Pages

Blogger templates

Follow Instagram penulis : @bayupradikto // Imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan (Einstein) // Kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk generasi muda, tapi kita dapat membangun generasi muda untuk masa depan (F.D. Roosevelt) // Apa guna kita memiliki sekian ratus ribu alumni sekolah yang cerdas, tetapi massa rakyat dibiarkan bodoh. Segeralah kaum sekolah itu pasti akan menjadi penjajah rakyat dengan modal kepintaran mereka (Paulo Freire).
Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 12 November 2017

PEMBELAJARAN MULTIKULTURAL

A.      Konsep Pembelajaran Multikultural
Berdasarkan dari definisi kata, multikultural terdiri dari gabungan kata multi dan kulturan. Multi berarti lebih dari satu, sedangkan kultural berarti sesuatu yang terkait dengan kebudayaan kelompok tertentu secara kebiasaan mereka yang meliputi kepercayaa, tradisi, kesenian dan sebagainya. Sehingga secara sederhana multikultural dapat diartikan sebagai keberagaman budaya. Istilah multikultural identik dengan masyarakat yang multikultural. J.S. Furnival menyebutkan definisi masyarakat multikultural adalah masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih komunitas atau struktur kelembagaan yang berbeda-beda satu sama lainnya. Hal senada juga dijelaskan oleh Parekh (dikutip dari Azra, 2007) yang menyatakan bahwa masyarakat multikultural merupakan masyarakat yang terdiri dari beragam jenis komunitas budaya dengan segala manfaat dan sedikit perbedaan yang ada di dalam konsepsi dunia, nilai, sistem makna, bentuk organisasi, adat istiadat, sejarah, serta kebiasaan yang ada.
Pembelajaran multikultural adalah proses pembelajaran yang tidak bisa terlepas dari unsur-unsur kebudayaan. Sleeter dan Grant (1988) menjelaskan bahwa pendidikan multikultural adalah kebijakan dalam praktik pendidikan dalam mengakui, menerima, dan menegaskan perbedaan dan persamaan manusia yang dikaitkan dengan gender, ras, kelas. Sedangkan Skeel (1995) mendefinisikan pendidikan multikultural sebagai suatu sikap dalam memandang keunikan manusia denga tanpa membedakan ras, budaya, jenis kelamin, seks, kondisi jasmaniah atau status ekonomi seseorang. Dalam konteks pendidikan, pembelajaran multikultural merupakan Proses interaksi warga belajar/peserta didik dengan pendidik/sumber belajar dalam lingkungan belajar yang mengandung nilai-nilai kebudayaan, sehinga peserta didik memperoleh ilmu pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat serta pembentukan sikap dan kepercayaan diri dalam proses belajar.

B.       Pentingnya Pembelajaran Multikultural
Keanekaragaman budaya yang ada di masyarakat harus dapat disikapi dengan baik dan benar. Sebagai seorang pendidik harus dapat menciptakan suasana belajar dalam kebersamaan yang damai dan harmonis, sehingga dapat menghindari berbagai konflik antar manusia yang didasari atas prasangka antar ras, antar suku, antar agama dan antar status sosial. Pandangan komisi Internasional Penanganan konflik, menuntut pendidikan tidak hanya membekali generasi muda untuk menguasai IPTEK dari kemampuan bekerja serta memecahkan masalah, melainkan kemampuan untuk hidup bersama dengan orang lain yang berbeda dengan penuh toleransi, pengertian dan tanpa prasangka (Hatimah dan Sadri, 2008).
Rasional tentang pentingnya pendidikan multikultural, karena strategi pendidikan ini dipandang memiliki keutamaan-keutamaan, terutama dalam : (1) memberi terobosan baru pembelajaran yang mampu meningkatkan empati dan mengurangi prasangka peserta didik sehingga tercipta manusia (warga negara) antar budaya yang mampu menyelesaikan konflik dengan tanpa kekerasan. (2) menerapkan pendekatan dan strategi pembelajaran yang potensial dalam mengedepankan proses interaksi sosial dan memiliki kandungan afeksi yang kuat. (3) model pembelajaran multikultural membantu guru dalam mengelola proses pembelajaran menjadi lebih efisien dan efektif, terutama memberikan kemampuan peserta didik dalam membangun kolaborasi dan memiliki komitmen nilai yang tinggi dalam kehidupan masyarakat yang serba majemuk; (4) memberikan kontribusi bagi bangsa Indonesia dalam menyelesaikan dan mengelola konflik yang bernuansa SARA yang timbul di masyarakat dengan cara meningkatkan empati dan mengurangi prasangka.

