Pages

Blogger templates

Follow Instagram penulis : @bayupradikto // Imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan (Einstein) // Kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk generasi muda, tapi kita dapat membangun generasi muda untuk masa depan (F.D. Roosevelt) // Apa guna kita memiliki sekian ratus ribu alumni sekolah yang cerdas, tetapi massa rakyat dibiarkan bodoh. Segeralah kaum sekolah itu pasti akan menjadi penjajah rakyat dengan modal kepintaran mereka (Paulo Freire).
Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 29 November 2017

KONSEP LINK AND MATCH DALAM PENDIDIKAN

Istilah “link and match” memang salah satu konsep yang cukup banyak diperbincangkan dalam dunia pendidikan akhir-akhir ini. Konsep ini digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 1993-1998, Prof. Dr.–Ing. Wardiman Djojonegoro.
Link secara harfiah berarti ada pertautan atau hubungan interaktif dan match berarti cocok. Pada dasarnya link and match adalah adanya keterkaitan dan kesepadanan dengan kebutuhan dan permintaan (needs, demands). Kebutuhan dalam pembangunan sangat luas, multidimensional dan multisektoral. Mulai kebutuhan peserta didik sendiri, kebutuhan keluarganya, kebutuhan untuk pembinaan masyarakat dan warga negara yang baik, hingga kebutuhan dunia kerja. (Djojonegoro, 2016, hlm.288)
Dalam konsep link and match, beliau menyampaikan bahwa isi pendidikan hendaknya sesuai dengan kebutuhan para siswa sewaktu mulai bekerja. Dunia kerja di dalam era globalisasi ini berubah dengan cepat, baik dengan prosesnya, maupun teknologi yang menopang dunia kerja. Siapa yang dapat menerka akan datangnya internet, smartphone pada 20 tahun yang lalu?
Masa nilai tambah para siswa cukup lama: SD-SMP-SMA-Perguruan Tinggi, total 16 tahun. Dalam 16 tahun, politik berubah, ekonomi berubah, proses dunia kerja akan banyak mengalami perubahan juga, karena teknologi maju dengan pesat. Karenanya perlu visi yang jauh kedepan dari pendidikan untuk menyesuaikan pada perkembangan masa depan. Untuk mengetahui perubahan itu, maka dunia pendidikan perlu selalu berhubungan dengan dunia kerja dan sebaliknya, dunia kerja diundang untuk melihat isi dari dunia pendidikan. Inilah inti dari link and match. (Disampaikan dalam Seminar Nasional Universitas Wisnuwardhana Malang, 25 April 2017)

Referensi :

Djojonegoro, Wardiman. 2016. Sepanjang Jalan Kenangan. Jakarta : KPG

Jumat, 17 November 2017

PERAN KELUARGA

Keluarga merupakan kumpulan dua orang atau lebih yang memiliki ikatan dan komitmen bersama untuk saling mencintai, menyayangi dan memiliki interaksi semi tertutup dengan norma dan peranan yang ditentukan, baik oleh individu yang berinteraksi maupun masyarakat sebagai kekhasan dari sistem tersebut . Antonio (1983, hlm.81) mendefinisikan keluarga sebagai suatu unit yang terdiri dari dua orang tua atau lebih, yang hidup bersama untuk suatu periode waktu, dan diantara mereka saling berbagi dalam suatu hal atau lebih, berkaitan dengan : pekerjaan, seks, kesejahteraan dan makanan anak-anak, kegiatan-kegiatan intelektual, spiritual dan rekreasi.
Narwoko dan Suyanto dalam Setyorini (2014, hlm. 5)  mendefinisikan keluarga adalah lembaga sosial dasar darimana semua lembaga atau pranata sosial lainnya berkembang. Di masyarakat manapun di dunia keluarga merupakan kebutuhan manusia yang universal dan menjadi pusat terpenting dari kegiatan dalam kehidupan individu.
Keluarga memiliki fungsi yang dapat dilaksanakan dan dirasakan manfaatkan dalam kehidupan. Ada delapan fungsi keluarga, yang antara lain (www.bkkbn.go.id):
1.       Fungsi Keagamaan
Keluarga berfungsi memiliki fungsi agama maksudnya adalah selain orang tua sebagai guru dalam pendidikan anaknya, orang tua juga merangkap sebagai ahli agama. Kitab sici dalam membentuk kepercayaan anak-anak-anak mereka.
2.        Fungsi Sosial Budaya
Salah satu adanya keluarga berfungsi sebagai sosial budaya, maksudnya dalam perkembangan anak keluarga memiliki peran penting untuk menanamkan pola tingkah laku berhubungan dengan orang lain (sosialisasi) keluarga juga memberikan warisan budaya, disini terlihat bahwasanya keluarga dianggap masyarakat yang paling primair. Fakta-fakta sosial selalu dapat diterangkan lewat keluarga. Keluarga mengintrodusir anak ke dalam masyarakat yang luas dan membawanya kepada kegiatan-kegiatan masyarakat.
3.       Fungsi Cinta Kasih
Pertumbuhan seorang anak tidak akan pernah lepas dari pengaruh keluarganya, peran keluarga begitu sentralistik dalam membentuk kepribadian keturunannya, oleh karena itulah salah satu fungsi keluarga adalah menyalurkan cinta dan kasih sayang.
4.       Fungsi Perlindungan
Fungsi perlindungan merupakan factor penting. Perkembangan anak memerlukan rasa aman, kasih sayang, simpati dari orang lain. Keluarga tempat mengadu, mengakui kesalahan-kesalahan, serta tempat.
5.       Fungsi Reproduksi
Fungsi reproduksi artinya bahwa keluarga merupakan sarana manusia untuk menyalurkan hasrat seksual kepada manusia lain (yang berbeda jenis kelamin) secara legal di mata hokum dan sah secara agama, sehingga manusia tersebut dapat melangsungkan hidupnya karena dengan fungsi biologi ia akan mempunyai keturunan berupa anak.
6.       Fungsi Sosial dan Pendidikan
Fungsi sosialisasi atau pendidikan dalam keluarga adalah untuk mendidik anak mulai dari awal sampai pertumbuhan anak menjadi dewasa, keluarga berperan penting terhadap upaya terbentuk kepribadian yang baik.
7.       Fungsi Ekonomi
Fungsi ekonomi atau unit produksi artinya bahwa keluarga menjadi sarana yang baik untuk bertugas memenuhi kebutuhan hidup anggota keluarga di dalamnya, dimana dalam prosesnya fungsi ekonomi ini mampu membagikan kerangka keluarga, misalnya ayah sebagai pencari uang/nafkah untuk kebutuhan dan ibu bertugas mengurus anak.
8.       Fungsi Lingkungan
Fungsi lingkungan dalam keluarga maksudnya semua bertingkah laku yang dilakukan seorang anggota keluarga awal mulanya dilakukan dalam keluarga. Anak atau anggota keluarga adalah cerminan bagaimana ia bisa menerapkan kesesuaian terhadap lingkungan sekitarnya.

