Pages

Blogger templates

Follow Instagram penulis : @bayupradikto // Imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan (Einstein) // Kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk generasi muda, tapi kita dapat membangun generasi muda untuk masa depan (F.D. Roosevelt) // Apa guna kita memiliki sekian ratus ribu alumni sekolah yang cerdas, tetapi massa rakyat dibiarkan bodoh. Segeralah kaum sekolah itu pasti akan menjadi penjajah rakyat dengan modal kepintaran mereka (Paulo Freire).
Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 31 Juli 2013

Contoh Proposal Kegiatan Bakti Sosial



LATAR BELAKANG

Dalam era globalisasi ini nilai-nilai kompetitif sangat dibutuhkan dan dipersiapkan baik secara personal maupun institusional. Terjun dan berinteraksi langsung ke lapangan adalah suatu hal yang sangat strategis dalam mengaktualisasikan diri guna mempersiapkan kader-kader penerus perjuangan bangsa yang memiliki sumber daya manusia yang teruji dan memiliki orientasi jangka panjang. Sumber daya manusia merupakan suatu komponen pendukung terpenting dalam jalannya perkembangan baik dalam suatu organisasi ataupun lembaga-lembaga pendidikan serta pemerintah sekalipun. Maka dari itu, peningkatan sumber daya manusia harus dibina dan disertai dengan pendidikan, baik Formal maupun Non Formal.
PLSPMD atau yang lebih dikenal dengan PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH PEDULI MASYARAKAT DESA merupakan salah satu kegiatan sosial mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu. Kompleksnya permasalahan yang ada dimasyarakat merupakan wadah bagi mahasiswa dalam pengaplikasian konsep dan teori yang didapat dalam proses perkuliahan, dalam hal ini mahasiswa sebagai calon agen-agen perubah diharapkan mampu dan terampil dalam menghadapi dan mencari solusi terhadap permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat.
Lebih Esensial bagi mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah (PLS), kegiatan ini dapat mengkondisikan mahasiswa kedalam situasi nyata yaitu bagaimana mengaplikasikan konsep dan teori yang didapat terhadap kondisi real yang ada dalam rangka mencari solusi konkrit terhadap masalah yang ada di lingkungan masyarakat. Hal ini dikarenakan kompetensi yang didapat mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah (PLS) merupakan kemampuan dalam merencanakan, mengorganisir, melaksanakan, mengontrol dan mengevaluasi sebuah pendidikan masyarakat dan keluarga. Substansi inilah yang mewajibkan setiap pelatihan, penyuluhan, pengajaran dan lain-lain, yang kesemuanya itu berawal dari sebuah analisis, identifikasi terhadap kebutuhan real masyarakat. Untuk mendapat akurasi mengenai hal tersebut mahasiswa Pendidikan Luar sekolah (PLS) harus melihat secara langsung mengenai kondisi lingkungan, sosial, budaya dan lainnya.
Maka dari itu kami mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu ingin  mengadakan kegiatan PLSPMD atau bisa di katakan Kegiatan Bakti Sosial Mahasiswa PLS ini guna memberikan sumbangsih dan kontribusi langsung  kepada masyarakat yaitu berupa penerapan langsung ilmu-ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah. Kegiatan semacam ini menurut kami sangatlah bermanfaat dan memberikan nilai lebih baik bagi mahasiswa itu sendiri mau pun masyarakat setempat.

DASAR KEGIATAN

§  Dasar Negara Indonesia Pancasila dan UUD 1945
§  Program Kerja HIMAPLUS UNIB periode 2010/2011


Senin, 15 Juli 2013

CONTOH KUESIONER TENTANG MINAT



Kuesioner Penelitian

FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MINAT UNTUK MENGIKUTI PROGRAM PAKET B BAGI MASYARAKAT DESA PADANG LEBAR
 DI SKB KAB. BENGKULU SELATAN


No. Kuesioner : ...........

