Pages

Blogger templates

Follow Instagram penulis : @bayupradikto // Imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan (Einstein) // Kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk generasi muda, tapi kita dapat membangun generasi muda untuk masa depan (F.D. Roosevelt) // Apa guna kita memiliki sekian ratus ribu alumni sekolah yang cerdas, tetapi massa rakyat dibiarkan bodoh. Segeralah kaum sekolah itu pasti akan menjadi penjajah rakyat dengan modal kepintaran mereka (Paulo Freire).
Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 24 September 2013

PERBEDAAN KURIKULUM KTSP DENGAN KURIKULUM 2013

Kurikulum 2013 sudah diimplementasikan pada tahun pelajaran 2013/2014 pada sekolah-sekolah tertentu (terbatas). Kurikulum 2013 diluncurkan secara resmi pada tanggal 15 Juli 2013. Sesuatu yang baru tentu mempunyai perbedaan dengan yang lama. Begitu pula kurikulum 2013 mempunyai perbedaan dengan KTSP. Berikut ini adalah perbedaan kurikulum 2013 dan KTSP :

No
Kurikulum 2013
KTSP
1 SKL  (Standar Kompetensi Lulusan) ditentukan terlebih dahulu, melalui Permendikbud No 54 Tahun 2013. Setelah itu baru ditentukan Standar Isi, yang bebentuk Kerangka Dasar Kurikulum, yang dituangkan dalam Permendikbud No 67, 68, 69, dan 70 Tahun 2013 Standar Isi ditentukan terlebih dahulu melaui Permendiknas No 22 Tahun 2006. Setelah itu ditentukan SKL (Standar Kompetensi Lulusan) melalui Permendiknas No 23 Tahun 2006
2 Aspek kompetensi lulusan ada keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan lebih menekankan pada aspek pengetahuan
3 di jenjang SD Tematik Terpadu untuk kelas I-VI di jenjang SD Tematik Terpadu untuk kelas I-III
4 Jumlah jam pelajaran per minggu lebih banyak dan jumlah mata pelajaran lebih sedikit dibanding KTSP Jumlah jam pelajaran lebih sedikit dan jumlah mata pelajaran lebih banyak dibanding Kurikulum 2013
5 Proses pembelajaran setiap tema di jenjang SD dan semua mata pelajaran di jenjang SMP/SMA/SMK dilakukan dengan pendekatan ilmiah (saintific approach), yaitu standar proses dalam pembelajaran terdiri dari Mengamati, Menanya, Mengolah, Menyajikan, Menyimpulkan, dan Mencipta. Standar proses dalam pembelajaran terdiri dari Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi
6 TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) bukan sebagai mata pelajaran, melainkan sebagai media pembelajaran TIK sebagai mata pelajaran
7 Standar penilaian menggunakan penilaian otentik, yaitu mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil. Penilaiannya lebih dominan pada aspek pengetahuan
8 Pramuka menjadi ekstrakuler wajib Pramuka bukan ekstrakurikuler wajib
9 Pemintan (Penjurusan) mulai kelas X untuk jenjang SMA/MA Penjurusan mulai kelas XI
10 BK lebih menekankan mengembangkan potensi siswa BK lebih pada menyelesaikan masalah siswa

Rabu, 04 September 2013

PERBEDAAN PENDIDIKAN FORMAL, NONFORMAL DAN IN FORMAL

Pendidikan formal
Merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi.

Pendidikan nonformal
Paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar, adalah TPA, atau Taman Pendidikan Al Quran,yang banyak terdapat di setiap mesjid dan Sekolah Minggu, yang terdapat di semua gereja.
Selain itu, ada juga berbagai kursus, diantaranya kursus musik, bimbingan belajar dan sebagainya. Program - program PNF yaitu Keaksaraan fungsional (KF); Pendidikan Kesetaraan A, B, C; Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD); Magang; dan sebagainya Lembaga PNF yaitu PKBM, SKB, BPPNFI, dan lain sebagainya.

Pendidikan informal
Adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab.


Pendidikan formal adalah kegiatan yang sistematis, berstruktur, bertingkat, berjenjang, dimulai dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi dan yang setaraf denganya; termasuk ke dalamnya ialah kegiatan studi yang berorientasi akademis dan umum, program spesialisasi, dan latihan profesional, yang dilaksanakan dalam waktu yang terus menerus.