Referensi :
Antonio, William. 1983. Family Life, Religion, and Society Value and Structures. Beverly Hills : Saga Publications
Setyorini, Dewi. 2014. Pengaruh Ekonomi Keluarga terhadap Motivasi Belajar Anak di Dusun Girimulyo Kec. Jenawi Kab. Karang Anyar. Skripsi (Naskah Publikasi). Surakarta : Unmuh Surakarta

www.bkkbn.go.id

Kamis, 16 November 2017

PENGERTIAN KURSUS DAN PELATIHAN

Kursus
Istilah kursus mungkin sering kita dengar, namun apa sebenarnya yang dimaksud dengan kursus? Istilah kursus merupakan terjemahan dari bahasa Inggris yaitu course, yang secara harfiah berarti mata pelajaran atau rangkaian mata pelajaran. Dalam PP nomor 73 tahun 1991 dijelaskan bahwa kursus adalah satuan pendidikan luar sekolah yang terdiri atas sekumpulan warga masyarakat
Gambar 1. kursus komputer
yang memberikan pengetahuan ketrampilan dan sikap mental tertentu bagi warga belajar. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan (2010) mendefisnisikan ”kursus sebagai proses pembelajaran tentang pengetahuan atau keterampilan yang diselenggarakan dalam waktu singkat oleh suatu lembaga yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan dunia usaha/industri”.
Menurut Artasasmita (dalam Hatimah dan Sadri, 2008:4.4), kursus adalah sebagai mata kegiatan pendidikan yang berlangsung di dalam masyarakat yang dilakukan secara sengaja, terorganisir, dan sistematis untuk memberikan materi pelajaran tertentu kepada orang dewasa atau remaja dalam waktu yang relative singkat agar dapat memperoleh pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan diri dan masyarakat. Contoh kursus antara lain : kursus menjahit, kursus komputer, kursus kecantikan dan masih banyak lagi.

Pelatihan
Pelatihan adalah kegiatan atau pekerjaan melatih untuk memperoleh kemahiran atau kecakapan, pelatihan berkaitan dengan pekerjaan. Adanya program pelatihan yang terencana dengan baik dan sistematis merupakan cara utama untuk membiasakan atau memberikan kecakapan kepada individu agar dia terampil mengerjakan pekerjaan. Menurut Mathis dan Jackson (2002), Pelatihan adalah suatu proses dimana orang-orang mencapai kemampuan tertentu untuk membantu mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, proses ini terikat dengan berbagai tujuan organisasi, pelatihan dapat dipandang secara sempit maupun luas. Secara terbatas, pelatihan menyediakan para pegawai dengan pengetahuan yang spesifik dan dapat diketahui serta keterampilan yang digunakan dalam pekerjaan mereka saat ini. Terkadang ada batasan yang ditarik antara pelatihan dengan pengembangan, dengan pengembangan yang bersifat lebih luas dalam cakupan serta memfokuskan pada individu untuk
Gambar 2. Pelatihan Kepemimpinan
mencapai kemampuan baru yang berguna baik bagi pekerjaannya saat ini maupun di masa mendatang.
Menurut Artasasmita (dalam Hatimah dan Sadri, 2008:4.4), pelatihan adalah kegiatan pendidikan yang dilaksanakan dengan sengaja, terorganisir dan sistematis di luar sistem persekolahan untuk memberikan dan meningkatkan suatu pengetahuan dan ketrampilan tertentu kepada kelompok tenaga kerja tertentu dalam waktu yang relatif singkat dengan mengutamakan praktik daripada teori, agar mereke memperoleh pengetahuan, sikap dan ketrampilan dalam memahami dan melakukan suatu pekerjaan tertentu dengan cara yan efisien dan efektif. Contohnya pelatihan kepemimpinan, pelatihan tutor, pelatihan metode pembelajaran, pelatihan kurikulum dan lain-lainnya.

Dalam penjelasan pasal 26 ayat 5 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, dijelaskan bahwa kursus dan pelatihan adalah bentuk pendidikan berkelanjutan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan penekanan pada penguasaan keterampilan, standar kompetensi, pengembangan sikap kewirausahaan serta pengembangan kepribadian professional.
Dasar penyelenggaraan Kursus dan Pelatihan adalah Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 26 ayat 5: Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Tujuan kursus dan pelatihan yaitu sejalan dengan Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 26 ayat 5, maka kursus dan pelatihan diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, kepada masyarakat yang mebutuhkan.

Referensi :
Direktorat Pembinaan Kursus Kelembagaan. (2016). Lembaga Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. [Online]. Tersedia: http://www.infokursus.net. [akses: 14 April 2016].
Hatimah, Ihat & Sadri. 2008. Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan. Jakarta : Universitas Terbuka
Mathis R.L dan Jackson J.H, 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: Salemba Empat.
http://www.bppk.kemenkeu.go.id/images/BDK_Medan_2017/Diklatsar1.jpg


Minggu, 12 November 2017

PEMBELAJARAN MULTIKULTURAL

A.      Konsep Pembelajaran Multikultural
Berdasarkan dari definisi kata, multikultural terdiri dari gabungan kata multi dan kulturan. Multi berarti lebih dari satu, sedangkan kultural berarti sesuatu yang terkait dengan kebudayaan kelompok tertentu secara kebiasaan mereka yang meliputi kepercayaa, tradisi, kesenian dan sebagainya. Sehingga secara sederhana multikultural dapat diartikan sebagai keberagaman budaya. Istilah multikultural identik dengan masyarakat yang multikultural. J.S. Furnival menyebutkan definisi masyarakat multikultural adalah masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih komunitas atau struktur kelembagaan yang berbeda-beda satu sama lainnya. Hal senada juga dijelaskan oleh Parekh (dikutip dari Azra, 2007) yang menyatakan bahwa masyarakat multikultural merupakan masyarakat yang terdiri dari beragam jenis komunitas budaya dengan segala manfaat dan sedikit perbedaan yang ada di dalam konsepsi dunia, nilai, sistem makna, bentuk organisasi, adat istiadat, sejarah, serta kebiasaan yang ada.
Pembelajaran multikultural adalah proses pembelajaran yang tidak bisa terlepas dari unsur-unsur kebudayaan. Sleeter dan Grant (1988) menjelaskan bahwa pendidikan multikultural adalah kebijakan dalam praktik pendidikan dalam mengakui, menerima, dan menegaskan perbedaan dan persamaan manusia yang dikaitkan dengan gender, ras, kelas. Sedangkan Skeel (1995) mendefinisikan pendidikan multikultural sebagai suatu sikap dalam memandang keunikan manusia denga tanpa membedakan ras, budaya, jenis kelamin, seks, kondisi jasmaniah atau status ekonomi seseorang. Dalam konteks pendidikan, pembelajaran multikultural merupakan Proses interaksi warga belajar/peserta didik dengan pendidik/sumber belajar dalam lingkungan belajar yang mengandung nilai-nilai kebudayaan, sehinga peserta didik memperoleh ilmu pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat serta pembentukan sikap dan kepercayaan diri dalam proses belajar.

