Pages

Blogger templates

Follow Instagram penulis : @bayupradikto // Imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan (Einstein) // Kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk generasi muda, tapi kita dapat membangun generasi muda untuk masa depan (F.D. Roosevelt) // Apa guna kita memiliki sekian ratus ribu alumni sekolah yang cerdas, tetapi massa rakyat dibiarkan bodoh. Segeralah kaum sekolah itu pasti akan menjadi penjajah rakyat dengan modal kepintaran mereka (Paulo Freire).
Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 15 Februari 2016

METODE KATA KUNCI DALAM PEMBELAJARAN KEAKSARAAN FUNGSIONAL




BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Ada beberapa alasan yang mendorong pentingnya merancang bahan ajar pendidikan keaksaraan secara efektif dan efisien. Pertama bahwa salah satu prioritas utama pembangunan pendidikan khususnya yang terkait dengan program pendidikan nonformal adalah mempercepat penuntasan buta aksara melalui program Pendidikan Keaksaraan ( UU No. 25 tentang Propenas, 1999). Tujuan program ini adalah untuk memberantas buta aksara, sekaligus meningkatkan mutu dan taraf hidup warga belajar melalui bahan belajar pendidikan keaksaraan yang fungsional untuk membantu memecahkan masalah yang dihadapi warga belajar (buta aksara) dalam kehidupan keseharian, sehingga semakin lama semakin meningkat mutu kehidupannya.
Untuk meningkatkan kualitas hasil belajar yang lebih bermakna bagi kehidupan warga belajar, program pendidikan keaksaraan perlu terus ditingkatkan kualitasnya. Salah satu komponen penting yang perlu dikembangkan dalam program pendidikan keaksaraan adalah mutu bahan belajar. Bahan belajar pendidikan keaksaraan perlu dirancang sedemikian rupa agar relevan dan fungsional dalam membelajarkan warga belajar, sehingga mereka di samping meningkat kemampuan membaca, menulis, berhiitung dan berkomunikasi juga mampu memberikan solusi dalam mengatasi permasalahan yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari.
Tentu dalam menyampaikan bahan belajar dari perlu adanya suatu metode yang digunakan agar proses pembelajaran tersebut dapat berhasil dengan baik. Salah satu metode yang digunakan adalah metode kata kunci.
B.       Rumusan  Masalah
Dari penjabaran diatas, maka dapat di klasifikasikan beberapa masalah, antara lain :
1)        Apa yang dimaksud metode kata kunci dalam pembelajaran keaksaraan fungsional (Calistung) ?
2)        Apa saja kelemahan dan kelebihan metode kata kunci ?
3)        Bagaimana langkah-langkah dalam menggunakan metode kata kunci ?
C.      Tujuan
Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui:
1)        Yang dimaksud metode kata kunci dalam pembelajaran keaksaraan fungsional (Calistung).
2)        Kelemahan dan kelebihan metode kata kunci.
3)        Langkah-langkah dalam menggunakan metode kata kunci.
 
 
BAB II
PEMBAHASAN

A.      Metode Kata Kunci
Metode belajar yang baik dalam pendidikan keaksaraan (Ditjen Dikmas, Depdiknas, 2006) perlu memenuhi persyaratan sebagai berikut :
a.    membangkit motivasi belajar belajar warga belajar
b.    relevan dengan lingkungan dan kehidupan warga belajar
c.    fungsional dan langsung bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari warga belajar.
Memang banyak variasi metode yang di gunakan tutor dalam membelajarkan warga belajar ketepatan menggunakan metode dan teknik pembelajaran yang sangat tergantung pada kemampuan dasar yang dimiliki warga belajar, oleh karena itu berbagai macam metode dapat digunakan sesuai dengan situasi, kondisi, minat dalam memilih metode tertentu.