Dengan Hormat,
Saya Vedi Fandri Mahasiswa Universitas Bengkulu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan penulisan Skripsi di Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, dengan ini Saya memohon kesediaan Saudara/i untuk berpartisipasi dalam mengisi kuesioner berikut ini. Setiap jawaban yang Saudara berikan merupakan bantuan yang tidak ternilai harganya bagi penelitian ini, atas perhatian dan bantuannya Saya ucapkan terima kasih.

Petunjuk Pengisisan :
1. Mohon kesediaan Sudara mengisi kuesioner dengan jawaban yang jujur.
2. Berikan tanda silang (X) pada setiap jawaban yang menurut Saudara anggap sesuai.
3. Setelah diisi mohon dikembalikan kepada petugas pengumpul kuesioner.


Nama Responden      :..................................................
Umur                          : ………………………………..
Jenis Kelamin            :..................................................

Daftar Pernyaataan

1.      Adakah keinginan/ minat  saudara untuk melanjutkan pendidikan
[A] Sangat Ingin
[B] Ingin
[C] cukup Ingin
[D] tidak Ingin sama sekali

2.      Anda mengetahui program paket B di SKB Bengkulu Selatan
[A] Sangat Tahu
[B] Tahu
[C] Cukup Tahu
[D] Tidak Tahu sama sekali
3.      Anda mengetahui manfaat program paket B di SKB Bengkulu Selatan
[A] Sangat Tahu
[B] Tahu
[C] kurang Tahu
[D] tidak Tahu sama sekali

4.      Saudara tertarikan untuk mengikuti paket B di SKB Bengkulu Selatan
[A] Sangat tertarik                 
[B] tertarik
[C] kurang tertarik                 
[D] Tidak tertarik sama sekali

5.      Anda menyediakan dana khusus/ menabung untuk pendidikan
[A] sering menabung untuk pendidikan
[B] menabung untuk pendidikan
[C] tidak menabung untuk pendidikan
[D] Tidak menabung sama sekali

6.      Jauhkah jarak antara rumah anda ke SKB Kab. Bengkulu Selatan
[A] Sangat dekat                     [B] Dekat
[C] Jauh                                  [D] Sangat jauh          

7.      Saudara mengetahui letak/ lokasi SKB kab. Bengkulu Selatan
[A] Sangat Tahu
[B] Tahu
[C] kurang Tahu
[D] tidak Tahu sama sekali

8.      Anda ingin mengetahui/ mengikuti paket B di SKB Kab. Bengkulu Selatan setelah mendengar cerita dari teman- teman anda
[A] Sangat ingin
[B] ingin
[C] cukup ingin
[D] tidak ingin sama sekali

9.      Saudara tahu latar belakang pendidikan Tutor paket B SKB Bengkulu Selatan
[A] Sangat Tahu
[B] Tahu
[C] kurang tahu
[D] tidak tahu sama sekali

  
10.  Saudara tertarik dengan penampilan tutor  paket B SKB Bengkulu Selatan
[A] Sangat tertarik                 
[B] tertarik
[C] kurang tertarik                 
[D] Tidak tertarik sama sekali

11.  Menurut Saudara!! Apabila anda mengikuti kegiatan KBM paket , anda akan tertarik untuk mengikuti program paket B di SKB Kab. Bengkulu Selatan
[A] Sangat tertarik                              [B] tertarik
[C] kurang tertarik                               [D] Tidak tertarik sama sekali

12.  Anda tertarik dengan kondisi bangunan/ gedung  belajar paket B SKB Bengkulu Selatan?
[A] Sangat tertarik
[B] Tertarik
[C] Kurang  tertarik
[D] Tidak tertarik sama sekali

13.  Anda tertarik dengan lingkungan belajar paket B SKB Bengkulu Selatan
[A] Sangat tertarik
[B] Tertarik
[C] Kurang  tertarik
[D] Tidak tertarik sama sekali

14.  Anda tertarik fasilitas sarana dan prasarana yang tersedia di SKB Kab. Bengkulu Selatan
[A] Sangat tertarik
[B] Tertarik
[C] Kurang  tertarik
[D] Tidak tertarik sama sekali

