Pages

Blogger templates

Follow Instagram penulis : @bayupradikto // Imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan (Einstein) // Kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk generasi muda, tapi kita dapat membangun generasi muda untuk masa depan (F.D. Roosevelt) // Apa guna kita memiliki sekian ratus ribu alumni sekolah yang cerdas, tetapi massa rakyat dibiarkan bodoh. Segeralah kaum sekolah itu pasti akan menjadi penjajah rakyat dengan modal kepintaran mereka (Paulo Freire).
Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 29 November 2017

KONSEP LINK AND MATCH DALAM PENDIDIKAN

Istilah “link and match” memang salah satu konsep yang cukup banyak diperbincangkan dalam dunia pendidikan akhir-akhir ini. Konsep ini digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 1993-1998, Prof. Dr.–Ing. Wardiman Djojonegoro.
Link secara harfiah berarti ada pertautan atau hubungan interaktif dan match berarti cocok. Pada dasarnya link and match adalah adanya keterkaitan dan kesepadanan dengan kebutuhan dan permintaan (needs, demands). Kebutuhan dalam pembangunan sangat luas, multidimensional dan multisektoral. Mulai kebutuhan peserta didik sendiri, kebutuhan keluarganya, kebutuhan untuk pembinaan masyarakat dan warga negara yang baik, hingga kebutuhan dunia kerja. (Djojonegoro, 2016, hlm.288)
Dalam konsep link and match, beliau menyampaikan bahwa isi pendidikan hendaknya sesuai dengan kebutuhan para siswa sewaktu mulai bekerja. Dunia kerja di dalam era globalisasi ini berubah dengan cepat, baik dengan prosesnya, maupun teknologi yang menopang dunia kerja. Siapa yang dapat menerka akan datangnya internet, smartphone pada 20 tahun yang lalu?
Masa nilai tambah para siswa cukup lama: SD-SMP-SMA-Perguruan Tinggi, total 16 tahun. Dalam 16 tahun, politik berubah, ekonomi berubah, proses dunia kerja akan banyak mengalami perubahan juga, karena teknologi maju dengan pesat. Karenanya perlu visi yang jauh kedepan dari pendidikan untuk menyesuaikan pada perkembangan masa depan. Untuk mengetahui perubahan itu, maka dunia pendidikan perlu selalu berhubungan dengan dunia kerja dan sebaliknya, dunia kerja diundang untuk melihat isi dari dunia pendidikan. Inilah inti dari link and match. (Disampaikan dalam Seminar Nasional Universitas Wisnuwardhana Malang, 25 April 2017)

Referensi :

Djojonegoro, Wardiman. 2016. Sepanjang Jalan Kenangan. Jakarta : KPG

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogroll

Silahkan memberikan komentar/kritik/saran/ucapan terimakasih untuk kebaikan web ini. Terima Kasih!!!