Pages

Blogger templates

Follow Instagram penulis : @bayupradikto // Imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan (Einstein) // Kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk generasi muda, tapi kita dapat membangun generasi muda untuk masa depan (F.D. Roosevelt) // Apa guna kita memiliki sekian ratus ribu alumni sekolah yang cerdas, tetapi massa rakyat dibiarkan bodoh. Segeralah kaum sekolah itu pasti akan menjadi penjajah rakyat dengan modal kepintaran mereka (Paulo Freire).
Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 24 Oktober 2016

BANGGA DENGAN PRODUK LUAR NEGERI, TIDAK BANGGA DENGAN PRODUK DALAM NEGERI




Masyarakat Indonesia cenderung dan bangga terhadap teknologi yang diproduksi oleh negara lain dan ada kecenderungan tidak bangga menggunakan produk dalam negeri. Pada kesempatan ini, saya akan melihat dari teori antropologi terkait berbagai faktor yang diduga menjadikan masyarakat Indonesia memiliki mental seperti yang disebutkan sebelumnya.
Antropologi merupakan studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia. Keanekaragaman bentuk budaya menentukan dasar-dasar perbedaan dan kesamaan manusia, sifat manusia, dan kelembagaannya. Antropologi mengkaji tentang tingkah laku manusia pada umumnya dengan mempelajari beragam suku bangsa di seluruh dunia.
Dalam perkembangannya di Indonesia, Antropologi juga telah menghasilkan beragam teori kebudayaan. Misalnya, pada dekade 1970an mendefinisikan kebudayaan sebagai keseluruhan sistsem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik manusia dengan belajar. Disiplin antropologi mengkaji manusia pada tiap waktu dan tiap dimensi kemanusiaannya dari dua sisi holistik. Hal inilah yang membedakan antropologi dari disiplin ilmu social lainnya yang menekankan pada perbandingan budaya antar manusia. Tujuan antropologi adalah memajukan pengetahuan kita tentang siapa kita dan bagaimana kita datang dengan cara ini.
Terkait dengan adanya cenderung pada masyarakat Indonesia yang gandrung dan bangga terhadap teknologi yang diproduksi negara lain dan cenderung tidak bangga terhadap produk dalam negeri, sebenarnya ada beberapa faktor yang mempengaruhi bila dilihat dari teori-teori ilmu antroologi, antara lain :
1)        Orintasi nilai dan budaya
Menurut teori tersebut soal- soal yang paling tinggi nilainya dalam hidup manusia dalam tiap kebudayaan minimalnya ada lima hal, yaitu; (1) Human Nature atau soal makna hidup manusia. Dalam hal ini, kebanyakan masyarakat Indonesia tidak mau dan cenderung acuh dengan kebudayaan sendiri dan tidak mau ambil bagian dalam kebudayaan itu, sehingga  udah terpengaruh akan budaya luar (2) Man Nature, atau soal makna dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Kebanyakan juga manusia menjalin hubungan interaksi antara satu dengan yang lain, melalui proses itu terjadi proses imitasi kebiasaan yang dianggap modern dan nilainya lebih tingi (3) Time; yaitu persepsi manusia mengenai waktu. Masyarakat sekarng lebih menyukai proses yang instan, sehingga merubah pola pikir akan suatu hal secara singkat. Misalnya ingin dipandang sebagai orang yang kaya maka menggunakan produk-prodk mahal dari luar negeri (4) Activity; yaitu masalah makna dari pekerjaan, karya dan amal dari perbuatan manusia; (5) Relational, yaitu soal hubungan manusia dengan sesama manusia. Orang Indonesia terlalu menganggap lebih orang luar sehingga apa yang dilakukan dan digunakan oleh orang luar akan menjadi hebat dimata orang kita.
2)        Evolusi sosiokultural
Merupakan gagasan bahwa bentuk-bentuk kehidupan yang berkembang dari satu bentuk ke bentuk lain melalui mata rantai transformasi dan modifikasi yang tak pernah putus semakin kompleksnya kebutuhan manusia maka semakin banyak keinginannya. Hal ini tidak didukung oleh kemampuan atau ketersediaan barang yang ada didalam negeri, sehingga orang akan otomatis membeli produk luar negeri.
3)        Evolusi kebudayaan
Masuknya budaya-budaya asing ke Indonesia mengakibatkan banyaknya kebudayaan asli Indonesai yang semakin kurang diminati oleh generasi muda. Sehingga trend-trend pada zaman sekarang yang tersebar begitu cepat melalui media dan sehingga produk-produk asing cepat dikenal masyarakat.
4)        Evolusi keluarga
Semakin berkembangnya zaman, maka pola kehidupan dalam keluarga pun menjadi berubah, bahkan lingkungan  pun berubah. Orang tua yang juga tidak mencintai produk dalam negeri dalam kehidupan sehari-hari juga secara tidak langsung mengajarkan kepada anak untuk tidak mencintai produk dalam negeri. Sehari-hari menggunakan produk luar negeri maka jangan salahkan apabila anak nanti merasa canggung kalau harus memakai produk dalam negeri.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogroll

Silahkan memberikan komentar/kritik/saran/ucapan terimakasih untuk kebaikan web ini. Terima Kasih!!!