Pendidikan informal adalah proses yang berlagsung sepanjang usia sehingga setiap orang memperoleh nilai, sikap, ketrampilan dan pengetahuan yang bersumber dari pengalaman hidup sehari-hari, pengaruh lingkungan termasuk didalamnya adalah pengaruh kehidupan keluarga, hubungan dengan tetanga, lingkungan pekerjaan, dan permainan, pasar, perpustakaan, dan media masa.

Pendidikan non formal ialah setiap kegiatan terorganisasi dan sistematis, di luar sistem persekolahan yang mapan, dilakukan secara mandiri atau merupakanbagian penting dari kegiatan yang lebih luas, yang sengaja dilakukan untuk melayani peserta didik tertentu didalam mencapai tujuan belajarnya.

Ketiga pengertian diatas dapat digunakan untuk membedakan program pendidikan yang termasuk kkedalam setiap jalur pendidikan tersebut. Berdasarkan ketiga perdasarkan pengertian itu maka jelaslah bahwa pendidikan non formal tidak identik baik dengan pendidikan formal maupun dengan pendidikan informal.

Sabtu, 24 Agustus 2013

SIFAT ILMU PENGETAHUAN DAN METODE ILMIAH



Sifat Ilmu Pengetahuan dan Metode Ilmiah:

 Logis atau masuk akal, yaitu sesuai dengan logika atau aturan berpikir yang ditetapkan dalam cabang ilmu pengetahuan yang bersangkutan. Definisi, aturan, inferensi induktif, probabilitas, kalkulus, dll. merupakan bentuk logika yang menjadi landasan ilmu pengetahuan. Logika dalam ilmu pengetahuan adalah definitif. Obyektif atau sesuai dengan fakta. Fakta adalah informasi yang diperoleh dari pengamatan atau penalaran fenomena.
Obyektif dalam ilmu pengetahuan berkenaan dengan sikap yang tidak tergantung pada suasana hati, prasangka atau pertimbangan nilai pribadi. Atribut obyektif mengandung arti bahwa kebenaran ditentukan oleh pengujian secara terbuka yang dilakukan dari pengamatan dan penalaran fenomena.
Sistematis yaitu adanya konsistensi dan keteraturan internal. Kedewasaan ilmu pengetahuan dicerminkan oleh adanya keteraturan internal dalam teori, hukum, prinsip dan metodenya. Konsistensi internal dapat berubah dengan adanya penemuan-penemuan baru. Sifat dinamis ini tidak boleh menghasilkan kontradiksi pada azas teori ilmu pengetahuan.
Andal yaitu dapat diuji kembali secara terbuka menurut persyaratan yang ditentukan dengan hasil yang dapat diandalkan. Ilmu pengetahuan bersifat umum, terbuka dan universal.
Dirancang. Ilmu pengetahuan tidak berkembang dengan sendirinya. Ilmu pengetahuan dikembangkan menurut suatu rancangan yang menerapkan metode ilmiah. Rancangan ini akan menentukan mutu keluaran ilmu pengetahuan.
Akumulatif. Ilmu pengetahuan merupakan himpunan fakta, teori, hukum, dll. yang terkumpul sedikit demi sedikit. Apabila ada kaedah yang salah, maka kaedah itu akan diganti dengan kaedah yang benar. Kebenaran ilmu bersifat relatif dan temporal, tidak pernah mutlak dan final, sehingga dengan demikian ilmu pengetahuan bersifat dinamis dan terbuka.


Ciri Penelitian:
 Keluaran penelitian harus mengandung kontribusi atau nilai tambah, harus ada sesuatu yang baru untuk ditambahkan pada perbendaharaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada. Originalitas yang dikandung dalam kontribusi penelitian dapat berlainan tingkatnya, dan tingkat kontribusi ini akan menentukan mutu penelitian. Misalnya, hasil penelitian S3 biasanya mempunyai kontribusi yang sangat mendasar, mempunyai keberlakuan universal, atau mempunyai dampak luas pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kontribusi penelitian S2 bersifat kelanjutan atau penambahan teori, proses atau penerapan yang telah ada. Sedangkan penelitian S1 biasanya merupakan hasil karya mandiri dalam menerapkan pengetahuan dan ketrampilan yang diperolehnya selama belajar di tingkat S1. Kontribusi itu dirumuskan sebagai tesis penelitian.
Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan metode ilmiah. Penerapan metode ilmiah dalam penelitian bertujuan agar keluaran penelitian dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya atau mutunya.
Tesis sebagai keluaran penelitian diuraikan atau dibuktikan secara analitis, yaitu dijelaskan hubungan sebab-akibat antara variabel-variabel dengan menggunakan metode ilmiah.

