Pages

Blogger templates

Follow Instagram penulis : @bayupradikto // Imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan (Einstein) // Kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk generasi muda, tapi kita dapat membangun generasi muda untuk masa depan (F.D. Roosevelt) // Apa guna kita memiliki sekian ratus ribu alumni sekolah yang cerdas, tetapi massa rakyat dibiarkan bodoh. Segeralah kaum sekolah itu pasti akan menjadi penjajah rakyat dengan modal kepintaran mereka (Paulo Freire).
Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 03 Juli 2018

MEMECAHKAN PSIKOTES MENGGAMBAR POHON (Draw a Tree)


Sumber : google
Psikotes merupakan sebuah alat khusus yang dapat digunakan guna mengenali potensi diri kita. Perusahaan/lembaga pengguna tenaga kerja membutuhkannya untuk menyeleksi potensi calon-calon karyawan yang cocok dengan posisi dan sistem kerja yang mereka tawarkan. Perlu diketahui bahwa psikotes bukanlah merupakan sebuah pengadilan yang menentukan nasib seseorang. Ketika seseorang tidak lolos psikotes pada suatu perusahaan atau jenis pekerjaan tertentu, berarti potensinya mungkin memang tidak sesuai untuk kebutuhan perusahaan atau jenis pekerjaan yang dilamar. Jadi, tidak lolosnya seseorang di tahap psikotes bisa saja disebabkan karena kompetensinya lebih tinggi dari yang dibutuhkan. Maka penting sekali untuk memahami hal ini sebelum kita beranjak untuk menghadapi berbagai psikotes.

Saya sendiri memiliki beberapa pengalaman dengan psikotes. Pengalaman inilah yang coba ingin saya bagikan kepada para pembaca supaya dapat menjadi masukan dan persiapan yang lebih baik dalam menghadapi psikotes.

Contoh surat keterangan dokter
Sedikit bercerita,...
Beberapa bulan yang lalu saya diminta oleh lembaga tempat saya bekerja untuk mengurus surat keterangan sehat jasmani dan rohani. Untuk surat keterangan sehat jasmani, itu bisa kita dapatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), ya bisa rumah sakit pemerintah, rumah sakit “kepolisian” atau rumah sakit “TNI”. Barangkali Rumah sakit yang disarankan tersebut karena lebih mudah ditemui dan umumnya lebih kredibel. Pada saat itu saya memilih Rumah Sakit “Kepolisian”, karena jaraknya dekat dengan tempat menginap.

Contoh surat ket. bebas narkoba
Adapun yang akan dicek adalah kondisi kesehatan (tinggi, berat badan, tensi darah, bebas narkoba, dan sebagainya). Mengurus surat ini bisa selesai dalam waktu 2 (dua) jam. Pada saat itu antrian cukup banyak. Ok, selesai surat keterangan sehat jasmani!

Selanjutnya, mengurus surat keterangan rohani (Surat Keterangan Kesehatan Jiwa). Ini saya urus di Rumah Sakit Jiwa. Nah untuk mengurus surat ini, ada beberapa tes yang akan dilakukan dan membutuhkn waktu yang cukup lama, sekitar 4-5 jam. Karena memang rangkaian tes nya cukup banyak. Jadi saran saya, harus istrirahat yang cukup dan jangan lupa sarapan terlebih dahulu sebelum mengikuti rangkaian tes ini.

Nah, pada tulisan kali ini saya akan coba membagikan pengalaman saya dalam tes menggambar pohon (draw a tree). Menggambar pohon adalah salah satu tes yang meminta kita mengekspresikan pengalaman, kemampuan dan emosi dalam gambar (selain nanti diminta menggambar manusia dan menyambung gambar dari berbagai bentuk ruang dan titik).

Dalam menggambar pohon, memiliki petunjuk/perintah dalam menggambar. Adapun perintahnya adalah : “gambarlah pohon, kecuali pohon cemara, randu, bambu, kelapa, pisang, semak belukar dan jenis tanaman monokotil. Kemudian, setelah anda selesai menggambar, anda akan diminta menuliskan nama pohon tersebut pada halaman belakang kertas tersebut”.
 
