan nama pohon tersebut pada halaman belakang kertas tersebut”.
 
Waktu yang diberikan untuk menggambar ini hanyalah 10 menit dan menggambar pada kertas HVS ukuran A4, menggunakan pensil, tidak pakai penghapus, dan alas menggambar harus licin dan keras.
Karena saya tidak memiliki persiapan yang matang dan saya anggap menggambar itu cukup mudah, akhirnya saya memutuskan untuk menggambar pohon mangga (sesuai dengan imajinasi dan yang pernah saya lihat).

Saya tidak tahu pasti, bagaimana orang menggambar bisa mengetahui psikologis hanya dari gambar pohon ? Bagaimana dengan orang yang tidak pandai menggambar ?

Dalam pikiran saya saat itu, ini pasti yang jago gambar bisa bagus nih nilainya...
Contoh surat ket.kesehatan jiwa

Dari hasil tes kesehatan jiwa secara keseluruhan yang telah saya lalui, tertulis dalam Surat Keterangan Kesehatan Jiwa bahwa : Tidak menunjukkan sesuatu kelainan fungsi kepribadian yang bersifat PSIKOTIK, RETARDASI MENTAL, GANGGUAN JIWA NEUROSA BERAT DAN GANGGUAN KEPRIBADIAN yang dapat menghambat penugasannya pada taraf pendidikan yang dimilikinya. 

Artinya, secara keseluruhan tidak terdapat masalah gangguan jiwa.

Namun saya masih penasaran, sebenarnya apa sih maksud dari menggambar pohon ?

Saya mencoba mencari beberapa referensi mengenai hal tersebut. Ternyata, menggambar pohon itu ada maksud dan tujuannya untuk mengetahui karakter dan kepribadian kita. Jadi dapat dikatakan tidak bisa sembarangan juga menggambarnya. 

Ternyata menggambar pohon dalam tes ini tidak mesti bagus dan indah layaknya lukisan mahal yang terpajang di galeri/pameran lukisan. Namun, ada beberapa kriteria-kriteria penilaian.
Ok, mempersingkat waktu.... langsung saja saya coba ulas berdasarkan yang saya baca dan yang saya temui. Cekidootttt!!!!!

Meskipun Anda sama sekali tidak pandai menggambar, tapi khusus untuk tes ini, Anda bisa berlatih menggambar. Supaya hasil lebih optimal, sebelum tes, sebaiknya Anda mencari tahu jenis pohon yang akan Anda gambar, pelajari karakternya, kemudian latihlah kemampuan menggambar dengan mengacu pada referensi foto atau hasil pengamatan Anda. Jangan pernah "mempercayai kemampuan dan kecepatan tangan" Anda sebelum Anda benar-benar mencoba menggambar. Paling tidak, ketika sudah pernah mencoba berlatih menggambar, Anda tidak grogi saat menghadapi tes sebenarnya. 

Bagus tidaknya gambar bukanlah kriteria lolos tes karena Tree Test bukanlah tes kemampuan menggambar. Sebagai salah satu alat menggali kepribadian, setiap tarikan garis dan tebal-tipis garis pun akan dievaluasi dengan cermat oleh psikolog. Jadi yang bisa kita persiapkan hanyalah berlatih menggambar semirip mungkin dengan pohon yang dimaksud dan menyelesaikan gambar tepat waktu.
Sumber : Google
Berdasarkan beberapa referensi yang saya baca, sebenarnya ada poin yang perlu diperhatikan dalam menganalisis gambar pohon (pertimbangan korektor/psikolog), yang antara lain : usia si penggembar, dan dari mana subyek berasal. Ini perlu diketahui karena bila pada orang dewasa ada sekelompok ciri yang biasa ditemukan pada tahap usia yang lebih muda yang dapat dikatakan  normal untuk tahap usia tersebut maka ada beberapa kemungkinan yang perlu dipertimbangkan yaitu retardasi perkembangan, manifestasi keadaan-keadaan infantil atau regresi.

