Pages

Blogger templates

Follow Instagram penulis : @bayupradikto // Imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan (Einstein) // Kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk generasi muda, tapi kita dapat membangun generasi muda untuk masa depan (F.D. Roosevelt) // Apa guna kita memiliki sekian ratus ribu alumni sekolah yang cerdas, tetapi massa rakyat dibiarkan bodoh. Segeralah kaum sekolah itu pasti akan menjadi penjajah rakyat dengan modal kepintaran mereka (Paulo Freire).
Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 28 Maret 2020

BOCORAN SKB DOSEN CPNS (DARI PENGALAMAN PRIBADI)

Selamat malam semua....
Kali ini saya baru sempat menulis di blog ini untuk pertama kalinya ditahun 2020. Bukan karena engga ada konten sih, cuma lagi banyak kegiatan aja, baik itu kegiatan kampus, kegiatan latsar (dulu namanya prajabatan).

Seperti judul di atas, pada kesempatan ini saya akan coba mambagikan sedikit pengalaman saya selama mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Dosen CPNS yang dulu tahun 2018 saya ikuti. Nanti saya juga akan share dari beberapa pengalaman teman-teman saya selama mengikuti SKB di kampus mereka masing-masing (terutama teman-teman yang lulus CPNS dosen tahun 2018 lalu).

Bagi anda yang membaca tulisan ini, perlu saya tekankan bahwa bisa jadi nanti SKB Dosen yang akan teman-teman ikuti belum tentu sama dengan apa yang saya dan teman-teman saya alami di penerimaan CPNS tahun 2018 lalu.

Pasti teman-teman telah mengikuti SKD (Seleksi Kompetensi Dasar), saya ucapakan selamat bagi yang berhasil lolos ke tahap berikutnya (SKB). Bagi teman-teman yang belum berhasil lolos, jangan berkecil hati atau berputus asa, bisa coba lagi di tahun-tahun berikutnya atau menekuni pekerjaan sebelumnya atau pekerjaan baru.

LANGSUNG SAJA .....

Pada saat SKB CPNS Dosen, kewenangan penyelenggaraan SKB di kembalikan kepada Instansi pengguna yaitu kampus masing-masing yang kita lamar. Tentunya dengan mengacu kepada aturan yang berlaku. Dalam pelaksanaan SKB, ada empat tahap yang harus teman-teman lalui. keempat tahap ini bisa dilaksanakan selama 2 hari sampai 3 hari (tergantung kebijakan kampusnya). Berikut tahapannya :
  1. Tes Substansi, peserta diminta mengerjakan soal sesuai dengan jurusan/program studi yang dilamar. Misalnya jurusan/Prodi PAUD, maka soal-soal akan berhubungan dengan keguruan, dosen dan PAUD. Bila jurusan Bahasa Indonesia, ya soal-soal akan berhubungan dengan keguruan, dosen dan bahasa.
  2. Tes kemampuan mengajar/Microteaching, peserta akan diminta praktik mengajar di depan mahasiswa langsung (beberapa praktik mengajar tanpa ada mahasiswa)
  3. Wawancara, peserta akan diwawancarai oleh dosen senior/dosen psikologi terkait dengan keseriusan dan komitmen tentang pekerjaan ini.
  4. Tes Kesehatan, peserta diminta mengumpulkan surat keterangan sehat dari RS/Faskes kesehatan.
Tentunya pada setiap tahapan SKB CPNS Dosen memiliki tingkat kesulitan, suasana, dan trik/tips pemecahannya masing-masing. Berdasarkan pengalaman, maka saya akan membagikannya kepada pembaca sekalian setiap tahapan dalam SKB CPNS Dosen berdasarkan tingkat kesulitan, suasana, dan trik/tips pemecahannya masing-masing:

TES SUBSTANSI

Tes ini diadakan dihari pertama SKB, kita diminta mengerjakan soal-soal yang berhubungan dengan pekerjaan/bidang yang kita lamar. Kalau anda jurusan Pendidikan Biologi, maka yang akan dibahas adalah seputaran peraturan guru dan dosen, pegagogi, keguruan, dan bidang biologi. Begitupun jurusan lainnya, misalnya Akuntansi ya kurang lebih yg akan dibahas mengenai peraturan ttg ASN (Dosen), bidang ekonomi, akuntansi. Kata kuncinya adalah bidang jurusan/program studi dan jenis pekerjaan yg kita lamar yaitu Dosen.
Tes ini diadakan tertulis, namun bisa jadi berkembang menjadi CAT juga. Soal yang perlu dikerjakan sekitar 100 soal dalam waktu 120 menit (jumlah soal tergantung kampus dan jurusan masing-masing).