Waktu yang diberikan untuk menggambar ini hanyalah 10 menit dan menggambar pada kertas HVS ukuran A4, menggunakan pensil, tidak pakai penghapus, dan alas menggambar harus licin dan keras.
Karena saya tidak memiliki persiapan yang matang dan saya anggap menggambar itu cukup mudah, akhirnya saya memutuskan untuk menggambar pohon mangga (sesuai dengan imajinasi dan yang pernah saya lihat).

Saya tidak tahu pasti, bagaimana orang menggambar bisa mengetahui psikologis hanya dari gambar pohon ? Bagaimana dengan orang yang tidak pandai menggambar ?

Dalam pikiran saya saat itu, ini pasti yang jago gambar bisa bagus nih nilainya...
Contoh surat ket.kesehatan jiwa

Dari hasil tes kesehatan jiwa secara keseluruhan yang telah saya lalui, tertulis dalam Surat Keterangan Kesehatan Jiwa bahwa : Tidak menunjukkan sesuatu kelainan fungsi kepribadian yang bersifat PSIKOTIK, RETARDASI MENTAL, GANGGUAN JIWA NEUROSA BERAT DAN GANGGUAN KEPRIBADIAN yang dapat menghambat penugasannya pada taraf pendidikan yang dimilikinya. 

Artinya, secara keseluruhan tidak terdapat masalah gangguan jiwa.

Namun saya masih penasaran, sebenarnya apa sih maksud dari menggambar pohon ?

Saya mencoba mencari beberapa referensi mengenai hal tersebut. Ternyata, menggambar pohon itu ada maksud dan tujuannya untuk mengetahui karakter dan kepribadian kita. Jadi dapat dikatakan tidak bisa sembarangan juga menggambarnya. 

Ternyata menggambar pohon dalam tes ini tidak mesti bagus dan indah layaknya lukisan mahal yang terpajang di galeri/pameran lukisan. Namun, ada beberapa kriteria-kriteria penilaian.
Ok, mempersingkat waktu.... langsung saja saya coba ulas berdasarkan yang saya baca dan yang saya temui. Cekidootttt!!!!!

Meskipun Anda sama sekali tidak pandai menggambar, tapi khusus untuk tes ini, Anda bisa berlatih menggambar. Supaya hasil lebih optimal, sebelum tes, sebaiknya Anda mencari tahu jenis pohon yang akan Anda gambar, pelajari karakternya, kemudian latihlah kemampuan menggambar dengan mengacu pada referensi foto atau hasil pengamatan Anda. Jangan pernah "mempercayai kemampuan dan kecepatan tangan" Anda sebelum Anda benar-benar mencoba menggambar. Paling tidak, ketika sudah pernah mencoba berlatih menggambar, Anda tidak grogi saat menghadapi tes sebenarnya. 

Bagus tidaknya gambar bukanlah kriteria lolos tes karena Tree Test bukanlah tes kemampuan menggambar. Sebagai salah satu alat menggali kepribadian, setiap tarikan garis dan tebal-tipis garis pun akan dievaluasi dengan cermat oleh psikolog. Jadi yang bisa kita persiapkan hanyalah berlatih menggambar semirip mungkin dengan pohon yang dimaksud dan menyelesaikan gambar tepat waktu.
Sumber : Google
Berdasarkan beberapa referensi yang saya baca, sebenarnya ada poin yang perlu diperhatikan dalam menganalisis gambar pohon (pertimbangan korektor/psikolog), yang antara lain : usia si penggembar, dan dari mana subyek berasal. Ini perlu diketahui karena bila pada orang dewasa ada sekelompok ciri yang biasa ditemukan pada tahap usia yang lebih muda yang dapat dikatakan  normal untuk tahap usia tersebut maka ada beberapa kemungkinan yang perlu dipertimbangkan yaitu retardasi perkembangan, manifestasi keadaan-keadaan infantil atau regresi.

Ok, selanjutnya kita langsung saja pada poin dalam menggambar. Mulai dari bagian-bagian yang ada dala pohon (akar, pangkal batang, batang pohon, permukaan batang, dahan, mahkota dan bayangan *bila diperlukan) :
AKAR :
Berfungsi untuk menghisap makanan dan berpegangan pada tanah agar tidak tumbang. Akar dapat digambar dengan 2 cara, yaitu akar 1 garis dan akar 2 garis. Akar 1 garis biasanya dibuat anak sedangkan akar 2 garis dibuat orang dewasa. Namun akar 2 garis dapat dibuat sebagai akar tertutup dan akar terbuka.