Ok, selanjutnya kita langsung saja pada poin dalam menggambar. Mulai dari bagian-bagian yang ada dala pohon (akar, pangkal batang, batang pohon, permukaan batang, dahan, mahkota dan bayangan *bila diperlukan) :
AKAR :
Berfungsi untuk menghisap makanan dan berpegangan pada tanah agar tidak tumbang. Akar dapat digambar dengan 2 cara, yaitu akar 1 garis dan akar 2 garis. Akar 1 garis biasanya dibuat anak sedangkan akar 2 garis dibuat orang dewasa. Namun akar 2 garis dapat dibuat sebagai akar tertutup dan akar terbuka.

PANGKAL BATANG :
Dapat digambar lebar di kiri dan kanan, sebelah kiri saja lebih lebar atau sebelah kanan saja lebih lebar. Pelebaran ke kiri atau ke kanan atau pada bagian kiri dan kanan berarti adanya inhibisi/hambatan.

BATANG POHON :
Dapat digambar dengan 1 garis dan 2 garis. Ada berbagai bentuk batang, misalnya batang bentuk kerucut yang biasa digambar anak sekitar usia 8-9 tahun, anak debil atau orang dewasa yang mengalami regresi. Batang dapat pula dibuat dengan 2 garis lurus paralel, batang yang bergelombang serasi atau batang yang menggelembung, jadi ada penebalan dan konstriksi. Penebalan berarti penimbunan sedangkan konstriksi berarti hambatan, jadi apa yang ditimbun dan apa yang dihambat? Apabila kita kembali pada simbolik batang yaitu energi, dorongan, maka penimbunan dapat berarti energi.

PERMUKAAN BATANG :
Secara fisiognomis, permukaan batang berarti ke arah hubungan individu dengan lingkungan secara emosional dan afektif, yaitu bagaimana individu lingkungannya. Ini berarti penyesuaian diri, kehidupan afek, defense mechanism diri. Penampilan coretan tajam dan berkesan keras dapat diartikan sebagai berikut : sesuatu yang keras biasanya tahan pukulan tetapi pukulan yang keras sekali akan mengakibatkan patah. Jadi sifat yang keras dan sikap yang keras bila terlalu ditekan, akan patah. Coretan yang begelombang menunjukkan sikap kontak yang emosional, artinya perasaan memegang peranan penting sedangkan coretan dalam bentuk noda-noda yang tampak seperti penyakit kulit. Melambangkan gangguan dan kontak dengan sesama manusia.

DAHAN :
Seperti akar dan batang dapat dibuat dengan 1 garis maupun 2 garis. Dahan yang dipotong dapat diartikan bahwa dalam perkembangan terjadi sesuatu yang menyangkut segi psikis. Dahan yang dibuat seperti pipa, yaitu terbuka pada ujungnya pada umumnya menunjukkan taraf perkembangan yang belum sempurna, dalam arti, dalam sikap sehari-hari belum terlihat
kematangan dan belum dapat membedakan antara diri dan lingkungan.

MAHKOTA :
Menggambarkan aktivitas atau proses-proses yang berhubungan dengan ratio, intelek. Mahkota dapat digambar tertutup maupun terbuka. Perlu diperhatikan perbandingan antara lebar dan tinggi mahkota depan panjang batang. Kadang-kadang mahkota diisi dengan dahan yang terpencar tak beraturan, mahkota diisi dengan coretan atau mahkota yang kosong.

BAYANGAN :
Merupakan pengisian kertas dengan prinsip supaya lebih gelap dan dapat diartikan bahwa ada emosional pada yang bersangkutan. Perlu diperhatikan berat-ringannya bayangan yang dibuat, karena bayangan yang dibuat sengan halus, ringan menunjukkan kepekaan si penggambar sedangkan bayangan yang gelap dan berat lebih menunjukan adanya kecemasan.

Selain dari keterangan di atas, ada juga beberapa sumber yang menyatakan bahwa posisi kita menggambar pohon juga dapa menentukan bagaimana karakter kita. (Dalam pikiran saya, “wah keren juga nih, bisa tahu karekter orang hanya dari gambar dan posisinya”. Yaaa.. bagitulah ilmu!). Berikut saya akan coba berbagi mengenai posisi menggambar pohon pada bidang kertas.

DI TENGAH :
Bila anda menggambar pohon pada posisi di tengah bidang kertas, anda diartikan sebagai orang yang praktis dan rendah hati. Memilih bagian tengah dianggap anda akan menerapkan pendekatan jalan tengah. Anda menangani masalah-masalah dengan sikap mengharapkan yang terbaik dan membayangkan yang terburuk. Dengan cara ini anda siap dengan apapun yang terjadi.