B.       Pentingnya Pembelajaran Multikultural
Keanekaragaman budaya yang ada di masyarakat harus dapat disikapi dengan baik dan benar. Sebagai seorang pendidik harus dapat menciptakan suasana belajar dalam kebersamaan yang damai dan harmonis, sehingga dapat menghindari berbagai konflik antar manusia yang didasari atas prasangka antar ras, antar suku, antar agama dan antar status sosial. Pandangan komisi Internasional Penanganan konflik, menuntut pendidikan tidak hanya membekali generasi muda untuk menguasai IPTEK dari kemampuan bekerja serta memecahkan masalah, melainkan kemampuan untuk hidup bersama dengan orang lain yang berbeda dengan penuh toleransi, pengertian dan tanpa prasangka (Hatimah dan Sadri, 2008).
Rasional tentang pentingnya pendidikan multikultural, karena strategi pendidikan ini dipandang memiliki keutamaan-keutamaan, terutama dalam : (1) memberi terobosan baru pembelajaran yang mampu meningkatkan empati dan mengurangi prasangka peserta didik sehingga tercipta manusia (warga negara) antar budaya yang mampu menyelesaikan konflik dengan tanpa kekerasan. (2) menerapkan pendekatan dan strategi pembelajaran yang potensial dalam mengedepankan proses interaksi sosial dan memiliki kandungan afeksi yang kuat. (3) model pembelajaran multikultural membantu guru dalam mengelola proses pembelajaran menjadi lebih efisien dan efektif, terutama memberikan kemampuan peserta didik dalam membangun kolaborasi dan memiliki komitmen nilai yang tinggi dalam kehidupan masyarakat yang serba majemuk; (4) memberikan kontribusi bagi bangsa Indonesia dalam menyelesaikan dan mengelola konflik yang bernuansa SARA yang timbul di masyarakat dengan cara meningkatkan empati dan mengurangi prasangka.

C.      Strategi Pengelolaan Pembelajaran Multikultural
Pemebelajaran multikultural tidak lepas dari hakekar pendidikan yang mendasarinya, yaitu bahwa hakikat pendidikan adalah suatu proses menumbuhkembangkan eksistensi peserta didik yang memasyarakat, membudaya dalam tata kehidupan yang berdimensi lokal, nasional dan global.
Dalam strategi pengolahan pembelajaran multikultural dalam hal ini difokuskan pada penerapan pembelajaran perdamaian, Hak-hak Asasi Manusia (HAM) dan demokratisasi.
1.      Pembelajaran Perdamaian
Javier Perez (dalam Hatimah dan Sadri, 2008) mengungkapkan bahwa perdamaian harus dimulai dari diri kita masing-masing. Melalui pemikiran yang tenang yang sungguh-sungguh tentang maknanya, maka cara-cara baru dan kreatif dapat ditemukan untuk mengembangkan pengertian, persahabatan dan kerjasama antar sesame manusia.
Strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran perdamaian di dalam kelas adalah strategi introspektif dan interaksi sosial yang positif. Strategi introspektif yaitu cara untuk menumbuhkan kesadaran bagi peserta didik untuk berani mengoreksi dirinya sendiri tentang kegiatan/perbuatan yang sudah dilakukan. Melalui introspeksi, peserta didik diharapkan berani untuk menilai dirinya sendiri sehingga dapat memilih kegiatan-kegiatan apa saja yang dapat menumbuhkan sikap saling menghargai, saling toleransi antar peserta didik, sekalipun diantara mereka mempunyai keanekaragaman budaya.
2.      Pembelajaran Hak Asasi Manusia (HAM)
Strategi untuk mempelajari nilai-nilai inti yang berhubungan dengan hak-hak asasi manusia adalah (a) belajar tentang hak asasi manusi. Belajar tantang nilai-nilai inti hak-hak asasi manusia melibatkan belajar tentang dokumen-dokumen inti internasional tentang hak-hak asasi manusia, pengertian-pengertian utama (hak-hak sipil dan politik, hak-hak sosial dan ekonomi, perlakuan yang adil, sesuai dengan tindakan hokum), daftar nilai-nilai inti, menjelajahi pelanggaran hak-hak asasi manusia melalui studi kasus perorangan. (b) belajar bagaimana memperjuangkan hak-hak asasi manusia. Belajar tentang nilai-nilai inti yang berhubungan dengan hak-hak asasi manusia memerlukan pengetahuan yang relevan, pengembangan dan praktek ketrampilan yang diperlukan untuk membela dan promosi nilai-nilai. Hal ini meliputi pengembangan ketrampilan komunikasi, ketrampilan bekerjasama, perundingan, dan pengambilan keputusan. (c) belajar melalui pelaksanaan hak-hak asasi manusia. Pengetahuan dan ketrampilan yang dipelajari tentang nilai itu perlu diperkuat melalui hakikat dari lingkungan ruangan kelas, kualitas hubungan antar pribadi dan metode pembelajaran harus menciptakan penghargaan intrinsic pada hak-hak peserta didik dan pendidik.
3.      Demokrasi
Pembelajaran untuk demokrasi pada hakikatnya adalah untuk mengembangkan eksistensi manusia dengan jalan mengilhaminya dalam pengertian martabat dan persamaan, saling percaya, toleransi, penghargaan pada kepercayaan dan kebudayaan orang lain, penghormatan pada individu, oeran aktif dalam semua aspek kehidupan sosial, kebebasan berekspresi, kepercayaan dan beribadat. Apabila hal-hal tersebut sudah ada, maka dapat digunakan untuk mengembangkan pengambilan keputusan yang efektif, demokratis pada semua tingkatan yang akan mengarah pada kewajaran, keadilan dan perdamaian.
Untuk menciptakan demokrasi, dapat digunakan berbagai strategi, yaitu : (a) etos demokrsi harus berlaku di tempat pembelajaran baik di sekolah maupun di luar sekolah. (b) pembelajaran untuk demokrasi berlangsung secara berlanjut. Secara tepat harus diperkenalkan di semua jenjang dan bentuk pendidikan melalui pendekatan terpadu. Penafsiran demokrasi harus sesuai dengan berbagai konteks sosiobudaya, ekonomis dan evolusinya.