Metode kata kunci dalam proses pembelajarannya, digunakan pula tema-tema penggerak dan kata-kata kunci yang diangkat dari masalah kehidupan masyarakat dan mengandung makna langsung bagi kehidupan warga belajar. Kata-kata kunci tersebut, dipilih dari berbagai alternatif kata yang diajukan oleh para warga belajar, kemudian kata-kata yang telah dipilih digunakan sebagai tema belajar untuk memancing pikiran kritis warga belajar, sejak awal kegiatan sampai dengan akhir kegiatan pembelajaran. Alasan digunakannya metode “kata kunci” ini adalah berdasarkan pertimbangan pentingnya menghubungkan baca-tulis dengan kehidupan nyata sehari-hari. Inti pembelajaran tematik, adalah untuk mengajak dan menyadarkan warga belajar agar terlibat dalam masalah yang dihadapi terus menerus (tetapi kurang disadari), yang sebenarnya mengganggu situasi dan keadaan mereka.
Oleh karena itu, langkah pertama yang mungkin dijalankan adalah mengaitkan masalah-masalah yang menjadi kendala setiap saat, menjadi potensi pembelajaran yang bermanfaat ke dalam proses pembelajaran Keaksaraan Fungsional. Dengan demikian, warga belajar tidak saja hanya belajar tentang kata-kata (CALISTUNG), tetapi juga diajak “membaca” dan berfikir tentang kehidupan nyata yang sering dialami. Disamping itu, proses pembelajaran keaksaraan menggunakan metode kata kunci tidak berfungsi hanya sekedar pengalihan-pengalihan informasi belaka. Implikasinya, proses pembelajaran CALISTUNG tidak hanya sekedar pemindahan pengetahuan dengan hafalan, melainkan mengajak warga belajar mengenal bentuk dan lafal kata yang belajar dari dunia kehidupannya.

B.     Keunggulan dan Kelemahan
Keunggulan metode “key words” adalah
1)     Metode ini didasarkan pada penggunaan topik – topik yang bermakna bagi kehidupan masyarakat,
2)     Warga belajar diberi kesempatan untuk memberi masukan terhadap proses dan materi belajar,
3)     Dimungkinkan adanya variasi kegiatan, bukan sekedar belajar membaca dan menulis,
4)     Warga belajar dapat melihat dan merefleksikan, serta mendiskusikan berbagai masalah kehidupan yang mereka alami.
 Sedangkan kelemahan metode ini adalah perlunya kehadiran tutor yang mampu menggerakkan diskusi, bersikap terbuka dan mau bersikap tidak menggurui.

C.    Langkah-Langkah dalam Menggunakan Metode Kata Kunci
Adapun langkah-langkah dalam membelajarkan calistung kepada warga belajar dengan metode kata kunci sebagai berikut :
1.      Tutor memilih satu kata yang saat itu (proses belajar) dikenal oleh semua warga belajar. Contoh : CELANA
2.      Tutor menuliskan kata CELANA pada papan tulis dan membacanya dengan jelas yang diikuti oleh warga belajar.
3.      Tutor membaca kata CELANA dengan menekankan pada pelafalan suku kata, kemudian warga belajar mengikutinya.
4.      Tutor mengurai suku kata menjadi huruf, dan diikuti oleh warga belajar.
5.      Tutor membuat kata-kata baru dari huruf-huruf tadi. Contoh : L-E-N-C-A-N-A
6.      Dari kata tersebut, tutor dapat melanjutkan pembelajaran tentang membaca kalimat.
7.      Warga belajar diajak menghitung kata.

BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Metode kata kunci yaitu tidak hanya mengenal dan menghafal huruf dalam abjad melainkan mengenal bentuk dan lafal dengan memilih kata kunci yang dekat dengan kehidupan sehari-hari warga belajar dan mudah dimengerti warga belajar.
Keunggulan dari metode ini adalah topik yang dipilih sesuai dengan hal-hal yang dimengerti dan akrab dengan warga belajar, warga belajar dapat memberikan masukan terhadap pembelajaran, dan dapat mengembangkan pola pemikiran warga belajar. Namun hal ini menuntut kehadiran tutor untuk menggerakkan suasana dan mau bersikap tidak menggurui.