PANGKAL BATANG :
Dapat digambar lebar di kiri dan kanan, sebelah kiri saja lebih lebar atau sebelah kanan saja lebih lebar. Pelebaran ke kiri atau ke kanan atau pada bagian kiri dan kanan berarti adanya inhibisi/hambatan.

BATANG POHON :
Dapat digambar dengan 1 garis dan 2 garis. Ada berbagai bentuk batang, misalnya batang bentuk kerucut yang biasa digambar anak sekitar usia 8-9 tahun, anak debil atau orang dewasa yang mengalami regresi. Batang dapat pula dibuat dengan 2 garis lurus paralel, batang yang bergelombang serasi atau batang yang menggelembung, jadi ada penebalan dan konstriksi. Penebalan berarti penimbunan sedangkan konstriksi berarti hambatan, jadi apa yang ditimbun dan apa yang dihambat? Apabila kita kembali pada simbolik batang yaitu energi, dorongan, maka penimbunan dapat berarti energi.

PERMUKAAN BATANG :
Secara fisiognomis, permukaan batang berarti ke arah hubungan individu dengan lingkungan secara emosional dan afektif, yaitu bagaimana individu lingkungannya. Ini berarti penyesuaian diri, kehidupan afek, defense mechanism diri. Penampilan coretan tajam dan berkesan keras dapat diartikan sebagai berikut : sesuatu yang keras biasanya tahan pukulan tetapi pukulan yang keras sekali akan mengakibatkan patah. Jadi sifat yang keras dan sikap yang keras bila terlalu ditekan, akan patah. Coretan yang begelombang menunjukkan sikap kontak yang emosional, artinya perasaan memegang peranan penting sedangkan coretan dalam bentuk noda-noda yang tampak seperti penyakit kulit. Melambangkan gangguan dan kontak dengan sesama manusia.

DAHAN :
Seperti akar dan batang dapat dibuat dengan 1 garis maupun 2 garis. Dahan yang dipotong dapat diartikan bahwa dalam perkembangan terjadi sesuatu yang menyangkut segi psikis. Dahan yang dibuat seperti pipa, yaitu terbuka pada ujungnya pada umumnya menunjukkan taraf perkembangan yang belum sempurna, dalam arti, dalam sikap sehari-hari belum terlihat
kematangan dan belum dapat membedakan antara diri dan lingkungan.

MAHKOTA :
Menggambarkan aktivitas atau proses-proses yang berhubungan dengan ratio, intelek. Mahkota dapat digambar tertutup maupun terbuka. Perlu diperhatikan perbandingan antara lebar dan tinggi mahkota depan panjang batang. Kadang-kadang mahkota diisi dengan dahan yang terpencar tak beraturan, mahkota diisi dengan coretan atau mahkota yang kosong.

BAYANGAN :
Merupakan pengisian kertas dengan prinsip supaya lebih gelap dan dapat diartikan bahwa ada emosional pada yang bersangkutan. Perlu diperhatikan berat-ringannya bayangan yang dibuat, karena bayangan yang dibuat sengan halus, ringan menunjukkan kepekaan si penggambar sedangkan bayangan yang gelap dan berat lebih menunjukan adanya kecemasan.

Selain dari keterangan di atas, ada juga beberapa sumber yang menyatakan bahwa posisi kita menggambar pohon juga dapa menentukan bagaimana karakter kita. (Dalam pikiran saya, “wah keren juga nih, bisa tahu karekter orang hanya dari gambar dan posisinya”. Yaaa.. bagitulah ilmu!). Berikut saya akan coba berbagi mengenai posisi menggambar pohon pada bidang kertas.

DI TENGAH :
Bila anda menggambar pohon pada posisi di tengah bidang kertas, anda diartikan sebagai orang yang praktis dan rendah hati. Memilih bagian tengah dianggap anda akan menerapkan pendekatan jalan tengah. Anda menangani masalah-masalah dengan sikap mengharapkan yang terbaik dan membayangkan yang terburuk. Dengan cara ini anda siap dengan apapun yang terjadi.