Referensi :
Hatimah & Sadri. 2008. Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan. Jakarta : Universitas Terbuka
Sleeter & Grant. 1988. Making Choices for Multicultural Education: Five Approaches to Race, Class, and Gender. California : Merrrill

Kamis, 09 November 2017

APLIKASI PENCARI SKRIPSI, TESIS, DISERTASI DAN JURNAL

Assalamualaikum,
Hai teman-teman semua!!! Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan pengalaman saya dalam mencari skripsi, tesis, disertasi dan jurnal.

Mungkin teman-teman sekarang sedang dihadapkan dalam sebuah situasi yang membutuhkan waktu, pikiran, tenaga bahkan materi dalam salah satu fase pada proses kuliah. Iya benar…. Situasi itu ketika dihadapkan pada akhir-akhir masa kuliah, entah itu namanya tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi atau tugas-tugas ilmiah lainnya. Hal ini lah yang juga saya alami dalam proses perkuliahan saya. Kita mencari referensi-referensi untuk menyusun tugas akhir tersebut yang tentunya banyak berurusan dengan hasil-hasil penelitian yang pernah ada, artikel dan jurnal-jurnal dan buku-buku yang terkait dengan penelitian kita tadi.

Sebenarnya cukup banyak situs penyedia jurnal-jurnal, skripsi, tesis dan disertasi yang ada di internet. namun beberapa diantaranya ada yang bisa free access dan ada yang tidak bisa dengan bebas akses atau harus membayar ketika ingin mengaksesnya. Dari sekian banyak situs-situs yang menyediakan akses terhadap skripsi, tesis, disertasi dan jurnal, saya iseng-iseng mencoba membuka playstore yang ada di handphone android saya, Yuppzzz… dan ternyata ada satu aplikasi yang rattingnya cukup bagus dan feedback orang-orang yang pernah mengunakannya cukup baik. Nama aplikasinya “GUDANG SKRIPSI”. Gudang skripsi merupakan mesin pencarian tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi dan jurnal yang memiliki koleksi lebih dari 600.000 karya ilmiah. Ya, seperti yang telah dijelaskan tadi, walupun nama aplikasinya gudang skripsi, namun tetap ada juga tesis, disertasi dan jurnal-jurnal. Baik, langsung saja kita bahas bagaimana cara mengdownload, instal dan menggunakan :

Pertama, pastikan anda memiliki handphone android yang juga memiliki kuota atau anda bisa menggunakan wifi. Silahkan buka Playstore di aplikasi android anda, dan mengetik pada kolom pencarian dengan nama GUDANG SKRIPSI. Setelah ketemu, langsung saja download dan instal.



Kedua, setelah berhasil di instal, langsung saja buka aplikasinya. Langsung saja Login/Register dengan mengisi sesuai dengan arahan dan permintaan. Atau bisa juga login dengan facebook. Nanti akan menyambungkan dengan facebook.

Ketiga, setelah berasil Login/Register langsung bisa mencari skripsi, tesis, disertasi, jurnal dan tugas akhir. Langsun masukkan kata kunci judul yang akan dicari pada kolom search dan ketik kata kunci. Setelah selesai langsung ketik (go) pada papan ketik android anda. seperti pada gambar berikut :


Keempat, maka akan muncul beberapa pilihan hasil pencarian sesuai dengan kata kunci yang telah anda masukkan sebelumnya. Silahkan anda pilih sesuai keinginan anda dengan langsung klik pilihan judul yang tersedia.


Kelima, setelah dibuka sesuai pilihan maka akan muncul deskripsi berupa identitas penulis karya ilmiah tersebut dan abstraknya. Silahkan terus scroll sampai ke bawah. Maka akan muncul bagian-bagian karya ilmiah tersebut. Ada yang bab I, bab II dan seterusnya. Bila ada tulisan yang berwarna biru dan memiliki keterangan ukurannya (misalnya 829kb) maka itu bisa untuk didownload. Seperti pada gambar berikut :


Keenam, anda sudah bisa memiliki tulisan tersebut dalam berbagai format, ada yang ms.word dan ada yang pdf. Selanjutnya silahkan buka difolder handphone android anda untuk bisa membaca via smartphone anda dengan praktis.

Mungkin itu sedikit ulasan dan pengalaman saya selama menggunakan apkikasi tersebut dan Alhamdulillah aplikasi ini cukup banyak membantu saya dalam mencari referensi-referensi dalam menyelesaikan tugas-tugas akhir. Mungkin nanti ada beberapa karya ilmiah yang tidak bisa didownload, karena memang tidak bisa dari penyedia karya ilmiahnya yang tidak memberi akses download (atau diproteksi).

Satu lagi, pesan saya aplikasi ini hanya untuk membantu mencari referensi dalam menyelesaikan tugas akhir bukan untuk ajang plagiat. Sebisa mungkin hindari plagiat. Bila ada pengutipan, hendaknya menyertakan sumber dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.

Pada aplikasi juga diberikan wadah untuk kritik, saran atau bertanya melalui nomor telpon 08578202 enam enam satu enam dan via email : idrisluthfi@gmail.com.

Terima kasih, semoga bermanfaat.

Minggu, 22 Oktober 2017

CINTA ANTARA KLUB DAN PEMAIN IDOLA

Malam ini 22 Oktober 2017, Persija akan menjamu Semen Padang di Stadion Patriot Bekasi. Sempat mengalami kesulitan mencetak gol, hingga akhirnya dimenit ke 70 Persija baru bisa mencetak gol. Gol yang sangat dirindukan, gol yang sangat diharapkan dari seorang legenda "BAMBANG PAMUNGKAS". Tidak hanya satu gol, menit 90, Bepe mencetak gol kedua pada laga itu. 
Saya jadi ingat, saya pernah menulis tentang pengalaman, perasaan saya terhadap Bambang Pamungkas dan Persija Jakarta.  Langsung saja deh... Cekidottt...