15.  Anda tertarik dengan Ruang  belajar paket B SKB Bengkulu Selatan
[A] Sangat tertarik
[B] Tertarik
[C] Kurang  tertarik
[D] Tidak tertarik sama sekali 


kuisioner Penelitian sdr Vedi Fandri * dalam skripsi berjudul "FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MINAT UNTUK MENGIKUTI PROGRAM PAKET B BAGI MASYARAKAT DESA PADANG LEBARDI SKB KAB. BENGKULU SELATAN"

*alumni mahasiswa PLS FKIP Universitas Bengkulu 2013 

PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH SEBAGAI ALTERNATIF DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KESETARAAN



BAB I
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
Pendidikan tidak hanya diperoleh di lingkungan sekolah saja, namun di luar sekolah pun banyak sekali pendidikan-pendidikan yang manusia dapat, seperti yang disebut pendidikan sepanjang hayat. Pendidikan sepanjang hayat mulai aktual saat topik itu dilontarkan oleh UNESCO sebagai pandangan tentang pendidikan yang mengantisipasi perubahan-perubahan yang ada di masyarakat seluruh dunia dan negara berkembang, UNESCO dan lembaga internasional lainnya mulai melihat problem-problem ketertinggalan, kemiskinan hanya dapat diatasi dengan pendidikan dalam format yang menyesuaikan kebutuhan dan dikenakan pada berbagai kelompok umur termasuk orang dewasa.
Arti luas pendidikan sepanjang hayat (Lifelong Education) adalah bahwa pendidikan tidak berhenti hingga individu menjadi dewasa, tetapi tetap berlanjut sepanjang hidupnya. Pendidikan sepanjang hayat menjadi semakin tinggi urgensinya pada saat ini karena, manusia perlu terus menerus menyesuaikan diri supaya dapat tetap hidup secara wajar dalam lingkungan masyarakatnya yang selalu berubah.
Jadi dalam hal ini pendidikan luar sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan nasional, karena dapat menjadikan sebuah alternative penting dalam pendidikan yang ada di Indonesia.
Program kesetaraan merupakan salah satu wujud dari hal tersebut, jadi pemerintah juga memegang peranan penting dalam mengambil kebijakan-kebijakan yang ada.
1.2   Rumusan Masalah
Dari penjelasan diatas, maka muncul beberapa masalah yaitu :
a.         Apa yang dimaksud dengan pendidikan luar sekolah sebagai alternatif ?
b.        Apa saja  kebijakan pemerintah dalam pengembangan pendidikan kesetaraan?

1.3   Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui apa yang dimaksud pendidikan berkelanjutan, tujuan pendidikan berkelanjutan dan konsep pendidikan kecakapan hidup..
1.4   Metodologi
Metodologi yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah metodologi kepustakaan.