Rabu, 31 Juli 2013

Contoh Proposal Kegiatan Bakti Sosial



LATAR BELAKANG

Dalam era globalisasi ini nilai-nilai kompetitif sangat dibutuhkan dan dipersiapkan baik secara personal maupun institusional. Terjun dan berinteraksi langsung ke lapangan adalah suatu hal yang sangat strategis dalam mengaktualisasikan diri guna mempersiapkan kader-kader penerus perjuangan bangsa yang memiliki sumber daya manusia yang teruji dan memiliki orientasi jangka panjang. Sumber daya manusia merupakan suatu komponen pendukung terpenting dalam jalannya perkembangan baik dalam suatu organisasi ataupun lembaga-lembaga pendidikan serta pemerintah sekalipun. Maka dari itu, peningkatan sumber daya manusia harus dibina dan disertai dengan pendidikan, baik Formal maupun Non Formal.
PLSPMD atau yang lebih dikenal dengan PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH PEDULI MASYARAKAT DESA merupakan salah satu kegiatan sosial mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu. Kompleksnya permasalahan yang ada dimasyarakat merupakan wadah bagi mahasiswa dalam pengaplikasian konsep dan teori yang didapat dalam proses perkuliahan, dalam hal ini mahasiswa sebagai calon agen-agen perubah diharapkan mampu dan terampil dalam menghadapi dan mencari solusi terhadap permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat.
Lebih Esensial bagi mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah (PLS), kegiatan ini dapat mengkondisikan mahasiswa kedalam situasi nyata yaitu bagaimana mengaplikasikan konsep dan teori yang didapat terhadap kondisi real yang ada dalam rangka mencari solusi konkrit terhadap masalah yang ada di lingkungan masyarakat. Hal ini dikarenakan kompetensi yang didapat mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah (PLS) merupakan kemampuan dalam merencanakan, mengorganisir, melaksanakan, mengontrol dan mengevaluasi sebuah pendidikan masyarakat dan keluarga. Substansi inilah yang mewajibkan setiap pelatihan, penyuluhan, pengajaran dan lain-lain, yang kesemuanya itu berawal dari sebuah analisis, identifikasi terhadap kebutuhan real masyarakat. Untuk mendapat akurasi mengenai hal tersebut mahasiswa Pendidikan Luar sekolah (PLS) harus melihat secara langsung mengenai kondisi lingkungan, sosial, budaya dan lainnya.
Maka dari itu kami mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu ingin  mengadakan kegiatan PLSPMD atau bisa di katakan Kegiatan Bakti Sosial Mahasiswa PLS ini guna memberikan sumbangsih dan kontribusi langsung  kepada masyarakat yaitu berupa penerapan langsung ilmu-ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah. Kegiatan semacam ini menurut kami sangatlah bermanfaat dan memberikan nilai lebih baik bagi mahasiswa itu sendiri mau pun masyarakat setempat.

DASAR KEGIATAN

§  Dasar Negara Indonesia Pancasila dan UUD 1945
§  Program Kerja HIMAPLUS UNIB periode 2010/2011


Senin, 15 Juli 2013

CONTOH KUESIONER TENTANG MINAT



Kuesioner Penelitian

FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MINAT UNTUK MENGIKUTI PROGRAM PAKET B BAGI MASYARAKAT DESA PADANG LEBAR
 DI SKB KAB. BENGKULU SELATAN


No. Kuesioner : ...........

Dengan Hormat,
Saya Vedi Fandri Mahasiswa Universitas Bengkulu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan penulisan Skripsi di Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, dengan ini Saya memohon kesediaan Saudara/i untuk berpartisipasi dalam mengisi kuesioner berikut ini. Setiap jawaban yang Saudara berikan merupakan bantuan yang tidak ternilai harganya bagi penelitian ini, atas perhatian dan bantuannya Saya ucapkan terima kasih.

