Pages

Blogger templates

Follow Instagram penulis : @bayupradikto // Imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan (Einstein) // Kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk generasi muda, tapi kita dapat membangun generasi muda untuk masa depan (F.D. Roosevelt) // Apa guna kita memiliki sekian ratus ribu alumni sekolah yang cerdas, tetapi massa rakyat dibiarkan bodoh. Segeralah kaum sekolah itu pasti akan menjadi penjajah rakyat dengan modal kepintaran mereka (Paulo Freire).
Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 10 Oktober 2016

PENDIDIKAN KELUARGA DAN PARENTING



Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba membuat review dari hasil persentasi pada kuliah umum dengan tema “Implementation of Education for Sustainable” di Gedung Auditorium Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia pada tanggal 24 Maret 2016. Berikut rangkumannya :

Nama                            :  Prof. Ihat Hatimah
Asal                               :  Departemen Pendidikan Luar Sekolah UPI Bandung
Judul/tema                    :  Pendidikan Keluarga dan Parenting
Rangkuman materi        :

     I.                   Pendahuluan
Untuk pendidikan keluarga dan parenting, memiliki regulasi yang tertuang dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 27 : (1) kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri, (2) hasil pendidikan sebagaimana dimaksud pada pasal (1) diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan, (3) ketentuan mengenai pengakuan hasil pendidikan informal sebagimana dimaksud pada ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.
  II.                   Inti review
Keluarga adalah lingkungan belajar pertama dan utama bagi anak. Sejak dalam kandungan seorang ibu, anak sudah melewati proses belajar. Maka tak heran bila peran orang tua sangat penting, antara lain : sebagai sumber dan pemberi kasih sayang, pengasuh dan pemelihara, tempat mencurahkan isi hati, mengatur kehidupan dalam rumah tangga, pembimbing dalam hubungan pribadi dan pendidik dalam segi-segi emosional. Anak sendiri memiliki kedudukan dalam keluarga, antara lain bahwa anak adalah amanah, generasi penerus, investasi akhirat dan perhiasan dunia.
Parenting adalah upaya pendidikan yang dilaksanakan oleh keluarga dengan memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia dalam keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Parenting sebagai proses interaksi berkelanjutan antara orang tua dan anak-anak mereka. Proses parenting adalah sebagai berikut :
1)        Interaksi terus menerus antara anak, orang tua dan masyarakat
2)        Anak yang memiliki kebutuhan di saat yang sama memenuhi kebutuhan penting orang tua
3)    Orang tua bertanggung jawab untuk membesarkan anak-anaknya serta memenuhi kebutuhannya.
4)        Masyarakat bertindak sebagai dukungan atau tekanan yang kuat bagi anak dan orang tua
Sedangkan untuk smart parenting with love adalah sebagai berikut :
1)        Berilah anak-anak kita lingkungan untuk tumbuh kembang yang bahagia
2)        Latih mandiri, beri kesempatan anak seluas dan sedini mungkin untuk bermimpi, berbuat, dan menembus batasan diri mereka
3)        Tanamkan rasa percaya diri
4)        Bacakan buku yang bagus dan bermanfaat
5)        Ajak anak bermain dengan sepenuh hati
6)        Ajak anak untuk belajar berkomunikasi
7)        Ajak anak bergerak dan berolahrga
8)        Jauhkan acara televisi yang tidak mendidik
Keluarga sebagai unit sosial terkecil di masyarakat yang terbentuk atas dasar komitmen untuk mewujudkan fungsi keluarga khususnya fungsi sosial dan fungsi pendidikan, harus benar-benar dioptimalkan. Oleh karena itu melalui program parenting sebagai wadah komunikasi antar orang tua, disamping untuk memberikan sosialisasi terhadap program-program yang diselenggarakan oleh lembaga khususnya PAUD, secara umum tujuan program parenting, adalah mengajak para orang tua untuk bersama-sama memberikan yang terbaik buat anak-anak mereka.
Cara memfasilitasi orang tua, antara lain : 1) PAUD berbasis keluarga  dengan kegiatan pertemuan orang tua, keterlibatan orang tua pada kelompok/kelas anak, keterlibatan orang tua dalam acara bersama, hari konsultasi orang tua, dan kunjungan rumah. 2) Kelompok belajar keluarga (Kolega) dengan Menguatkan peranan keluarga dalam memberikan kelangsungan hidup anak usia dini
Menguatkan peranan keluarga dalam memberikan pendidikan untuk meningkatkan perkembangan moral dan nilai agama, sosial emosional, bahasa, kognitif, dan motoric, Menguatkan peranan keluarga dalam memberikan kebebasan pada anak usia dini, Memberikan pemahaman perlindungan dari segala bentuk eksploitasi, perlakuan kejam kepada anak usia dini.
Kegiatan dalam Kolega antara lain : Pembelajaran orang tua, Pemeriksaan kesehatan anak, Pendeteksian Dini Tumbuh Kembang Anak, Pembimbingan Pembuatan Makanan untuk Asupan Gizi Seimbang, Penanaman Pembiasaan Hidup Bersih dan Sehat, Pembimbingan Pembuatan APE Bersumber dari Lingkungan Sekitar, Penyuluhan Perlindungan Hak Anak, Penanaman Budi Pekerti dan Budaya Luhur.  
Di kota Bandung ada satu gerakan yang sangat bagus, yaitu Bandung Cinta Keluarga dengan jargon “Keluarga Kuat, Bandung Juara. Dimulai dari rumah, dimulai dengan cinta keluarga”. Gerakan ini memberikan penyadaran kepda orang tua akan peran penting mereka dalam mengasuh anak, meningkatkan keharmonisan keluarga sehingga dapat menurunkan KDRT, kenakalan remaja, pembiaran, women & Child Trafficking. Selain itu juga memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada orang tua mengenai pengasuhan yang tepat agar menghasilkan anak-anak hebat dan juara.
Adapun kegiatan ini berupa seminar interaktif sebagai awalan kegiatan dalam rangka menyeragamkan pemahaman para orang tua serta untuk membangun awereness. Langkah selanjutnya dengan training/penyuluh parenting kelurahan sebanyak 302 orang yang merupakan kader PKK dan penuluhan BPPKB Kota Bandung akan mendapatkan ketrampilan dasar mengenai Parenting dan bagaimana menyampaikan kepada masyarakat secara menyenangkan. Selanjutnya ada e-class yang mengadakan pengayaan dari tim ke 302 trainer kelurahan pada hari senin dan penyuluhan dari trainer kelurahan ke masyrakat di masing-masing kelurahan dilanjutkan konsultasi dengan pelatih kelurahan.
III.                        Simpulan
Dari penjabaran yang disampaikan pada kuliah umum pemateri 3, penulis dapat menyimpulkan bahwa pendidikan keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Karena memang keluarga merupakan lingkup sosialiasi terkecil anak. Khusus untuk Kota Bandung ada sebuah gerakan cinta keluarga Bandung untuk meningkatkan kualitas keluarga dalam mendidik anak-anak mereka. Harapannya dengan keluarga kuat, maka akan menghasilkan anak-anak yang juara. 

Dalam hal ini, peran Pendidikan Luar Sekolah sebagai pendidikan yang mencakup non formal dan informal memiliki andil yang sangat besar dalam meningkatkan kualitas keluarga dengan pendekatan-pendekatan yang disesuaikan dengan perkembangan masyarakat dan IPTEK.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogroll

Silahkan memberikan komentar/kritik/saran/ucapan terimakasih untuk kebaikan web ini. Terima Kasih!!!