DI BAGIAN BAWAH :
Bila anda menggambar pohon pada posisi di bagian bawah, anda diartikan lebih suka riset terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah anda merasa yakin atau pesimistik aka sebuah solusi. Hal ini umumnya disebabkan bagian bawah dari pertengahan halaman melambangkan pendekatan hidup yang membumi.

TINGGI DI ATAS :
Bila posisi gambar anda tinggi di atas, maka ini diartikan bahwa anda memiliki karakter melihat hikmah dari semua masalah. Semakin tinggi letak pohon, anda menunjukkan sikap anda yang semakin tinggi dalam memandang hidup. Kendati hal-hal terjadi tidak seperti yang diharapkan, namun semuanya itu anda anggap sebagai pengalaman hidup dan pembelajaran.

BATANG YANG LEBAR :
Bila anda menggambar dengan batang pohon yang lebar, maka ini dapat melambangkan kekuatan emosional anda. Batang lebar berarti anda bisa tetap tenang dan tidak mudah marah. Anda pusat ketenangan di tengah badai. Pendirian anda juga kuat.

BATANG YANG RAMPING :
Bila Anda menggambar dengan batang yang raming, maka ini dapat melambangkan bahwa anda orang yang fleksibel dan terbuka dengan pandangan-pandangan atau pendapat orang lain. Anda juga sensitif dan banyak empati untuk masalah orang lain.

POHON BERCABANG DI PUNCAK :
Bila Anda menggambar dengan kriteria seperti ini, maka hal ini menggambarkan bahwa anda sedang terpecah di antara beberapa pilihan hidup saat ini. 
Bahkan tinggi pohon dan kecondongan arah pohon pun menjadi perhatian dalam tes psikotes ini, berikut penjelasannya :
 
LEBIH DARI SETENGAH TINGGI KERTAS :
Menggambar pohon lebih tinggi menunjukkan hasrat untuk mencapai prestasi yang tinggi dalam hidup. Anda juga dermawan dalam soal uang. Dan dalam bekerja anda seksama serta men cek ulang untuk memastikan anda bekerja dengan baik.

TINGGI POHON KURANG DARI SETENGAH TINGGI KERTAS :
 Anda puas dengan hidup ini apa adanya anda juga hemat dan sangat efisien.

POHON CONDONG KE KIRI :
Anda cenderung memendam apa yang anda pikirkan. Sikap anda konsevatif dan introvert. Anda tidak menyukai guncangan-guncangan . Meskipun anda tidak setuju anda akan menyimpannya untuk diri sendiri.

POHON CONDONG KE KANAN :
Anda berorientasi pada aksi.anda akan mengatakan apa yang anda pikirkan kendatipun
bertentangan dengan pandangan-pandangan orang lain.

POHON LURUS :
Anda berada di tengah antara memendam perasaan-perasaan anda dan mengungkapkannya. Jadi anda cenderung memilih perang dengan diri anda. Anda akan bicara hanya jika masalah itu benar-benar penting untuk anda.

Selain itu, posisi pohon berdiri juga menjadi perhatian, berikut penjelasannya :
DI TANAH :
Bila anda menggambar pohon yang berada di tanah, maka diartikan bahwa anda mendambakan  rasa aman dan stabilitas. Anda menyukai kehidupan keluarga dan lebih
suka pekerjaan di mana anda bisa bertahan bertahun-tahun.

DI POT :
Bila anda menggambar pohon yang berada di pot, maka diartikan  bahwa anda sangat sibuk bekerja sepanjang waktu. Anda senang berpergian dan bertualang, serta mengenal orang-orang baru dan tempat-tempat baru.

DI PUNCAK GUNUNG :
Bila anda menggambar pohon yang berada di puncak gunung, maka diartikan  bahwa Anda mendambakan perhatian dan senang menjadi pusat perhatian. Anda adalah entertainer
alamiah dan komunikator ulung yang membuat orang tertarik pada anda.

MELAYANG DI AWANG-AWANG (TIDAK ADA DASARNYA) :
Bila anda menggambar pohon yang berada melayang di awang-awang, maka diartikan  bahwa Anda impulsif dan spontan. Anda sangat mudah menjadi senang jika sesuatu mengilhami anda.