Petunjuk Pengisisan :
1. Mohon kesediaan Sudara mengisi kuesioner dengan jawaban yang jujur.
2. Berikan tanda silang (X) pada setiap jawaban yang menurut Saudara anggap sesuai.
3. Setelah diisi mohon dikembalikan kepada petugas pengumpul kuesioner.


Nama Responden      :..................................................
Umur                          : ………………………………..
Jenis Kelamin            :..................................................

Daftar Pernyaataan

1.      Adakah keinginan/ minat  saudara untuk melanjutkan pendidikan
[A] Sangat Ingin
[B] Ingin
[C] cukup Ingin
[D] tidak Ingin sama sekali

2.      Anda mengetahui program paket B di SKB Bengkulu Selatan
[A] Sangat Tahu
[B] Tahu
[C] Cukup Tahu
[D] Tidak Tahu sama sekali
3.      Anda mengetahui manfaat program paket B di SKB Bengkulu Selatan
[A] Sangat Tahu
[B] Tahu
[C] kurang Tahu
[D] tidak Tahu sama sekali

4.      Saudara tertarikan untuk mengikuti paket B di SKB Bengkulu Selatan
[A] Sangat tertarik                 
[B] tertarik
[C] kurang tertarik                 
[D] Tidak tertarik sama sekali

5.      Anda menyediakan dana khusus/ menabung untuk pendidikan
[A] sering menabung untuk pendidikan
[B] menabung untuk pendidikan
[C] tidak menabung untuk pendidikan
[D] Tidak menabung sama sekali

6.      Jauhkah jarak antara rumah anda ke SKB Kab. Bengkulu Selatan
[A] Sangat dekat                     [B] Dekat
[C] Jauh                                  [D] Sangat jauh          

7.      Saudara mengetahui letak/ lokasi SKB kab. Bengkulu Selatan
[A] Sangat Tahu
[B] Tahu
[C] kurang Tahu
[D] tidak Tahu sama sekali

8.      Anda ingin mengetahui/ mengikuti paket B di SKB Kab. Bengkulu Selatan setelah mendengar cerita dari teman- teman anda
[A] Sangat ingin
[B] ingin
[C] cukup ingin
[D] tidak ingin sama sekali

9.      Saudara tahu latar belakang pendidikan Tutor paket B SKB Bengkulu Selatan
[A] Sangat Tahu
[B] Tahu
[C] kurang tahu
[D] tidak tahu sama sekali

  
10.  Saudara tertarik dengan penampilan tutor  paket B SKB Bengkulu Selatan
[A] Sangat tertarik                 
[B] tertarik
[C] kurang tertarik                 
[D] Tidak tertarik sama sekali

11.  Menurut Saudara!! Apabila anda mengikuti kegiatan KBM paket , anda akan tertarik untuk mengikuti program paket B di SKB Kab. Bengkulu Selatan
[A] Sangat tertarik                              [B] tertarik
[C] kurang tertarik                               [D] Tidak tertarik sama sekali

12.  Anda tertarik dengan kondisi bangunan/ gedung  belajar paket B SKB Bengkulu Selatan?
[A] Sangat tertarik
[B] Tertarik
[C] Kurang  tertarik
[D] Tidak tertarik sama sekali

13.  Anda tertarik dengan lingkungan belajar paket B SKB Bengkulu Selatan
[A] Sangat tertarik
[B] Tertarik
[C] Kurang  tertarik
[D] Tidak tertarik sama sekali

14.  Anda tertarik fasilitas sarana dan prasarana yang tersedia di SKB Kab. Bengkulu Selatan
[A] Sangat tertarik
[B] Tertarik
[C] Kurang  tertarik
[D] Tidak tertarik sama sekali

15.  Anda tertarik dengan Ruang  belajar paket B SKB Bengkulu Selatan
[A] Sangat tertarik
[B] Tertarik
[C] Kurang  tertarik
[D] Tidak tertarik sama sekali 


kuisioner Penelitian sdr Vedi Fandri * dalam skripsi berjudul "FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MINAT UNTUK MENGIKUTI PROGRAM PAKET B BAGI MASYARAKAT DESA PADANG LEBARDI SKB KAB. BENGKULU SELATAN"

*alumni mahasiswa PLS FKIP Universitas Bengkulu 2013 

 

Blogroll

Silahkan memberikan komentar/kritik/saran/ucapan terimakasih untuk kebaikan web ini. Terima Kasih!!!