B.       Saran
Dalam pembelajaran metode kata kunci untuk warga belajar buta aksara, haruslah dipersiapkan dengan baik dan harus memahami konsep pendidikan orang dewasa (andragogy), dan hendaknya dalam proses pembelajaran harus memiliki variasi-variasi tertentu agar terhindar dari kejenuhan.


DAFTAR PUSTAKA


Lab. Prodi PLS FKIP UNIB. 2007. Metode Pembelajaran Calistung pada Program Pemberantasan Buta Aksara. Bengkulu : Lab. Prodi PLS


* Tugas Mata Kuliah KF Prodi Pendidikan Luar Sekolah

PENGERTIAN PENGEMBANGAN KARIER



Menurut Winkel (2005:114) bimbingan karir adalah bimbingan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, dalam memilih lapangan kerja atau jabatan /profesi tertentu serta membekali diri supaya siap memangku jabatan itu, dan dalam menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan dari lapanan pekerjaan yang dimasuki. Bimbingan karir juga dapat dipakai sebagai sarana pemenuhan kebutuhan perkembangan peserta didik yang harus dilihat sebagai bagaian integral dari program pendidikan yang diintegrasikan dalam setiap pengalaman belajar bidang studi.
Bimbingan karir adalah suatu proses bantuan, layanan dan pendekatan terhadap individu (siswa/remaja), agar individu yang bersangkutan dapat mengenal dirinya, memahami dirinya, dan mengenal dunia kerja merencankan masa depan dengan bentuk kehidupan yang diharapkan untuk menentukan pilihan dan mengambil suatu keputusan bahwa keputusannya tersebut adalah paling tepat sesuai dengan keadaan dirinya dihubungkan dengan persyaratan-persyaratan dan tunutan pekerjaan / karir yang dipilihnya (Ruslan A.Gani : 11)
Menurut Herr bimbingan karir adalah  suatu perangkat, lebih tepatnya suatu program yang sistematik, proses, teknik, atau layanan yang dimaksudkan untuk membantu individu memahami dan berbuat atas dasar pengenalan diri dan pengenalan kesempatan-kesempatan dalam pekerjaan, pendidikan, dan waktu luang, serta mengembangkan ketrampilan-ketrampilan mengambil keputusan sehingga yang bersangkutan dapat menciptakan dan mengelola perkembangan karirnya (Marsudi, 2003:113).
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan karir adalah suatu upaya bantuan terhadap peserta didik agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia kerjanya, mengembangkan masa depan sesuai dengan bentuk kehidupan yang diharapkannya, mampu menentukan dan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggungjawab.
Menurut Veron G. Zunker,
Career refers to the activities associated with an individual’s lifetime of work (karier menunjukan pada aktifitas yang dihubungkan dengan pekerjaan yang mewarnai kehidupan seseorang).
'Career guidance refers to services and activities intended to assist individuals of any age and at any point throughout their lives, to make educational, training and occupational choices and to manage their careers. Such services may be found in schools, universities and colleges, in training institutions, in public employment services, in the workplace, in the voluntary or community sector and in the private sector. The activities may take place on an individual or group basis and may be face-face or at a distance (including help lines and web based services). They include career information provision (in print, ICT-based and other forms), assessment and self-assessment tools, counselling interviews, career education programmes (to help individuals develop their self awareness, opportunity awareness, and career management skills), taster programmes (to sample options before choosing them), work search programmes, and transition services.'