Bagi pecinta sepak bola Indonesia, siapa yang tidak mengenal sosok Bambang Pamungkas?! Seorang legenda hidup sepakbola Indonesia bahkan menjadi ikon klub dan timnas pada eranya. Bila anda
Selebrasi yang dirindukan
kelahiran 1980-an akhir dan awal 1990-an tentu banyak yang mengidolakan beliau, tidak terkecuali saya yang tinggal jauh dari hirup pikuk geliat sepakbola kasta tertinggi negeri ini. Maklum, saya lahir dan besar di daerah yang bisa dikatakan belum memiliki tradisi dan sejarah yang panjang tentang sepak bola kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Jadi tidak bisa disalahkan bila saya mencintai dan mengidolakan klub lokal di luar tempat tinggal saya. Klub ibukota menjadi idola saya, entah itu disengaja atau tidak disengaja saya mengidolakan klub ini. Mulai dari mencari informasi tentang klub ini, menonton di TV dan berita-berita sepakbola tentang klub ini sudah menjadi hal yang saya tunggu-tunggu. Sosok Bambang Pamungkas juga memiliki pengaruh cukup besar mengapa saya mencintai klub ini. Bukan hanya itu saya, sosok Bepe jugalah yang mempengaruhi posisi saya ketika bermain sepakbola bersama teman-teman sebaya dan ketika masuk SSB (Sekolah Sepak Bola), iya penyerang. Secara kebetulan juga inisial nama saya sama dengan inisial beliau “BP”, sehingga saya sering menulis di buku-buku tulis sekolah saya dengan inisial tersebut.

Pada tahun 2005-2007, Bepe memilih untuk berkarir di Negeri Jiran, bersama dengan Elie Aiboy mereka bergabung dengan klub Selangor FA. Berita keberhasilan bersama Selangor pun menjadi semakin mengharumkan namanya. Hal itupun membuatnya menjadi langganan Timnas Indonesia ketika berlaga di even-even internasional. Berbagai gelar bergensi di Liga Malaysia pernah dipersembahkan untuk tim Selangor FA, baik individu maupun tim. Tercatat pernah menjadi topskor Malaysia Premier League (2005), Topskor FA Cup Malaysia (2005), juara Malaysia Premier League (2005), juara FA Cup Malaysia (2005) dan Malaysia Cup Player of the Year (2005).
Sukses bersama Selangor FA
Pada tahun 2007, Bepe memutuskan untuk kembali membela Persija Jakarta. Ini membuat saya semakin semangat untuk menyaksikan Macam Kemayoran bertanding walau hanya di layar kaca. Tak ketingggalan saya menyimpan jadwal Persija Jakarta bertanding yang disiarkan di stasiun TV swasta. Ada kalanya ketika saudara atau keluarga yang ke Jakarta, saya selalu meminta untuk dibelikan jersey Persija, ya walau sering kecewa karena mereka lupa membelikan atau tidak tahu tempat untuk membelinya di Jakarta.

Tahun 2013 setalah saya bekerja, dengan penghasilan sendiri saya sudah bisa membeli segala pernak-pernik mengenai sepakbola, khususnya Persija Jakarta. Bakan sesekali ketika hari libur, saya menyaksikan Persija di Stadion, baik itu saat home atau away ke Sumatera. Di tahun yang sama, Bepe memutuskan untuk bergabung dengan klub di Liga Indonesia selain Persija Jakarta, yaitu Pelita Bandung Raya. Jujur saya awalnya sedikit kecewa dengan keputusan tersebut, karena saya berpikir Persija Jakarta dan Bambang Pamungkas itu sudah seperti satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, namun akhirnya saya berfikir positif tentang keputusannya untuk pindah klub. Ketika menyaksikan Persija bermain, memang seperti ada yang kurang lengkap rasanya tanpa melihat Bepe di lapangan. Saya juga tidak tahu, apakah ini juga dirasakan oleh Jakmania lainnnya yang mengidolakan Bepe atau hanya perasaan saya saja. Sewaktu ketika, saat sedang berada di Palembang, dan mengetahui besok ada pertandingan Sriwijaya FC vs Pelita Bandung Raya, tepatnya tanggal 31 Agustus 2014. Saya menyempatkan diri menonton pertadingan tersebut di Gelora Jakabaring. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan Pelita Bandung Raya. Bepe pun mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut. Senang rasanya melihat Bepe mencetak gol. Namun berbeda rasanya mendukung Persija dan mendukung hanya Bepe saja. Setelah pertandingan itu saya baru sadar bahwa “kecintaan” saya kepada Bambang Pamungkas tidak sebesar “kecintaan” saya kepada Persija Jakarta. Setelah pertandingan tersebut saya sadar bahwa memang Persija Jakarta sudah menjadi klub idola saya walau dengan siapapun pemain-pemainnya. Energi, emosi, adrenalin yang saya rasakan untuk mendukung Persija Jakarta berbeda ketika hanya mendukung Bambang Pamungkas sendiri dengan klub tempat dia bermain saat itu. Saya yakin suatu saat nanti Sang Idola akan tahu kemana dia harus memantapkan hatinya untuk bermain bola, dan saya akan tetap mendukung Persija Jakarta dan mengidolakan Bambang Pamungkas.

Tahun 2015, Bepe memutuskan untuk kembali ke Persija Jakarta. Anak hilang yang telah kembali ke rumah yang sebenarnya. Persija Selamanya, Persija Sampai Mati. Salam Jakmania Bengkulu.


Sumber gambar :
https://img.okeinfo.net/content/2017/10/22/49/1800296/bambang-pamungkas-gemilang-persija-bungkam-semen-padang-FaKwkBMuRX.jpg

https://images.cdn.fourfourtwo.com/sites/fourfourtwo.com/files/2005_selangor_malaysia-cup_-_selangot.jpg

http://www.striker.id/wp-content/uploads/2017/09/persija-jakarta-vs-persela-lamongan-aroma-dendam-di-patriot-lX8.jpg

Sabtu, 08 Juli 2017

Uji Homogenitas, Uji Normalitas, Uji Linieritas Regresi dan Uji Signifikan dalam Penelitian

PENGARUH NILAI UJIAN SEMESTER GANJIL TERHADAP
NILAI UJIAN SEMESTER GENAP BIDANG STUDI BAHASA INDONESIA
KELAS XI WARGA BELAJAR PAKET C TAHUN AJARAN 2010/2011
DI PKBM ABC DESA XYZ KECAMATAN DKI
KABUPATEN BENGKULU UTARA


A. UJI HOMOGENITAS

NO.
UAS I (X)
UAS II (Y)
X 2
Y 2
XY
1
53
58
2809
3364
3074
2
62
47
3844
2209
2914
3
67
57
4489
3249
3819
4
61
61
3721
3721
3721
5
63
62
3969
3844
3906
6
63
50
3969
2500
3150
7
70
62
4900
3844
4340
8
67
67
4489
4489
4489
9
67
67
4489
4489
4489
10
65
62
4225
3844
4030
11
76
63
5776
3969
4788
12
80
74
6400
5476
5920
13
77
68
5929
4624
5236
14
76
68
5776
4624
5168
15
77
63
5929
3969
4851
16
70
63
4900
3969
4410
17
82
80
6724
6400
6560
18
71
70
5041
4900
4970
19
71
56
5041
3136
3976
20
72
72
5184
5184
5184
21
70
58
4900
3364
4060
JUMLAH
1460
1328
102504
85168
93055





















