Pages

Blogger templates

Follow Instagram penulis : @bayupradikto // Imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan (Einstein) // Kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk generasi muda, tapi kita dapat membangun generasi muda untuk masa depan (F.D. Roosevelt) // Apa guna kita memiliki sekian ratus ribu alumni sekolah yang cerdas, tetapi massa rakyat dibiarkan bodoh. Segeralah kaum sekolah itu pasti akan menjadi penjajah rakyat dengan modal kepintaran mereka (Paulo Freire).
Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 22 Oktober 2017

CINTA ANTARA KLUB DAN PEMAIN IDOLA

Malam ini 22 Oktober 2017, Persija akan menjamu Semen Padang di Stadion Patriot Bekasi. Sempat mengalami kesulitan mencetak gol, hingga akhirnya dimenit ke 70 Persija baru bisa mencetak gol. Gol yang sangat dirindukan, gol yang sangat diharapkan dari seorang legenda "BAMBANG PAMUNGKAS". Tidak hanya satu gol, menit 90, Bepe mencetak gol kedua pada laga itu. 
Saya jadi ingat, saya pernah menulis tentang pengalaman, perasaan saya terhadap Bambang Pamungkas dan Persija Jakarta.  Langsung saja deh... Cekidottt...

Bagi pecinta sepak bola Indonesia, siapa yang tidak mengenal sosok Bambang Pamungkas?! Seorang legenda hidup sepakbola Indonesia bahkan menjadi ikon klub dan timnas pada eranya. Bila anda
Selebrasi yang dirindukan
kelahiran 1980-an akhir dan awal 1990-an tentu banyak yang mengidolakan beliau, tidak terkecuali saya yang tinggal jauh dari hirup pikuk geliat sepakbola kasta tertinggi negeri ini. Maklum, saya lahir dan besar di daerah yang bisa dikatakan belum memiliki tradisi dan sejarah yang panjang tentang sepak bola kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Jadi tidak bisa disalahkan bila saya mencintai dan mengidolakan klub lokal di luar tempat tinggal saya. Klub ibukota menjadi idola saya, entah itu disengaja atau tidak disengaja saya mengidolakan klub ini. Mulai dari mencari informasi tentang klub ini, menonton di TV dan berita-berita sepakbola tentang klub ini sudah menjadi hal yang saya tunggu-tunggu. Sosok Bambang Pamungkas juga memiliki pengaruh cukup besar mengapa saya mencintai klub ini. Bukan hanya itu saya, sosok Bepe jugalah yang mempengaruhi posisi saya ketika bermain sepakbola bersama teman-teman sebaya dan ketika masuk SSB (Sekolah Sepak Bola), iya penyerang. Secara kebetulan juga inisial nama saya sama dengan inisial beliau “BP”, sehingga saya sering menulis di buku-buku tulis sekolah saya dengan inisial tersebut.

Pada tahun 2005-2007, Bepe memilih untuk berkarir di Negeri Jiran, bersama dengan Elie Aiboy mereka bergabung dengan klub Selangor FA. Berita keberhasilan bersama Selangor pun menjadi semakin mengharumkan namanya. Hal itupun membuatnya menjadi langganan Timnas Indonesia ketika berlaga di even-even internasional. Berbagai gelar bergensi di Liga Malaysia pernah dipersembahkan untuk tim Selangor FA, baik individu maupun tim. Tercatat pernah menjadi topskor Malaysia Premier League (2005), Topskor FA Cup Malaysia (2005), juara Malaysia Premier League (2005), juara FA Cup Malaysia (2005) dan Malaysia Cup Player of the Year (2005).
Sukses bersama Selangor FA
Pada tahun 2007, Bepe memutuskan untuk kembali membela Persija Jakarta. Ini membuat saya semakin semangat untuk menyaksikan Macam Kemayoran bertanding walau hanya di layar kaca. Tak ketingggalan saya menyimpan jadwal Persija Jakarta bertanding yang disiarkan di stasiun TV swasta. Ada kalanya ketika saudara atau keluarga yang ke Jakarta, saya selalu meminta untuk dibelikan jersey Persija, ya walau sering kecewa karena mereka lupa membelikan atau tidak tahu tempat untuk membelinya di Jakarta.

Tahun 2013 setalah saya bekerja, dengan penghasilan sendiri saya sudah bisa membeli segala pernak-pernik mengenai sepakbola, khususnya Persija Jakarta. Bakan sesekali ketika hari libur, saya menyaksikan Persija di Stadion, baik itu saat home atau away ke Sumatera. Di tahun yang sama, Bepe memutuskan untuk bergabung dengan klub di Liga Indonesia selain Persija Jakarta, yaitu Pelita Bandung Raya. Jujur saya awalnya sedikit kecewa dengan keputusan tersebut, karena saya berpikir Persija Jakarta dan Bambang Pamungkas itu sudah seperti satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, namun akhirnya saya berfikir positif tentang keputusannya untuk pindah klub. Ketika menyaksikan Persija bermain, memang seperti ada yang kurang lengkap rasanya tanpa melihat Bepe di lapangan. Saya juga tidak tahu, apakah ini juga dirasakan oleh Jakmania lainnnya yang mengidolakan Bepe atau hanya perasaan saya saja. Sewaktu ketika, saat sedang berada di Palembang, dan mengetahui besok ada pertandingan Sriwijaya FC vs Pelita Bandung Raya, tepatnya tanggal 31 Agustus 2014. Saya menyempatkan diri menonton pertadingan tersebut di Gelora Jakabaring. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan Pelita Bandung Raya. Bepe pun mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut. Senang rasanya melihat Bepe mencetak gol. Namun berbeda rasanya mendukung Persija dan mendukung hanya Bepe saja. Setelah pertandingan itu saya baru sadar bahwa “kecintaan” saya kepada Bambang Pamungkas tidak sebesar “kecintaan” saya kepada Persija Jakarta. Setelah pertandingan tersebut saya sadar bahwa memang Persija Jakarta sudah menjadi klub idola saya walau dengan siapapun pemain-pemainnya. Energi, emosi, adrenalin yang saya rasakan untuk mendukung Persija Jakarta berbeda ketika hanya mendukung Bambang Pamungkas sendiri dengan klub tempat dia bermain saat itu. Saya yakin suatu saat nanti Sang Idola akan tahu kemana dia harus memantapkan hatinya untuk bermain bola, dan saya akan tetap mendukung Persija Jakarta dan mengidolakan Bambang Pamungkas.

Tahun 2015, Bepe memutuskan untuk kembali ke Persija Jakarta. Anak hilang yang telah kembali ke rumah yang sebenarnya. Persija Selamanya, Persija Sampai Mati. Salam Jakmania Bengkulu.


Sumber gambar :
https://img.okeinfo.net/content/2017/10/22/49/1800296/bambang-pamungkas-gemilang-persija-bungkam-semen-padang-FaKwkBMuRX.jpg

https://images.cdn.fourfourtwo.com/sites/fourfourtwo.com/files/2005_selangor_malaysia-cup_-_selangot.jpg

http://www.striker.id/wp-content/uploads/2017/09/persija-jakarta-vs-persela-lamongan-aroma-dendam-di-patriot-lX8.jpg

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogroll

Silahkan memberikan komentar/kritik/saran/ucapan terimakasih untuk kebaikan web ini. Terima Kasih!!!