Pages

Blogger templates

Follow Instagram penulis : @bayupradikto // Imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan (Einstein) // Kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk generasi muda, tapi kita dapat membangun generasi muda untuk masa depan (F.D. Roosevelt) // Apa guna kita memiliki sekian ratus ribu alumni sekolah yang cerdas, tetapi massa rakyat dibiarkan bodoh. Segeralah kaum sekolah itu pasti akan menjadi penjajah rakyat dengan modal kepintaran mereka (Paulo Freire).
Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 20 Maret 2016

BERJENJANG DAN BERKESINAMBUNGAN (PENDIDIKAN FORMAL DAN NON FORMAL)



Menurut kamus bahasa Indonesia (Waskito, 2009:244) arti dari berjenjang adalah mempunyai jenjang (tingkat), bertingkat, bertahap. Jadi maksud kata berjenjang dalam hal ini yaitu adanya tingkatan-tingkatan yang harus dilalui dalam pendidikan formal dan non formal, yang mana tingkatan tersebut harus dilalui secara bertahap dan tidak bisa dilaksanakan sekaligus sesuai yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

A.    Persamaan “Berjenjang”
Pendidikan Non Formal
Dalam UU Sisdiknas dijelakan bahwa Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan yang diselenggarakan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pengembangan sikap dan kepribadian profesional. Kemudian dalam pasal 26 ayat (4), tercantum bahwa satuan pendidikan nonformal terdiri atas  lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis. Sedangkan menurut Axin, pendidikan nonformal adalah kegiatan belajar yang disengaja oleh warga dan pembelajar di dalam suatu latar yang diorganisasi (berstruktur) yang terjadi di luar sistem persekolahan. (http://pengertiandefinisii.blogspot.co.id/2012/12/pengertian-pendidikan-non-formal.html)
Selain itu, ada juga berbagai kursus, diantaranya kursus musik, bimbingan belajar dan sebagainya. Adapun Jalur pendidikan ini dikatakan berjenjang yaitu menjalankan program pendidikan kesetaraan Paket A, B, C yang setara dengan SD, SMP dan SMA meskipun sekarang sudah dikelolah oleh Depdikdas, namun tempat penyelenggaraannya tetap disatuan pendidikan non formal (PKBM). kemudian ada progam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Non Formal, ada Taman Penitipan Anak (TPA) Kelompok Bermain, Progam Pendidikan Kecakapan Hidup dan Kepemudaan serta program bentuk lainnya (Ihat, 2011:3.1)
Pendidikan Formal
Pendidikan formal adalah kegiatan yang sistematis, berstruktur, bertingkat, berjenjang, dimulai dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi dan yang setaraf denganya; termasuk ke dalamnya ialah kegiatan studi yang berorientasi akademis dan umum, program spesialisasi, dan latihan profesional, yang dilaksanakan dalam waktu yang terus menerus. Persamaan istilah berjenjang pada Jalur pendidikan ini yaitu mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari Pendidikan Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) , Pendidikan Menengah (SM) dan madrasah tsanawiyah (MTs)  Pendidikan menengah terdiri atas yang berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat, sampai Pendidikan Tinggi (PT).
Jadi dapat disimpulkan bahwa persamaan istilah berjenjang terletak pada penyelenggaran program pendidikan Paket A, B, dan C (pada pendidikan non formal) dan SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK. Bahkan tidak hanya yang disebutkan diatas, pada tingkat PAUD Nonformal/TPA (pada nonformal) juga dapat berjenjang dengan Taman Kanak-kanak (TK).

B.     Perbedaan “Berjenjang”
Pendidikan Non Formal
Jenjang pendidikan non formal diselenggarakan oleh Pemerintah dan swasta atau masyarakat, mempunyai kurikulum yang fleksibel dan terstandar, bisa dilaksanakan di luar gedung, bersifat praktis dan khusus, pendidikannya relatif berlangsung singkat, persyaratan pendaftarannya relatif lebih mudah, tanpa dibatasi usia tertentu. Waktu pelaksanaan pembelajarannya fleksibel sesuai dengan kesepakatan bersama dan sesuai aturan yang berlaku. Sebagai contoh pada program pembelajaran paket B boleh dilaksanakan pada sore hari setelah para warga belajar pulang bekerja di sawah dan dilaksanakan disalah satu rumah penduduk. Kursus atau pendidikan Kecakapan.