Nilai varian sampel
dk= n-1
S1
Log S1
(dk) . Log S1
Nilai semester 1
20
47,58
1,67
33,4
Nilai semester 2
20
56,56
1,75
35
Jumlah = 2
40
-
-
68,4

 



Log S          = Log 52,07 = 1,72
Nilai B        = (log S) x Σ (n-1) = 1,72 x 40 = 68,8

X2 hitung     = (lon 10) x (B – Σ (dk) log S)
                   = 2,3 x (68,8 – 68,4)
                   = 2,3 x 0,4
                   = 0,92
Kemudian bandingkan X2 hitung dengan X2 tabel  untuk α = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = k-1 = 2 – 1 = 1, maka dicari pada table chi-kuadrat didapat X2tabel = 3,841 dengan kriteria  pengujian sebagai berikut :
Jika  X2 hitung ³ X2 tabel , berarti Tidak Homogen dan
Jika X2 hitung  £  X2 tabel, berati homogen
Ternyata X2 hitung  <  X2 tabel atau 0,92 < 3,841, maka varians-varians adalah HOMOGEN.


B.  UJI NORMALITAS DATA
Uji Normalitas Data Semester I

NO.
UAS I (X)

NO.
UAS I (X)
1
53
12
80
2
62
13
77
3
67
14
76
4
61
15
77
5
63
16
70
6
63
17
82
7
70
18
71
8
67
19
71
9
67
20
72
10
65
21
70
11
76



Langkah I. Mencari skor terbesar dan terkecil
Skor terbesar = 82
Skor terkecil  = 53
Langkah 2. Mencari nilai Rentang (R)
R = Skor terbesar – Skor terkecil
R = 82 – 53 = 29
Langkah 3. Mencari banyaknya kelas (BK)
BK = 1 + 3,3 Log n  (Rumus Sturgess)
BK = 1 + 3,3 Log (21) = 1 + 3,3 (1,32)  = 5,356 dibulatkan 5
Langkah 4. Mencari nilai panjang kelas (i)





langkah 5. Membuat tabulasi dengan tabel penolong.
No.
Kelas Interval
f
Nilai tengah (x)
x2
f . x
f . x2
1
53 – 58
1
56
3136
56
3136
2
59 – 64
4
62
3844
248
15376
3
65 – 70
7
68
4624
476
32368
4
71 – 76
5
74
5476
370
27380
5
77 – 82
4
80
6400
320
25600
Jumlah
21
-

1470
103860

Langkah 6. Mencari rata-rata (mean)

Langkah 7. Mencari simpangan baku (standard deviasi)



Langkah 8. Membuat daftar frekuensi yang diharapkan dengan cara :
1)      Menentukan batas kelas,
52,5 ; 58,5 ; 64,5 ; 70,5 ; 76,5 ; 83,5
2)      Mencari nilai Z-score untuk batas kelas interval dengan rumus :

3)      Mencari luas 0 – Z dari tabel kurva nominal dari 0 – Z dengan menggunakan angka-angka untuk batas kelas, sehingga diperoleh :
0,4941 ; 0,4515 ; 0,2852 ; 0,0279 ; 0,3264 ; 0,4744
4)      Mencari luas tiap kelas interval dengan cara menggunakan angka-angka 0 – Z yaitu angka baris pertama dikurangi baris kedua, angka kedua dikurangi baris ketiga dan begitu seterusnya, kecuali untuk angka yang berbeda pada baris paling tengah ditambahkan dengan angka pada baris berikutnya.
0,4941 - 0,4515 = 0,0426
0,4515 - 0,2852  = 0,1663
0,2852 + 0,0279 = 0,3131
0,0279 - 0,3264 =  0,2985
0,3264 - 0,4744 = 0,148
5)      Mencari frekuensi yang diharapkan (fe) dengan cara mengalikan luas tiap interval dengan jumlah responden (n=21), sehingga diperoleh :
0,0426 x 21 = 0,89
0,1663 x 21 = 3,49
0,3131 x 21 = 6,57
0,2985 x 21 = 6,27
0,148   x 21 = 3,11

Frekuensi yang diharapkan (fe) dari hasil pengamatan (fo)
No.
Batas kelas
Z
Luas 0-Z
Luas Tiap kelas Interval
fe
fo
(fo-fe)2
1
52,5
-2,52
0,4941
0,0426
0,89
1
0,0121
2
58,5
-1,66
0,4515
0,1663
3,49
4
0,2601
3
64,5
-0,79
0,2852
0,3131
6,57
7
0,1849
4
70,5
0,07
0,0279
0,2985
6,27
5
1,6129
5
76,5
0,94
0,3264
0,148
3,11
4
0,7921

83,5
1,95
0,4744





Σ fo=21


Langkah 9. Mencari chi-kuadrat hitung ( c2 hitung )


  
Langkah 10. Membandingkan c2 hitung dengan c2 tabel
Dengan membandingkan c2 hitung dengan c2 tabel untuk α = 0,05 dan (dk) = k-1 = 5-1 = 4, maka didapat c2 tabel = 9,488  dengan kriteria pengujian sebagai berikut :
Jika c2 hitung  ³ c2 tabel, artinya distribusi data tidak normal dan
Jika c2 hitung  £ c2 tabel, artinya distribusi data normal

Ternyata c2 hitung  < c2 tabel atau 0,6271 < 9,488 , Jadi Distribusi Data Normal.


