Pages

Blogger templates

Follow Instagram penulis : @bayupradikto // Imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan (Einstein) // Kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk generasi muda, tapi kita dapat membangun generasi muda untuk masa depan (F.D. Roosevelt) // Apa guna kita memiliki sekian ratus ribu alumni sekolah yang cerdas, tetapi massa rakyat dibiarkan bodoh. Segeralah kaum sekolah itu pasti akan menjadi penjajah rakyat dengan modal kepintaran mereka (Paulo Freire).
Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 11 Mei 2018

ISU DAN ETIKA DALAM PENELITIAN PENDIDIKAN

Isu etika sering ditimbulkan dan dibincangkan dalam seminar penelitian, terutama dalam bidang sosial dan tingkah laku adalah kerana kebebasan yang dilakukan biasanya menggunakan manusia yang ada perasaan dan pengalaman. Kaedah pengumpulan data dalam penelitian juga ada yang bersifat rahasia, hak, hal pribadi dan kebenaran subjek kajian. Oleh karena data yang dikumpul dari responden mungkin merupakan bersifat rahasia atau sesuatu yang sulit, yang tidak bisa diketahui.
Menurut Setiawan,[1] etika adalah konsep yang mengarah pada perilaku yang baik dan pantas berdasarkan nilai-nilai norma, moralitas, pranata, baik kemanusiaan maupun agama.
Etika mengandung tiga pengertian[2] yaitu : 1) Kata etika dapat dipakai dalam arti nilai-nilai atau norma-norma moral yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. 2) Etika berarti kumpulan asas atau nilai moral. Misalnya kode etik. 3) Etika merupakan ilmu tentang yang baik atau yang buruk yang diterima dalam suatu masyarakat. 
Etika berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu ethos, dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti, antara lain tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan, adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adalah adat kebiasaan. Etika adalah ilmu tentang apa yang bisa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan. Kata yang cukup dekat dengan etika adalah moral. Moral berasal dari kata latin mos dalam bentuk tunggal, jamaknya mores yang berarti kebiasaan, adat. Etimologi kata etika sama dengan etimologi kata moral karena keduanya berasal dari kata yang berarti adat kebiasaan. Hanya saja bahasa asalnya yang berbeda. Istilah etika atau moral dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai kesusilaan. Objek material etika adalah tingkah laku atau perbuatan manusia, perbuatan yang dilakukan secara sadar dan bebas. Sedangkan objek formal etika yaitu kebaikan dan keburukan atau bermoral dan tidak bermoral dari tingkah laku tersebut.[3]
Penelitian adalah kegiatan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip (baik kegiatan untuk penemuan, pengujian atau pengembangan) dari suatu pengetahuan dengan cara mengumpulkan, mencatat dan menganalisa data yang dikerjakan secara sistematis berdasarkan ilmu pengetahuan (metode ilmiah).[4]
Jadi dapat disimpulkan bahwa, etika penelitian adalah suatu ukuran dari tingkah laku dan perbuatan yang harus dilakukan/diikuti oleh seorang peneliti dalam memperoleh data-data penelitiannya yang disesuaikan dengan adat istiadat serta kebiasaan masyarakat ditempat ia meneliti.
Mengapa kita perlu belajar tentang etika penelitian ?
Martinson, Anderson & de Vries, Nature 435, 737 (9 Juni 2005) jajak pendapat dari 3.247 ilmuan yang didanai oleh NIH Persentase ilmuwan yang mengakui yang terlibat dalam perilaku yan tercantum dalam 3 tahun sebelumnya (pilihan) :
Tabel 2.1
Persetase pelanggaran Etik Menurut Martinson, Anderson dan Vries

No.
Persentase
Pelanggaran Etik
1
0.3 %
Memalsukan atau hanya "mengolah" data penelitian
2
1.4%
Menggunakan ide-ide orang lain tanpa izin atau pemberian pengakuan
3
1.7%
Penyalahgunaan bahan rahasia untuk penelitian sendiri
4
6%
Gagal untuk  menyajikan data yang bertentangan dengan penelitian sebelumnya
5
12.5%
Menghadapipenggunaan data cacat /interpretasinya dipertanyakan
6
4.7%
mempublikasi data yang sama atau hasil diberbagai publikasi
7
10%
Kurang tepat menetapkan contributor karya ilmiah
8
10.8 %
Pemenggalan rincian metodologi dalam makalah atau proposal
9
13.5%
Menggunakan rancangan penelitian tidak memadai atau tidak patut
10
15.3%
Menjatuhkan pengamatan atau titik data melalui firasat/ perasaan
11
27.5%
Pencatatan yang tidak memadai terkait dengan proyek-proyek penelitian.



[1] Setiawan, N., Kode Etik Penulisan Karya Ilmiah, Bahan TOT Penulisan Karya Ilmiah, 2011. Hal. 13.
[2] Rizal Mustansyir dan Misnal Munir, Filsafat Ilmu, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001), hal. 29.
[3]Dirgantara Wicaksono,  Etika dalam Ilmu dan Penulisan Ilmiah, dalam situs: http://dirgantarawicaksono. blogspot.com/diunggah hari Selasa tanggal 25 Maret 2014.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogroll

Silahkan memberikan komentar/kritik/saran/ucapan terimakasih untuk kebaikan web ini. Terima Kasih!!!