Bimbingan Karir mengacu pada layanan dan kegiatan dimaksudkan untuk membantu individu-individu dari segala usia dan pada setiap titik sepanjang hidup mereka, untuk membuat pilihan pendidikan, pelatihan dan kerja dan untuk mengelola karir mereka. Layanan ini dapat ditemukan di sekolah-sekolah, universitas dan perguruan tinggi, di lembaga-lembaga pelatihan, layanan ketenagakerjaan publik, di tempat kerja, di sektor sukarela atau komunitas dan sektor swasta. Kegiatan dapat dilakukan secara individual atau kelompok dan mungkin wajah-wajah atau pada jarak (termasuk garis bantu dan layanan berbasis web). Mereka termasuk karir penyediaan informasi (di media cetak, berbasis ICT dan bentuk lain), penilaian dan penilaian diri alat, wawancara konseling, program karir pendidikan (untuk membantu individu mengembangkan kesadaran diri mereka, kesadaran kesempatan, dan keterampilan manajemen karir), pengecap program (untuk sampel pilihan sebelum memilih mereka), program kerja pencarian, dan layanan transisi. "Dalam buku Bimbingan Karier dijelaskan : Bimbingan Karir adalah proses pemberian bantuan kepada siswa dalam memahami dan berbuat atas dasar pengenalan diri dan mengenal kesempatan kerja, mampu mengambil keputusan sehingga yang bersankutan dapat mengelola pengembangan kariernya”. (Manrihu, 1988 : 18).

Senin, 08 Februari 2016

Pengertian Human Ecology




  1. Pengertian Ekologi
Ekologi mempelajari rumah tangga mahluk hidup (oikos), istilah yang digunakan oleh Ernts Haeckel sejah tanhun 1869 (Odum 1983 : 2). Dan menurut Ernest Haeckle ekologi adalah “ilmu yang mempelajari seluk beluk ekonomi alam, suatu kajian hubungan anorganik serta lingkungan organik di sekitarnya”. Subagja dkk, (2001:1.3). “Ekologi merupakan bagian ilmu dasar”.
Sedangkan Resosoedarmo dkk, (1985:1)“ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya”. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ekologi adalah ilmu dasar yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antar makhluk hidup dengan lingkungannya.

  1. Ruang Lingkup Ekologi

  1. Populasi, adalah kelompok individu yang memiliki kesamaan genetik, dan  berada bersama-sama dalam tempat dan waktu yang sama. 
  2. Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara unsur-unsur hayati dengan nonhayati yang membentuk sistem ekolog atau tingkatan organisasi kehidupan yang mencangkup organisme dan lingkungan tak hidup, dimana kedua komponen tersebut saling mempengaruhi dan berinteraksi 
  3. Komunitas adalah kelompok populasi yang berada bersama-sama dalam tempat dan waktu tertentu. Tingkatannya tergantung pada skala yang kita tetapkan. Kita dapat menggunakan komunitas untuk menunjukkan  semua benda yang hidup di dalam suatu ekosistem ,atau kita dapat membatasi perhatian kita hanya pada komunitas burung,atau komunitas tanaman dan sebagainya. 
  4. Biosfer adalah ekosistem global, jumlah seluruh ekosistem planet, atau seluruh makhluk hidup dan tempatnya hidup. Biosfer merupakan tingkatan yang paling kompleks dalam ekologi. Biosfer meliputi atmosfer hingga ketinggian beberapa kilometer, daratan sampai ke dan termasuk  bebatuan yang mengandung air yang berada paling tidak 1500 meter di bawah tanah, danau dan aliran sungai, gua, dan lautan hingga kedalaman beberapa kilometer.


  1. Ekologi Manusia
Ekologi manusia adalah ilmu yang mempelajari rumah tangga manusia secara objektif, apa adanya. Ekologi Manusia menurut para ahli :
1.         Amos H Hawley (1950:67) dikatakan, “Ekologi manusia, dengan demikian bisa diartikan, dalam istilah yang biasa digunakan, sebagai studi yang mempelajari bentuk dan perkembangan komunitas dalam sebuah populasi manusia.” (Human ecology may be defined, therefore, in terms that have already been used, as the study of the form and the development of the community in human population).
2.         Menurut Gerald L Young (1994:339) dikatakan, Dengan demikian ekologi manusia, adalah suatu pandangan yang mencoba memahami keterkaitan antara spesies manusia dan lingkungannya.” (Human ecology, then, is “an attempt to understand the inter-relationships between the human species and its environment).


 

Blogroll

Silahkan memberikan komentar/kritik/saran/ucapan terimakasih untuk kebaikan web ini. Terima Kasih!!!