Uji Normalitas Data Semester II

NO.
UAS II (Y)

NO.
UAS II (Y)
1
58
12
74
2
47
13
68
3
57
14
68
4
61
15
63
5
62
16
63
6
50
17
80
7
62
18
70
8
67
19
56
9
67
20
72
10
62
21
58
11
63



Langkah I. Mencari skor terbesar dan terkecil
Skor terbesar = 80
Skor terkecil  = 47
Langkah 2. Mencari nilai Rentang (R)
R = Skor terbesar – Skor terkecil
R = 80 – 47 = 33
Langkah 3. Mencari banyaknya kelas (BK)
BK = 1 + 3,3 Log n  (Rumus Sturgess)
BK = 1 + 3,3 Log (21) = 1 + 3,3 (1,32)  = 5,356 dibulatkan 5
Langkah 4. Mencari nilai panjang kelas (i)




langkah 5. Membuat tabulasi dengan tabel penolong.
No.
Kelas Interval
f
Nilai tengah (x)
x2
f . x
f . x2
1
47 – 53
2
50
2500
100
5000
2
54 – 60
4
57
3249
228
12996
3
61 – 67
9
64
4096
576
36864
4
68 – 74
5
71
5041
355
25205
5
75 – 81
1
78
6084
78
6084
Jumlah
21
-

1337
86149

Langkah 6. Mencari rata-rata (mean)




Langkah 7. Mencari simpangan baku (standard deviasi)







Langkah 8. Membuat daftar frekuensi yang diharapkan dengan cara :
1)      Menentukan batas kelas,
46,5 ; 53,5 ; 60,5 ; 67,5 ; 74,5 ; 81,5
2)      Mencari nilai Z-score untuk batas kelas interval dengan rumus :


3)      Mencari luas 0 – Z dari tabel kurva nominal dari 0 – Z dengan menggunakan angka-angka untuk batas kelas, sehingga diperoleh :
0,4916 ; 0,4222 ; 0,1700 ; 0,2019 ; 0,4345 ; 0,4936
4)      Mencari luas tiap kelas interval dengan cara menggunakan angka-angka 0 – Z yaitu angka baris pertama dikurangi baris kedua, angka kedua dikurangi baris ketiga dan begitu seterusnya, kecuali untuk angka yang berbeda pada baris paling tengah ditambahkan dengan angka pada baris berikutnya.
0,4916 - 0,4222  =  0,0694
0,4222 - 0,1700  =  0,2522
0,1700 + 0,2019 =  0,3719
0,2019 - 0,4345  =  0,2326
0,4345 - 0,4936 =   0,0591
5)      Mencari frekuensi yang diharapkan (fe) dengan cara mengalikan luas tiap interval dengan jumlah responden (n=21), sehingga diperoleh :
0,0694 x 21 = 1,46
0,2522 x 21 = 5,29
0,3719 x 21 = 7,81
0,2326 x 21 = 4,87
0,0591 x 21 = 1,24

Frekuensi yang diharapkan (fe) dari hasil pengamatan (fo)
No.
Batas kelas
Z
Luas 0-Z
Luas Tiap kelas Interval
fe
fo
(fo-fe)2
1
46,5
-2,39
0,4916
0,0694
1,46
2
0,2916
2
53,5
-1,42
0,4222
0,2522
5,29
4
1,6641
3
60,5
-0,44
0,1700
0,3719
7,81
9
1,4161
4
67,5
0,53
0,2019
0,2326
4,87
5
0,0169
5
74,5
1,51
0,4345
0,0591
1,24
1
0,0576

81,5
2,49
0,4936





Σ fo=21


Langkah 9. Mencari chi-kuadrat hitung ( c2 hitung )

= 0,2 + 0,31 + 0,18 + 0,0034 + 0,046 = 0,7394 dibulatkan 0,74

Langkah 10. Membandingkan c2 hitung dengan c2 tabel
Dengan membandingkan c2 hitung dengan c2 tabel untuk α = 0,05 dan (dk) = k-1 = 5-1 = 4, maka didapat c2 tabel = 9,488  dengan kriteria pengujian sebagai berikut :
Jika c2 hitung  ³ c2 tabel, artinya distribusi data tidak normal dan
Jika c2 hitung  £ c2 tabel, artinya distribusi data normal

Ternyata c2 hitung  < c2 tabel atau 0,74 < 9,488 , Jadi Distribusi Data Normal.


C.  Uji Linieritas Regresi
Data nilai semester ganjil (X) dan semester genap (Y) kelas XI warga belajar paket C bidang studi Bahasa Indonesia di PKBM ABC Bengkulu Utara.
NO.
UAS I (X)
UAS II (Y)
X 2
Y 2
XY
1
53
58
2809
3364
3074
2
62
47
3844
2209
2914
3
67
57
4489
3249
3819
4
61
61
3721
3721
3721
5
63
62
3969
3844
3906
6
63
50
3969
2500
3150
7
70
62
4900
3844
4340
8
67
67
4489
4489
4489
9
67
67
4489
4489
4489
10
65
62
4225
3844
4030
11
76
63
5776
3969
4788
12
80
74
6400
5476
5920
13
77
68
5929
4624
5236
14
76
68
5776
4624
5168
15
77
63
5929
3969
4851
16
70
63
4900
3969
4410
17
82
80
6724
6400
6560
18
71
70
5041
4900
4970
19
71
56
5041
3136
3976
20
72
72
5184
5184
5184
21
70
58
4900
3364
4060
JUMLAH
1460
1328
102504
85168
93055

Nilai regresi XY atau rxy
 










n
Σ X
Σ Y
Σ X2
Σ Y2
Σ XY
21
1460
1328
102504
85168
93055
rxy
a
b
Ý
x
sy
sx
0,667

12,62

0,728

63,24

69,52

7,71

7,07



Langkah 2. Mencari jumlah kuadrat regresi (JKreg(a)) dengan rumus :

Langkah 3. Mencari jumlah kuadrat regresi (JK reg(b/a) dengan rumus :

Langkah 4. Mencari jumlah kuadrat residu (JK Res) dengan rumus :
JK Res = ΣY2 – JK Res (b|a) – JK Reg (a) = 85168 – 529,53 – 83980,19 = 658,28
Langkah 5. Mencari rata-rata jumlah kuadrat regresi (RJK Reg(a)) dengan rumus :
RJK Reg(a) = JK Reg (a) = 83980,19
Langkah 6. Mencari rata-rata jumlah kuadrat regresi (RJK Reg( b|a)) dengan rumus :
RJK Reg(b | a) = JK Reg (b|a) = 529,53
Langkah 7. Mencari rata-rata jumlah kuadrat residu (RJK Res ) dengan rumus :


Langkah 8. Mencari Jumlah Kuadrat Error (JKE) dengan rumus :

No.
X
kelompok
n
y
1
53
1
1
58
2
61
2
1
47
3
62
3
1
57
4
63
4
2
61
5
63
62
6
65
5
1
50
7
67
6
3
62
8
67
67
9
67
67
10
70
7
3
62
11
70
63
12
70
74
13
71
8
2
68
14
71
68
15
72
9
1
63
16
76
10
2
63
17
76
80
18
77
11
2
70
19
77
56
20
80
12
1
72
21
82
13
1
58