DI PULAU :
Bila anda menggambar pohon yang berada di pulau, maka diartikan  bahwa Anda memerlukan banyak waktu untuk menyendiri untuk mengisi ulang energi anda, juga membantu anda untuk menemukan solusi dari masalah anda.

Kemudian dari gambar yang anda buat, apakah mempunyai dahan atau tidak ? Apakah memiliki akar atau tidak ? Dan apakah dominan  daun atau tidak ? Nah, berikut dijalaskan mengenai hal tersebut :

MEMILIKI DAHAN :
Bila gambar anda memiliki dahan, maka dapat diartikan bahwa anda adalah orang yang berorientasi pada otak kiri. Dalam survei-survei, dahan-dahan digambar oleh orang yang logis dan analitis. Anda jarang kehilangan kesabaran karena anda terlalu sibuk memikirkan solusi rasional untuk semua masalah yang muncul.

TIDAK MEMILIKI DAHAN :
Bila gambar anda tidak memiliki dahan, maka dapat diartikan bahwa anda hanya menggambar kerangka dasar pohon, berarti anda dikuasai oleh otak kanan yang intuitif. Anda mengikuti instink-instink anda dalam segala sesuatu, mulai dari menerima pekerjaan sampai berteman dengan orang baru. Dan biasanya instrink tersebut benar.

MEMILIKI AKAR :
Bila anda menggambar akar, maka hal ini dapat  melambangkan keluarga dan sejarah, berarti masa lalu penting bagi anda. Anda menganggap itulah dasar dari siapa anda saat ini dan membantu anda memahami diri sendiri secara lebih baik anda menyukai tradisi keluarga, resep-resep yang diturunkan dari ibu, juga pusaka/peninggalan dari keluarga anda.

TIDAK MEMILIKI AKAR :
Anda fokus pada masa depan. Anda mandiri dan senang menciptakan tradisi-tradisi baru. Anda belajar lebih banyak tentang diri anda dengan merasakan situasi-situasi baru dan bertemu dengan orang-orang baru.

DOMINAN DAUN :
Bila anda menggambar pohon dengan dominan daun (bagian daun lebih dominan dari bagian lainnya), maka Anda adalah pemikir yang dalam. Studi-studi menunjukkan daun melabangkan pemikiran. Orang-orang yang menggambar daun adalah orang yang selalu memikirkan apa saja. Selain membuat anda suka merenung dan introspeksi, sifat ini juga membuat anda mengambil keputusan dengan hati-hati. Karena anda cenderung melihat manfaat dari semua masalah.

DAUN TIDAK DOMINAN :
Bila anda menggambar pohon dengan tidak terlalu dominan daun (bagian daun tidak terlalu dan atau tidak dominan dari bagian lainnya) maka anda adalah orang yang cenderung memandang dunia ini adalah hitam dan putih. Kurangnya daun berarti anda tidak mudah tergoyahkan dengan banyaknya warna abu-abu dari suatu masalah. Anda tidak membuang waktu memusingkan solusi dari sebuah masalah. Anda memilih sevuah rencana aksi dan bergerak ke depan.

OK, mungkin itulah sedikit ulasan saya mengenai psikotes yang menggambar pohon. Intinya menggambar pohon bukan menyatakan bahwa anda pandai menggambar bahwa akan baik nilainya, namun lebih kepada penyesuaian karakter saja, yang mana lebih mendekati karakter anda. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Sampai jumpa pada tulisan-tulisan berikutnya.

Referensi :
Kusuma, A. Dan Punjabi E. (2014). Bank Soal dan Strategi TPA Pascasarjana. (e-book). Solo : Genda Smart Publisher
Rinaldi, R. (2018, 15 Mei). Inilah Arti Gambar Pohon dalam Psikotes. (Online). Diakses dari https://www.slideshare.net/Ariiswantochelaluzetia/inilah-arti-gambar-pohon-dalam-psikotes-ari-iswanto?from_action=save
Tim Sentra Loker. (2013). Taklukan Soal-Soal Psikotest Bank-BUMN. (e-book). http://sentraloker.com

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogroll

Silahkan memberikan komentar/kritik/saran/ucapan terimakasih untuk kebaikan web ini. Terima Kasih!!!