BAB II
PEMBAHASAN
A. Pendidikan Luar Sekolah Sebagai Alternatif
Kita menyadari bahwa SDM kita masih rendah, dan tentunya kita masih punya satu sikap yakni optimis untuk dapat mengangkat SDM tersebut. Salah satu pilar yang tidak mungkin terabaikan adalah melalui pendidikan non formal atau lebih dikenal dengan pendidikan luar sekolah (PLS).
Seperti kita ketahui, bahwa rendahnya SDM kita tidak terlepas dari rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, terutama pada usia sekolah. Rendahnya kualitas SDM tersebut disebabkan oleh banyak hal, misalnya ketidakmampuan anak usia sekolah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sebagai akibat dari kemiskinan yang melilit kehidupan keluarga, atau bisa saja disebabkan oleh oleh angka putus sekolah, hal yang sama disebabkan oleh factor ekonomi
Oleh sebab itu, perlu menjadi perhatian pemerintah melalui semangat otonomi daerah adalah mengerakan program pendidikan non formal tersebut, karena UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional secara lugas dan tegas menyebutkan bahwa pendidikan non formal akan terus ditumbuhkembangkan dalam kerangka mewujudkan pendidikan berbasis masyarakat, dan pemerintah ikut bertanggungjawab kelangsungan pendidikan non formal sebagai upaya untuk menuntaskan wajib belajar 9 tahun.
Dalam kerangka perluasan dan pemerataan PLS, secara bertahap dan bergukir akan terus ditingkatkan jangkauan pelayanan serta peran serta masyarakat dan pemerintah daerah untuk menggali dan memanfaatkan seluruh potensi masyarakat untuk mendukung penyelenggaraan PLS, maka Rencana Strategis baik untuk tingkat propinsi maupun kabupaten kota, adalah :
  1. Perluasan pemerataan dan jangkauan pendidikan anak usia dini;
  2. Peningkatan pemerataan, jangkauan dan kualitas pelayanan Kejar Paket A setara SD, Kejar Paket B setara SLTP dan Kejar Paket C setara SMA;
  3. Penuntasan buta aksara melalui program Keaksaraan Fungsional;
  4. Perluasan, pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan perempuan (PKUP), Program Pendidikan Orang tua (Parenting);
  5. Perluasan, pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan berkelanjutan melalui program pembinaan kursus, kelompok belajar usaha, magang, beasiswa/kursus; dan
  6. Memperkuat dan memandirikan PKBM yang telah melembaga saat ini di berbagai daerah.
Dalam kaitan dengan upaya peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan, maka program PLS lebih berorientasi pada kebutuhan pasar, tanpa mengesampingkan aspek akademis. Oleh sebab itu Program PLS mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, profesionalitas, produktivitas, dan daya saing dalam merebut peluang pasar dan peluang usaha, maka yang perlu disusun Rencana strategis adalah :
  1. Meningkatkan mutu tenaga kependidikan PLS;
  2. Meningkatkan mutu sarana dan prasarana dapat memperluas pelayanan PLS, dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil;
  3. Meningkatkan pelaksanaan program kendali mutu melalui penetapan standard kompetensi, standard kurikulum untuk kursus;
  4. Meningkatkan kemitraan dengan pihak berkepentingan (stakholder) seperti Dudi, asosiasi profesi, lembaga diklat; serta
  5. Melaksanakan penelitian kesesuain program PLS dengan kebutuhan masyarakat dan pasar. Demikian pula kaitan dengan peningkatan kualitas manajemen pendidikan.
Strategi PLS dalam rangka era otonomi daerah, maka rencana strategi yang dilakukan adalah :
  1. Meningkatkan peranserta masyarakat dan pemerintah daerah;
  2. Pembinaan kelembagaan PLS;
  3. Pemanfaatan/pemberdayaan sumber-sumber potensi masyarakat;
  4. Mengembangkan sistem komunikasi dan informasi di bidang PLS;
  5. Meningkatkan fasilitas di bidang PLS
Semangat Otonomi Daerah PLS memusatkan perhatiannya pada usaha pembelajaran di bidang keterampilan lokal, baik secara sendiri maupun terintegrasi. Diharapkan mereka mampu mengoptimalkan apa yang sudah mereka miliki, sehingga dapat bekerja lebih produktif dan efisien, selanjutnya tidak menutup kemungkinan mereka dapat membuka peluang kerja.
Pendidikan Luar Sekolah menggunakan pembelajaran bermakna, artinya lebih berorientasi dengan pasar, dan hasil pembelajaran dapat dirasakan langsung manfaatnya, baik oleh masyarakat maupun peserta didik itu sendiri..
Di dalam pengembangan Pendidikan Luar Sekolah, yang perlu menjadi perhatian bahwa, dalam usaha memberdayakan masyarakat kiranya dapat membaca dan merebut peluang dari otonomi daerah, pendidikan luar sekolah pada era otonomi daerah sebenarnya diberi kesempatan untuk berbuat, karena mustahil peningkatan dan pemberdayaan masyarakat menjadi beban pendidikan formal saja, akan tetapi pendidikan formal juga memiliki tanggungjawab yang sama. .
Oleh sebab itu sasaran Pendidikan Luar Sekolah lebih memusatkan pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan berkelanjutan, dan perempuan.
Selanjutnya Pendidikan Luar Sekolah harus mampu membentuk SDM berdaya saing tinggi, dan sangat ditentukan oleh SDM muda (dini), dan tepatlah Pendidikan Luar sekolah sebagai alternative di dalam peningkatan SDM ke depan.