JKE = (582-582/1) + (472-472/1) + (572-572/1) + {(612+622) – (61+62)2}/2 + (502+502/1)}+ {(622+672+672) – [(62+67+67)2] / 3} + {(622+632+742) – [(62+63+74)2] /3} + {(682+802) – [(68+68)2] /2 + (632+632/1) + {(632+802) – [(63+80)2] /2}+{(702+562) – [(70+56)2] /2 + (722+722/1) + (582-582/1)  = 0 + 0 + 0 + 0,5 + 0 + 16,67 + 88,67 + 0 + 0 + 144,5 + 98 + 0 + 0  =  348,34


Tabel ringkasan anava variable X dan Y untuk uji linearitas
Sumber varian (SV)
Derajat kebebasan (dk)
Jumlah kuadrat (JK)
Rata-rata jumlah kuadrat (RJK)
F hitung
F tabel
Total
n
ΣY2
-
linier
linier
Regresi a
Regresi (b|a)
Residu
1
1
n-2
JK reg (a)
RJK reg (b|a)
JK res
RJK reg(a)
RJK reg (b|a)
RJK res
Keterangan :
Tuna cocok
Kesalahan (Error)
k-2
n-k
JKTC
JKE
RJK TC
RJKE





Tabel ringkasan anava variable X dan Y untuk uji linearitas
Sumber varian (SV)
Derajat kebebasan (dk)
Jumlah kuadrat (JK)
Rata-rata jumlah kuadrat (RJK)
F hitung
F tabel
Total
21
85168
-
0,647
3,31
Regresi a
Regresi (b|a)
Residu
1
1
19
83980,19
529,53
658,28
83980,19
529,53
34,64
Keterangan :
F hitung < F tabel
Atau
0,647 <  3,31
Maka data berpola linier
Tuna cocok
Kesalahan (Error)
11
8
304,94
348,34
28,18
43,54






Langkah 13. Menentukan keputusan pengujian
Jika Fhitung  £  Ftabel, artinya data berpola linier dan
Jika Fhitung  ³  Ftabel, artinya data berpola tidak linier.
Langkah 14. Mencari Ftabel.
Cara mencari = F tabel            dk = 11 (dk TC) sebagai angka pembilang
                                                Dk = 8  (dk E)  sebagai angka penyebut.
F tabel = 3,31
Langkah 15. Membandingkan Fhitung  dan  Ftabel
Ternyata Fhitung  <  Ftabel atau  0,647 <  3,31. Maka data berpola Linier.


D.  Menghitung hubungan / Uji Signifikan
Judul :
HUBUNGAN NILAI UJIAN SEMESTER GANJIL TERHADAP
NILAI UJIAN SEMESTER GENAP BIDANG STUDI BAHASA INDONESIA
KELAS XI WARGA BELAJAR PAKET C TAHUN AJARAN 2010/2011
DI PKBM ABC DESA XYZ KECAMATAN DKI
KABUPATEN BENGKULU UTARA

Pertanyaan :
a.       Berapa besar hubungan variable X terhadap Y ?
b.      Berapa besar sumbangan (kontribusi) variable X terhadap Y ?
c.       Buktikan apakah ada hubungan yang signifikan variable X terhadap variable Y ?

Langkah 1. Membuat Ha dan Ho dalam bentuk kalimat :
Ha : ada hubungan yang signifikan antara nilai ujian semester ganjil terhadap nilai ujian semester genap mata pelajaran Bahasa Indonesia pada warga belajar kelas XI paket C.
Ho : tidak ada hubungan yang signifikan antara nilai ujian semester ganjil terhadap nilai ujian semester genap mata pelajaran Bahasa Indonesia pada warga belajar kelas XI paket C
Langkah 2. Membuat Ha dan Ho dalam bentuk statistic :
Ha : r ¹ 0
Ho : r = 0
Langkah 3. Membuat tabel penolong untuk menghitung korelasi PPM :

NO.
UAS I (X)
UAS II (Y)
X 2
Y 2
XY
1
53
58
2809
3364
3074
2
62
47
3844
2209
2914
3
67
57
4489
3249
3819
4
61
61
3721
3721
3721
5
63
62
3969
3844
3906
6
63
50
3969
2500
3150
7
70
62
4900
3844
4340
8
67
67
4489
4489
4489
9
67
67
4489
4489
4489
10
65
62
4225
3844
4030
11
76
63
5776
3969
4788
12
80
74
6400
5476
5920
13
77
68
5929
4624
5236
14
76
68
5776
4624
5168
15
77
63
5929
3969
4851
16
70
63
4900
3969
4410
17
82
80
6724
6400
6560
18
71
70
5041
4900
4970
19
71
56
5041
3136
3976
20
72
72
5184
5184
5184
21
70
58
4900
3364
4060
JUMLAH
1460
1328
102504
85168
93055

Langkah 4. Mencari r hitung dengan cara memasukkan angka statistic dari tabel penolong dengan rumus :
 








Langkah 5. Mencari besaran sumbangan (kontribusi) variable X terhadap Y dengan rumus :

KP = r 2 x 100% = 0,667 2 x 100% = 0,4449 x 100% = 44,49%
Artinya variabel nilai ujian semester ganjil memberikan kontribusi terhadap nilai ujian semester genap mata pelajaran Bahasa Indonesia sebesar 44,49% dan sisanya 55,51% ditentukan variabel lain.
Langkah 6. Menguji signifikan dengan  rumus t hitung.

Kaidah pengujian :
Jika t hitung ³ t ­tabel, maka tolak Ho artinya signifikan
t hitung £ t ­tabel, terima Ho artinya tidak signifikan.
Berdasarkan perhitungan diatas, α = 0,05 dan n = 21, uji satu pihak :
dk= n-2 = 21-2 = 19 sehingga diperoleh t ­tabel = 1,729
ternyata t hitung > t tabel atau 3,91 > 1,729 , maka Ho ditolak, artinya ada hubungan yang signifikan antara nilai ujian semester ganjil terhadap nilai ujian semester genap mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XI pada warga belajar paket C di PKBM ABC.

Langkah 7. Membuat kesimpulan.
Nilai ujian semester ganjil terhadap nilai ujian semester genap mata pelajaran Bahasa Indonesia pada warga belajar kelas XI Paket C di PKBM ABC tergolong kuat, artinya nilai ujian semester ganjil sangat berpengaruh terhadap nilai ujian semester berikutnya (semester genap).
Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai r (korelasi PPM)
Interval koefisien
Tingkat hubungan
0,80 – 1,000
Sangat kuat
0,60 – 0,799
Kuat
0,40 – 0,599
Cukup kuat
0,20 – 0,399
Rendah
0,00 – 0,199
Sangat rendah


 

Blogroll

Silahkan memberikan komentar/kritik/saran/ucapan terimakasih untuk kebaikan web ini. Terima Kasih!!!