Pages

Blogger templates

Follow Instagram penulis : @bayupradikto // Imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan (Einstein) // Kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk generasi muda, tapi kita dapat membangun generasi muda untuk masa depan (F.D. Roosevelt) // Apa guna kita memiliki sekian ratus ribu alumni sekolah yang cerdas, tetapi massa rakyat dibiarkan bodoh. Segeralah kaum sekolah itu pasti akan menjadi penjajah rakyat dengan modal kepintaran mereka (Paulo Freire).
Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 01 April 2017

Pandangan Knowless tentang Belajar

Belajar dipandang sama dengan ‘’living, and living it self is a process of problem finding and problem solving’’. We must learn from everything we do, we must exploit every experience as a learning experience. Every instution in our community government on nongovernment agencies, stores, recreational places, organizations chures, mosque, fields, factories, cooperative, associations, and the like becomes resources for learning, as does every person we access to parent, child, friend, service, provider, docter, teacher, fellow worker, supervisor, minister store clerk and so on and on, learning means making use every resourcesin or out of education institutions for our personal growth and development. Even the word is regarded as a classroom. Demikianlah salah satu pandangan makro yang dikemukakan oleh konwless. 
Sebagai pakar Pendidikan Luar Sekolah, tanggapan dan analisis penulis terkait pandangan Knowless tentang belajar, bahwa kegiatan belajar dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dan dari sumber mana saja, dan dapat diperoleh dari pengalaman. Pendidikan harus dipandang sebagai proses pemahaman dan penemuan masalah serta pemecahan masalah baik yang berhubungan dengan masalah yang saat ini dihadapi maupun masalah kehidupan di masa depan. Sejalan dengan konsep sepanjang hayat, bahwa dimana pun dan kapanpun seseorang mengalami proses belajar, baik disadari maupun tidak disadari, hendaknya didasarkan atas kebutuhan peserta didik. Kondisi tersebut yang berkaitan dengan upaya menghubungkan pendidikan dan kehidupan nyata peserta didik dan perkembangan lingkungannya, lebih banyak terjadi dalam pendidikan luar sekolah. Belajar tidak terbatas oleh pendidikan yang ada dipersekolahan, namun harus dapat diperluas sesuai dengan kebutuhan dan kondisi perkembangan masyarakat. Artinya belajara dapat dilaksanakan dimana saja, dan oleh siapa saja tanpa adanya batasan umur.
Karakteristik masyarakat yang ingin dibangun melalui pandangan knowless tersebut, kemudian bandingkan dalam bentuk table dengan pandangan anda terkait dengan kondisi masyarakat Indonesia pada saat ini.
Tabel 1. Perbandingan Karakter Masyarakat 
Pandangan Knowless dan kondisi Masyarakat Indonesia

No
Karakteristik yang ingin di bangun knowless
Karakteristik masyarakat Indonesia pada saat ini
1.
Masyarakat yang gemar belajar
Masyarakat Indonesia berada pada masa bermimpi (dreaming society) masih menuju pada masyarakat pembelajar (learning society).
2.
Berkarakter
Karakteristik manusia yang belum berkarakter
3.
Peran pengalaman
Masyarakat Indonesia belum menerapkan pembelajaran berdasarkan pengalaman
4.
Belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja
walaupun dengan adanya kebijakan pemerintah tentang tiga jenis pendidikan, namun masyarakat indonesia beranggapan/ masih menjadikan sekolah sebagai tempat utama belajar,
5.
Masyarakat menjadikan apa yang mereka lakukan sebagai proses belajar.
Masyarakat menjadikan apa yang mereka lakukan sebagai proses belajar




0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogroll

Silahkan memberikan komentar/kritik/saran/ucapan terimakasih untuk kebaikan web ini. Terima Kasih!!!