Pendidikan Formal
Jenjang pendidikan formal diselenggarakan oleh Pemerintah dan swasta, mempunyai kurikulum yang jelas, dilaksanakan di dalam gedung, ada persyaratan khusus bagi peserta didik, diadakan ujian formal, waktu relatif lama, mempunyai administrasi yang seragam, usia peserta relatif homogen. Contohnya, adalah pendidikan yang dilaksanakan di sekolah-sekolah (SD, SM dan PT).

C.     Persamaan dan Perbedaan “Berkesinambungan”
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia online bahwa arti kata berkesinambungan adalah berkelanjutan, kontinyu, terus menerus. (http://brainly.co.id/tugas/1122304). Jadi sama artinya antara pendidikan berkesinambungan dan pendidikan berkelanjutan.
a.    Persamaan Pendidikan Non Formal dan Formal
Pendidikan berkelanjutan (continuing education) didefinisikan oleh the accrediting commission of the continuing education. Sebagai berikut: Continuing education as the further development of human abilities after entrance into employment or voluntary activities. It includes in- service, upgrading, and updating education. It may be occupational education or training whichfurthers career or personal development. Continuing education includes that study made necessary by advances in knowledge. Berdasarkan definisi di atas dapat dikemukakan bahwa pendidikan berkelanjutan merupakan kesempatan belajar bagi orang dewasa untuk meningkatkan kemampuan setelah mereka melakukan suatu kegiatan atau suatu pekerjaan sukarela di masyarakat.
Karena pada pendidikan formal dan nonformal memiliki standar kompetensi lulusan dan diakui pada Permendiknas No. 23 Tahun 2006 tentang standar kompetensi lulusan maka setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara.
Jalur pendidikan ini mempunyai fungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional. Artinya jalur pendidikan non formal dan formal mempunyai keterkaitan satu sama lain yang saling melengkapi. Hasil pendidikan non formal juga dapat sama dengan pendidikan formal dengan melalui uji yang dilakukan oleh lembaga yang ditunjuk pemerintah. Kedua jalur pendidikan ini adalah merupakan bagian dari satuan pendidikan nasional yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan amanat Undang-undang Dasar 1945. Pendidikan Luar Sekolah sebagai Subtitute dari pendidikan sekolah. Artinya, bahwa pendidikan luar sekolah dapat menggantikan pendidikan jalur sekolah yang karena beberapa hal masyarakat tidak dapat mengikuti pendidikan di jalur persekolahan (formal). Contohnya: Kejar Paket A, B dan C. Pendidikan Luar Sekolah sebagai Supplement pendidikan sekolah. Artinya, bahwa pendidikan luar sekolah dilaksanakan untuk menambah pengetahuan, keterampilan yang kurang didapatkan dari pendidikan sekolah. Contohnya: private, les, training. Pendidikan Luar Sekolah sebagai Complement dari pendidikan sekolah. Artinya, bahwa pendidikan luar sekolah dilaksanakan untuk melengkapi pengetahuan dan keterampilan yang kurang atau tidak dapat diperoleh di dalam pendidikan sekolah. Contohnya: Kursus, try out, pelatihan dll

b.    Perbedaan Pendidikan Formal dan Nonformal
Berkaitan dengan istilah berkesinambungan atau berkelanjutan, yang membedakan jalur ini adalah yang mengakreditasi masing-masing penyelenggara pada satuan jalur pendidikan. Pada pendidikan formal, yang mengakreditasi adalah Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) yaitu badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan pada jenjang dasar dan menengah yang mengacu pada standar nasional pendidikan.
Pada pendidikan tinggi, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yaitu badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.
Pada pendidikan non formal, Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal (BAN-PNF) adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan jalur pendidikan non formal dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.



DAFTAR PUSTAKA

Ihat, dkk. 2011. Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan. Tangerang Selatan : Universitas Terbuka
Waskito, AA. 2009. Kamus Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta : PT. Wahyu Media

Sumber lain :
4.        https://www3.nd.edu/~rbarger/www7/compulso.html                                                   
6.         www.unicef.org/crc/
8.         http://education.stateunivers
 

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogroll

Silahkan memberikan komentar/kritik/saran/ucapan terimakasih untuk kebaikan web ini. Terima Kasih!!!