Pages

Blogger templates

Follow Instagram penulis : @bayupradikto // Imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan (Einstein) // Kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk generasi muda, tapi kita dapat membangun generasi muda untuk masa depan (F.D. Roosevelt) // Apa guna kita memiliki sekian ratus ribu alumni sekolah yang cerdas, tetapi massa rakyat dibiarkan bodoh. Segeralah kaum sekolah itu pasti akan menjadi penjajah rakyat dengan modal kepintaran mereka (Paulo Freire).
Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 20 April 2014

Laporan Individu Praktik Kerja Lapangan

NAMA  : BAYU PRADIKTO
NPM     : A1J009015

1.             PENGALAMAN PRIBADI DALAM MELAKSANAKAN PKL
Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu tahun 2013 di PKBM Dellia. Mengapa PKBM? Jawabannya mungkin karena ini lah merupakan salah satu lembaga pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program-program pendidikan nonformal. Ditempatkan di PKBM Dellia merupakan salah satu nilai plus tersendiri bagi praktikan pribadi, karena PKBM ini merupakan PKBM yang dapat dikatakan memiliki nama yang baik di Kota Bengkulu. Benar saja, dilihat dari kegiatan yang ada, prestasi, mitra kerja dan sebagainya memang memperlihatkan kalau PKBM ini cukup berperan dalam mengembangkan pendidikan nonformal di Kota Bengkulu. Dengan PKL di PKBM Dellia, pada awalnya kami praktikan ditugaskan unutk membuat kalender kerja agar nanti proses PKL ini dapat terstruktur jadi disana ada terdapat beberapa kegiatan lapangan yang mana mendata warga disekitar tempat tinggal atau didaerah tertentu agar nantinya  kita mengetahui tentang cara mengidentifikasi kebutuhan belajar, menganalisis kebutuhan belajar dan potensi masyarakat, merencanakan program PLS, melaksanakan program PLS, memonitoring dan evaluasi pelaksanaan program PLS, menilai program PLS dan menyusun laporan penyelenggaraan program PLS. Jadi sangat dirasakan keterkaitan antara ilmu yang didapat dibangku perkuliahan dengan realita yang ada dilapangan.
Selama mengadakan PKL di PKBM Dellia, praktikan memang banyak lebih diarahkan terhadap perancangan program pendidikan nonformal, seperti tentang penyelenggaraan pendidikan kesetaraan paket A, paket B, dan paket C; penyelenggaaan pemberdayaan masyarakat dan program PAUD. Yanga mana dimulai dari tahap awal yang dalam merancang kegiatan seolah-olah menyelenggarakan kegiatan pendidikan nonformal secara mandiri/swadaya tanpa banyak mengharapkan bantuan dana dari pemerintah.


2.             SARAN PERBAIKAN DALAM PKL
Beberapa saat yang lalu ketika ketika Himaplus baru selesai mengadakan kegiatan Seminar Nasional Pendidikan dan Pendidikan Luar Sekolah Peduli Masyarakat Desa (PLS-PMD) tepatnya pada bulan Februari 2013 kemarin, sempat terjadi obrolan antara panitia kegiatan tersebut dengan beberapa orang dosen yang mana kurang lebih obrolannya seperti ini, bahwa bagaimana kalau kegiatan PLS-PMD itu nantinya sedikit diubah kemasannya. Bagaimana kalau prodi PLS itu memiliki desa binaan, yang mana nantinya mahasiswa dilibatkan langsung terjun kesana dalam memberikan pemberdayaan, mengaplikasikan ilmu yang didapat dibangku perkuliahan langsung bersetuhan dengan masyarakat. Jadi konsepnya setiap ada kegiatan pemberdayaan, mata kuliah yang menyangkut pemberdayaan maka dilakukan di desa binaan tersebut. Sedangkan untuk sistem penilaian kuliahnya dianggap setara dengan PKL, jadi berjenjang tiap semester yang nantinya nilai itu diakumulasikan dari tiap semester sehingga nantinya PKL tidak mesti lagi diadakan di semester 8.
Senada dengan obrolan tersebut, ketika saya dan pengurus Hima mengadap Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan terkait dengan kegiatan kemahasiswaan, beliau juga menawarkan kalau mengadakan kegiatan di desa binaan saja, jadi tidak usah repot-repot pindah-pindah lokasi dan terfokus di lokasi itu saja. Bahkan beliau juga sempat menyinggung bahwa kegiatan semacam itu ada dananya dari kampus dan cukup besar.
Namun dalam hal ini perlu kajian dan penyempurnaan kembali dalam kegiatan tersebut. Mungkin untuk sementara hal itu masih sebatas obrolan-obrolan saja yang mungkin suatu saat dapat dipertimbangkan. Karena kenapa, untuk pelaksanaan PKL di semester 8 dengan waktu pelaksanaan selama kurang lebih tiga bulan tentu sedikit banyak membagi konsentrasi anatara mahasiswa yang akan menyusun skripsi dan PKL.

3.             REFLEKSI DAN PEMBULATAN
Program studi Pendidikan Luar Sekolah setiap tahunnya menyelenggarakan praktik lapangan kususnya dibidang Pendidikan Non Formal yang di ikuti oleh mahasiswa PLS semester delapan. PKL ini dilaksanakan karena banyak memberikan manfaat bagi mahasiswa khususnya dan bagi masyarakat pada umumnya. Dari hasil kegiatan PKL ini, mahasiswa bisa merasakan hidup dilingkungan yang memang menjadi dunianya. Jadi, PKL masih perlu diadakan untuk tahun mendatang, meskipun banyak yang masih harus tetap diperbaiki.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogroll

Silahkan memberikan komentar/kritik/saran/ucapan terimakasih untuk kebaikan web ini. Terima Kasih!!!