C.      Strategi Pengelolaan Pembelajaran Multikultural
Pemebelajaran multikultural tidak lepas dari hakekar pendidikan yang mendasarinya, yaitu bahwa hakikat pendidikan adalah suatu proses menumbuhkembangkan eksistensi peserta didik yang memasyarakat, membudaya dalam tata kehidupan yang berdimensi lokal, nasional dan global.
Dalam strategi pengolahan pembelajaran multikultural dalam hal ini difokuskan pada penerapan pembelajaran perdamaian, Hak-hak Asasi Manusia (HAM) dan demokratisasi.
1.      Pembelajaran Perdamaian
Javier Perez (dalam Hatimah dan Sadri, 2008) mengungkapkan bahwa perdamaian harus dimulai dari diri kita masing-masing. Melalui pemikiran yang tenang yang sungguh-sungguh tentang maknanya, maka cara-cara baru dan kreatif dapat ditemukan untuk mengembangkan pengertian, persahabatan dan kerjasama antar sesame manusia.
Strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran perdamaian di dalam kelas adalah strategi introspektif dan interaksi sosial yang positif. Strategi introspektif yaitu cara untuk menumbuhkan kesadaran bagi peserta didik untuk berani mengoreksi dirinya sendiri tentang kegiatan/perbuatan yang sudah dilakukan. Melalui introspeksi, peserta didik diharapkan berani untuk menilai dirinya sendiri sehingga dapat memilih kegiatan-kegiatan apa saja yang dapat menumbuhkan sikap saling menghargai, saling toleransi antar peserta didik, sekalipun diantara mereka mempunyai keanekaragaman budaya.
2.      Pembelajaran Hak Asasi Manusia (HAM)
Strategi untuk mempelajari nilai-nilai inti yang berhubungan dengan hak-hak asasi manusia adalah (a) belajar tentang hak asasi manusi. Belajar tantang nilai-nilai inti hak-hak asasi manusia melibatkan belajar tentang dokumen-dokumen inti internasional tentang hak-hak asasi manusia, pengertian-pengertian utama (hak-hak sipil dan politik, hak-hak sosial dan ekonomi, perlakuan yang adil, sesuai dengan tindakan hokum), daftar nilai-nilai inti, menjelajahi pelanggaran hak-hak asasi manusia melalui studi kasus perorangan. (b) belajar bagaimana memperjuangkan hak-hak asasi manusia. Belajar tentang nilai-nilai inti yang berhubungan dengan hak-hak asasi manusia memerlukan pengetahuan yang relevan, pengembangan dan praktek ketrampilan yang diperlukan untuk membela dan promosi nilai-nilai. Hal ini meliputi pengembangan ketrampilan komunikasi, ketrampilan bekerjasama, perundingan, dan pengambilan keputusan. (c) belajar melalui pelaksanaan hak-hak asasi manusia. Pengetahuan dan ketrampilan yang dipelajari tentang nilai itu perlu diperkuat melalui hakikat dari lingkungan ruangan kelas, kualitas hubungan antar pribadi dan metode pembelajaran harus menciptakan penghargaan intrinsic pada hak-hak peserta didik dan pendidik.
3.      Demokrasi
Pembelajaran untuk demokrasi pada hakikatnya adalah untuk mengembangkan eksistensi manusia dengan jalan mengilhaminya dalam pengertian martabat dan persamaan, saling percaya, toleransi, penghargaan pada kepercayaan dan kebudayaan orang lain, penghormatan pada individu, oeran aktif dalam semua aspek kehidupan sosial, kebebasan berekspresi, kepercayaan dan beribadat. Apabila hal-hal tersebut sudah ada, maka dapat digunakan untuk mengembangkan pengambilan keputusan yang efektif, demokratis pada semua tingkatan yang akan mengarah pada kewajaran, keadilan dan perdamaian.
Untuk menciptakan demokrasi, dapat digunakan berbagai strategi, yaitu : (a) etos demokrsi harus berlaku di tempat pembelajaran baik di sekolah maupun di luar sekolah. (b) pembelajaran untuk demokrasi berlangsung secara berlanjut. Secara tepat harus diperkenalkan di semua jenjang dan bentuk pendidikan melalui pendekatan terpadu. Penafsiran demokrasi harus sesuai dengan berbagai konteks sosiobudaya, ekonomis dan evolusinya.

Referensi :
Hatimah & Sadri. 2008. Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan. Jakarta : Universitas Terbuka
Sleeter & Grant. 1988. Making Choices for Multicultural Education: Five Approaches to Race, Class, and Gender. California : Merrrill

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogroll

Silahkan memberikan komentar/kritik/saran/ucapan terimakasih untuk kebaikan web ini. Terima Kasih!!!