PLS menjadi tanggung jawab masyarakat dan pemerintah sejalan dengan Pendidikan Berbasis Masyarakat, penyelenggaraan PLS lebih memberdayakan masyarakat sebagai perencana, pelaksanaan serta pengendali, PLS perlu mempertahankan falsafah lebih baik mendengar dari pada didengar, Pemerintah daerah propinsi, kabupaten dan kota secara terus menerus memberi perhatian terhadap PLS sebagai upaya peningkatan SDM, dan PLS sebagai salah satu solusi terhadap permasalahan masyarakat, terutama anak usia sekolah yang tidak mampu melanjutkan pendidikan, dan anak usia putus sekolah..Semoga.
B.  Kebijakan Pemerintah Dalam Pengembangan Pendidikan Kesetaraan
Kebijakan pemerintah dalam pengembangan pendidikan kesetaraan :
1.      Ruang Lingkup Program PNF
2.      Pendidikan Kecakapan Hidup
3.      Pendidikan Anak Usia Dini
4.      Pendidikan Kepemudaan
5.      Pendidikan Pemberdayaan Perempuan
6.      Pendidikan Keaksaraan
7.      Pendidikan Keterampilan dan Pelatihan Kerja
8.      Pendidikan Kesetaraan
9.      Pendidikan lain untuk mengembangkan kemampuan peserta didik
(UU No.20 TH.2003)
a)      Pendidikan Kesetaraan
Merupakan pendidikan nonformal yang mencakup program Paket A,B,C dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan,keterampilan fungsioanl serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional peserta didik.
b)      Sasaran Pendidikan Kesetaraan
1)      Penduduk tiga tahun di atas usia SD/MI ( 13-15) Paket A dan tiga tahun di atas usia SMP/MTS ( 16 -18 ) Paket B
2)      Penduduk usia sekolah yang tergabung dengan komunitas e-lerning,sekolahrumah,sekolah alternatif,komunitas berfotensi khusus seperti pemusik,atlet,pelukis dll
3)      Penduduk usia sekolah yang terkendala masuk jalur formal karena:
-          Ekonomi terbatas
-          Waktu terbatas
-          Geografis ( etnik minoritas,suku terasing)
-          Keyakinan seperti Ponpes
-          Bermasalah,(sosial,hukum)
4)      Penduduk usia 15-44 yang belum tuntas wajar Dikas 9 tahun
5)      Penduduk usia SMA/MA berminat mengikuti program Paket C
6)      Penduduk di atas usia 18 tahun yang berminat mengikuti Program Paket C karena berbagai alasan
c)      Fungsi Pendidikan Kesetaraan
Pendidikan Kesetaraan Paket A dan B diarahkan untuk mempercepat penuntasan Wajar Dikdas 9 Tahun Pendidikan Kesetaraan Paket C ditujukan untuk memperluas akses pendidikan menengah Pendidikan Kesetaraan untuk meningkatkan rata-rata lama belajar dan produktivitas warga negara ( Indeks Pembangunan Manusia/ IPM )
d)     Acuan Standar Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan
Standar Penyelenggaraan pendidika kesetaraan meliputi :
ü  Standar Isi
ü  Standar Proses Pembelajaran
ü  Standar Kompetensi Lulusan
ü  Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
ü  Standar Sarana dan Prasarana
ü  Standar Pengelolaan
ü  Standar Pembiayaan
ü  Standar Penilaian pendidikan
( PP No.19 TH.2005 )
e)      Standar Kompetensi Lulusan
SKL Pendidikan Kesetaraan sama dengan SKL pendidikan formal akan tetapi memiliki kekhasan sendiri meliputi:
1. Paket A lulusannya memiliki keterampilan dasar untuk memenuhi kebutuhan hidup
2. Paket B ,memenuhi tuntutan dunia kerja
3. Paket C, memiliki keterampilan berwirausaha
f)       Standar Pendidik Dan Tenaga Kependidikan
Pendidik Kesetaraan harus memiliki Kualifikasi akademik dan kompetensi paedagogik dan adragogi,kompetensi kepribadian,kompetensi propesional dan kompetensi sosial
Kualifikasi Akademik : Paket A ( SMA) , Paket B (DII), Paket C (S1)
g)      Standar Sarana Dan Prasarana
Proses belajar mengajar pendidikan kesetaraan dapat dilakukan di berbagai lokasi yang memiliki standar Standar sarana pendukung meliputi :lahan dan bangunan,buku tek pelajaran,buku perpustakaan,alat peraga,media pembelajaran
h)      Standar Pengelolaan
Standar pengelolaan pendidikan kesetaraan merupakan standar minimal meliputi: perencanaan program,penyusunan KTSP,kegiatan pembelajaran,pengelolaan sarana prasarana,penilaian hasil belajar dan pengawasan.Pengelolaan pendidikan menerapkan ,manajemen berbasis satuan pendidikan dengan ciri; kemandirian,kemitraan,partisipasi, keterbukaan dan akuntabilitas
i)        Standar Pembiayaan
Pembiayaan pendidikan kesetaraan terdiri atas:
ü  Biaya inverstasi
ü  Biaya oprasional
ü  Biaya personal
j)        Standar Penilaian
Standar penilaian pendidikan meliputi:
1. Penilaian hasil belajar oleh pendidik
2. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan
3. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah
k)      Kelompok Mata Pelajaran
ü  Kurikulum Program Paket A,B,C mencakup kelompok mata pelajaran:
ü  Agama dan akhlak mulia
ü  Kewarganegaraan dan kepribadian
ü  Ilmu pengetahuan dan teknologi
ü  Estetika
ü  Jasmani,olahraga dan kesehatan
l)        Prinsip Pengembangan Kurikulum
ü  Berpusat pada potensi,perkembangan,kebutuhan,dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya
ü  Beragam dan terpadu
ü  Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,serta seni
ü  Relevan dengan kebutuhan kehidupan
ü  Menyeluruh dan berkesinambungan
ü  Belajar sepanjang hayat
ü  Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah.Tematik
ü  Partisipatif

BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Pengembangan Pendidikan Luar Sekolah, yang perlu menjadi perhatian bahwa, dalam usaha memberdayakan masyarakat kiranya dapat membaca dan merebut peluang dari otonomi daerah, pendidikan luar sekolah pada era otonomi daerah sebenarnya diberi kesempatan untuk berbuat, karena mustahil peningkatan dan pemberdayaan masyarakat menjadi beban pendidikan formal saja, akan tetapi pendidikan formal juga memiliki tanggungjawab yang sama.
Kebijakan pemerintah dalam pengembangan pendidikan kesetaraan : Ruang Lingkup Program PNF, Pendidikan Kecakapan Hidup, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Kepemudaan, Pendidikan Pemberdayaan Perempuan, Pendidikan Keaksaraan, Pendidikan Keterampilan dan Pelatihan Kerja, Pendidikan Kesetaraan, Pendidikan lain untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. (UU No.20 TH.2003)

3.2  Saran
Hendaknya antara pendidikan formal dan nonformal/informal harus saling berkaitan erat, sehingga semakin mantapnya pendidikan yang ada di Indonesia. Jadi seandainya ilmu yang diperoleh dipendidikan formal terasa kurang, maka ada pendidikan nonformal yang akan mencukupinya sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Dengan adanya standard-standar yang mengatur dan menjadi acuan hendaknya dapat menjadi inspirasi untuk meningkatkan kinerja dalam pendidikan di Indonesia.



DAFTAR PUSTAKA

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
www.pend_kesetaraandanalternatif21bona.net.com
 

Blogroll

Silahkan memberikan komentar/kritik/saran/ucapan terimakasih untuk kebaikan web ini. Terima Kasih!!!