DI BAGIAN BAWAH :
Bila anda menggambar pohon pada posisi di bagian bawah, anda diartikan lebih suka riset terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah anda merasa yakin atau pesimistik aka sebuah solusi. Hal ini umumnya disebabkan bagian bawah dari pertengahan halaman melambangkan pendekatan hidup yang membumi.

TINGGI DI ATAS :
Bila posisi gambar anda tinggi di atas, maka ini diartikan bahwa anda memiliki karakter melihat hikmah dari semua masalah. Semakin tinggi letak pohon, anda menunjukkan sikap anda yang semakin tinggi dalam memandang hidup. Kendati hal-hal terjadi tidak seperti yang diharapkan, namun semuanya itu anda anggap sebagai pengalaman hidup dan pembelajaran.

BATANG YANG LEBAR :
Bila anda menggambar dengan batang pohon yang lebar, maka ini dapat melambangkan kekuatan emosional anda. Batang lebar berarti anda bisa tetap tenang dan tidak mudah marah. Anda pusat ketenangan di tengah badai. Pendirian anda juga kuat.

BATANG YANG RAMPING :
Bila Anda menggambar dengan batang yang raming, maka ini dapat melambangkan bahwa anda orang yang fleksibel dan terbuka dengan pandangan-pandangan atau pendapat orang lain. Anda juga sensitif dan banyak empati untuk masalah orang lain.

POHON BERCABANG DI PUNCAK :
Bila Anda menggambar dengan kriteria seperti ini, maka hal ini menggambarkan bahwa anda sedang terpecah di antara beberapa pilihan hidup saat ini. 
Bahkan tinggi pohon dan kecondongan arah pohon pun menjadi perhatian dalam tes psikotes ini, berikut penjelasannya :
 
LEBIH DARI SETENGAH TINGGI KERTAS :
Menggambar pohon lebih tinggi menunjukkan hasrat untuk mencapai prestasi yang tinggi dalam hidup. Anda juga dermawan dalam soal uang. Dan dalam bekerja anda seksama serta men cek ulang untuk memastikan anda bekerja dengan baik.

TINGGI POHON KURANG DARI SETENGAH TINGGI KERTAS :
 Anda puas dengan hidup ini apa adanya anda juga hemat dan sangat efisien.

POHON CONDONG KE KIRI :
Anda cenderung memendam apa yang anda pikirkan. Sikap anda konsevatif dan introvert. Anda tidak menyukai guncangan-guncangan . Meskipun anda tidak setuju anda akan menyimpannya untuk diri sendiri.

POHON CONDONG KE KANAN :
Anda berorientasi pada aksi.anda akan mengatakan apa yang anda pikirkan kendatipun
bertentangan dengan pandangan-pandangan orang lain.

POHON LURUS :
Anda berada di tengah antara memendam perasaan-perasaan anda dan mengungkapkannya. Jadi anda cenderung memilih perang dengan diri anda. Anda akan bicara hanya jika masalah itu benar-benar penting untuk anda.

Selain itu, posisi pohon berdiri juga menjadi perhatian, berikut penjelasannya :
DI TANAH :
Bila anda menggambar pohon yang berada di tanah, maka diartikan bahwa anda mendambakan  rasa aman dan stabilitas. Anda menyukai kehidupan keluarga dan lebih
suka pekerjaan di mana anda bisa bertahan bertahun-tahun.

DI POT :
Bila anda menggambar pohon yang berada di pot, maka diartikan  bahwa anda sangat sibuk bekerja sepanjang waktu. Anda senang berpergian dan bertualang, serta mengenal orang-orang baru dan tempat-tempat baru.

DI PUNCAK GUNUNG :
Bila anda menggambar pohon yang berada di puncak gunung, maka diartikan  bahwa Anda mendambakan perhatian dan senang menjadi pusat perhatian. Anda adalah entertainer
alamiah dan komunikator ulung yang membuat orang tertarik pada anda.

MELAYANG DI AWANG-AWANG (TIDAK ADA DASARNYA) :
Bila anda menggambar pohon yang berada melayang di awang-awang, maka diartikan  bahwa Anda impulsif dan spontan. Anda sangat mudah menjadi senang jika sesuatu mengilhami anda.

DI PULAU :
Bila anda menggambar pohon yang berada di pulau, maka diartikan  bahwa Anda memerlukan banyak waktu untuk menyendiri untuk mengisi ulang energi anda, juga membantu anda untuk menemukan solusi dari masalah anda.

Kemudian dari gambar yang anda buat, apakah mempunyai dahan atau tidak ? Apakah memiliki akar atau tidak ? Dan apakah dominan  daun atau tidak ? Nah, berikut dijalaskan mengenai hal tersebut :

MEMILIKI DAHAN :
Bila gambar anda memiliki dahan, maka dapat diartikan bahwa anda adalah orang yang berorientasi pada otak kiri. Dalam survei-survei, dahan-dahan digambar oleh orang yang logis dan analitis. Anda jarang kehilangan kesabaran karena anda terlalu sibuk memikirkan solusi rasional untuk semua masalah yang muncul.

TIDAK MEMILIKI DAHAN :
Bila gambar anda tidak memiliki dahan, maka dapat diartikan bahwa anda hanya menggambar kerangka dasar pohon, berarti anda dikuasai oleh otak kanan yang intuitif. Anda mengikuti instink-instink anda dalam segala sesuatu, mulai dari menerima pekerjaan sampai berteman dengan orang baru. Dan biasanya instrink tersebut benar.

MEMILIKI AKAR :
Bila anda menggambar akar, maka hal ini dapat  melambangkan keluarga dan sejarah, berarti masa lalu penting bagi anda. Anda menganggap itulah dasar dari siapa anda saat ini dan membantu anda memahami diri sendiri secara lebih baik anda menyukai tradisi keluarga, resep-resep yang diturunkan dari ibu, juga pusaka/peninggalan dari keluarga anda.

TIDAK MEMILIKI AKAR :
Anda fokus pada masa depan. Anda mandiri dan senang menciptakan tradisi-tradisi baru. Anda belajar lebih banyak tentang diri anda dengan merasakan situasi-situasi baru dan bertemu dengan orang-orang baru.

DOMINAN DAUN :
Bila anda menggambar pohon dengan dominan daun (bagian daun lebih dominan dari bagian lainnya), maka Anda adalah pemikir yang dalam. Studi-studi menunjukkan daun melabangkan pemikiran. Orang-orang yang menggambar daun adalah orang yang selalu memikirkan apa saja. Selain membuat anda suka merenung dan introspeksi, sifat ini juga membuat anda mengambil keputusan dengan hati-hati. Karena anda cenderung melihat manfaat dari semua masalah.

DAUN TIDAK DOMINAN :
Bila anda menggambar pohon dengan tidak terlalu dominan daun (bagian daun tidak terlalu dan atau tidak dominan dari bagian lainnya) maka anda adalah orang yang cenderung memandang dunia ini adalah hitam dan putih. Kurangnya daun berarti anda tidak mudah tergoyahkan dengan banyaknya warna abu-abu dari suatu masalah. Anda tidak membuang waktu memusingkan solusi dari sebuah masalah. Anda memilih sevuah rencana aksi dan bergerak ke depan.

OK, mungkin itulah sedikit ulasan saya mengenai psikotes yang menggambar pohon. Intinya menggambar pohon bukan menyatakan bahwa anda pandai menggambar bahwa akan baik nilainya, namun lebih kepada penyesuaian karakter saja, yang mana lebih mendekati karakter anda. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Sampai jumpa pada tulisan-tulisan berikutnya.

Referensi :
Kusuma, A. Dan Punjabi E. (2014). Bank Soal dan Strategi TPA Pascasarjana. (e-book). Solo : Genda Smart Publisher
Rinaldi, R. (2018, 15 Mei). Inilah Arti Gambar Pohon dalam Psikotes. (Online). Diakses dari https://www.slideshare.net/Ariiswantochelaluzetia/inilah-arti-gambar-pohon-dalam-psikotes-ari-iswanto?from_action=save
Tim Sentra Loker. (2013). Taklukan Soal-Soal Psikotest Bank-BUMN. (e-book). http://sentraloker.com
 

Blogroll

Silahkan memberikan komentar/kritik/saran/ucapan terimakasih untuk kebaikan web ini. Terima Kasih!!!