TES KEMAMPUAN MENGAJAR/ MICRO TEACHING

dok. Pribadi (foto hanya pemanis)
Pada bagian ini, teman-teman akan diminta mengajar atau praktek langsung mengajar. Biasanya tes ini dilaksanakan di hari kedua (setelah tes substansi). Pada tes ini, memang pengalaman mengajar akan banyak membantu teman-teman sekalian. Misalnya teman-teman pernah mengajar di kampus swasta, atau sekolah menengah, maka ini adalah kelebihan yg teman-teman miliki. Karena akan berbeda dengan Fresh Graduate yg belum memiliki pengalaman mengajar. Bila anda tidak memiliki pengalaman mengajar, ya paling tidak anda memiliki pengalaman bersosialisasi di masyarakat, atau penyuluhan, kerja tim juga dapat membantu. Intinya pengalaman berbicara di depan orang banyak.
Tes ini memang membutuhkan kemampuan khusus dan persiapan yang matang. Karena bila salah-salah kita akan grogi dan salahtingkah bahkan kehabisan kata-kata. Ada beberapa tips yang dapat dilakukan dalam tes ini:
  1. Cari tahu kurikulum di Program Studi/Jurusan yang kita lamar, pilih salah satu mata kuliah yang akan kita jadikan mata kuliah yg kita akan microteaching-kan. Usahakan mata kuliah semester atas, misalnya semester 5 atau 7. Usahakan mata kuliah khusus program studi bukan mata kuliah umum (misalnya Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia), atau mata kuliah fakultas (Pengantar pendidikan, Pedagogi).
  2. Buatlah Rencana Pelaksanaan Perkuliahan (RPP) untuk mata kuliah yang akan di microteaching-kan. Jangan ada beda antara RPP dengan yang kita akan praktikkan. Misal di RPP dibuat menggunakan ceramah.. ya Praktik mengajarnya ceramah, kalau medianya powerpoint, ya kita gunakan powerpoint.
  3. Pilihlah materi pada matakuliah di pertemuan ke-2, 3, 4 dan seterusnya. Jangan pilih pokok bahasan dipertemuan pertama, karena biasanya materi dipertemuan pertama hanyalah pengantar mata kuliah, bukan pendalaman materi.
  4. Printlah RPP dan Powerpoint yang akan kita gunakan. Walaupun anda tidak menggunakan powerpoint, print saja sebagai bukti bahwa anda sudah ada persiapan dalam mengajar.
  5. Usahakan gunakan media pembelajaran yg terbaru dan memperlihatkan kesiapan anda sangat maksimal. Misalnya menggunakan karton sebagai alat peraga, atau benda-benda lain, sehingga visualnya terlihat (Selain powerpoint). Usahakan berbeda dengan peserta tes yg lain dan sesuai dengan pokok bahasan.
  6. Perkirakan waktu anda untuk Micro teaching. Pengalaman penulis, waktu yang dibutuhkan untuk kita tampil sekitar 15-20 menit. Setelahnya sesi tanya jawab dengan tim penguji atau mahasiswa.
  7. Perhatikan, di beberapa kampus ada yg menggunakan adanya audiens (mahasiswa) dan ada yg tidak menggunakan audiens (tidak ada mahasiswanya). Bila mengajar dengan ada mahasiswanya, ajak mahasiswanya berinteksi juga misalnya dengan sesekali melontarkan pertanyaan yg membutuhkan jawaban singkat.
  8. Bila anda memiliki kemamuan berbahasa Inggris yang baik, maka gunakanlah bahasa Inggris dalam micro teaching. Itu akan menjadi nilai plus anda. Bila anda memiliki bahasa Inggris yang pas-pas an, gunakanlah pada moment yang tepat. Misalnya menjelaskan definisi ahli luar dengan bahasa Inggris, kemudian dijabarkan dengan Bahasa Indonesia.
  9. Yang juga perlu menjadi perhatian, beberapa kasus teman-teman CPNS angkatan penulis. Ada juga yang materi untuk micro techingnya ditentukan oleh kampus, bahkan diberitahu hanya sehari belum pelaksanaan micro teaching. Maka teman-teman memang harus mengandalkan pengalaman dan persiapan yang singkat dalam membuat bahan-bahan, media dan hal-hal yang diperlukan.
  10. Berpenampilanlah rapi dan sopan, karena yang akan menguji kita adalah para guru besar atau dosen senior jurusan/Program studi (lektor kepala). Jangan pernah menganggap diri kita paling jagoan dan paling tahu di depan tim penguji, khususnya saat mereka bertanya. Jawablah sesuai dengan kemampuan kita dan porsi kita. Bila dirasa ada komentar yang kurang menurut tim penguji, akui dan jadikan itu pelajaran untuk perbaikan kedepannya, tidak usah diajak berdebat kusir. Saat praktik, usahakan jangan terlalu dominan sehingga audiens/ mahasiswa menjadi bosan/pasif. Ajaklah mereka aktif dalam praktik kita, karena sejatinya bukanlah mencari siapa yang paling jagoan dan paling merasa pintar, tetapi adalah yang mampu membankitkan semangat belajar mahasiswa dan mau terus belajar memperbaiki kualitas diri.

TES WAWANCARA

Tes wawancara biasanya dilakukan sehari setelah micro teaching atau pada hari yang bersamaan dengan micro teaching. Tergantung kampus masing-masing. Tes wawancara biasanya akan dilakukan oleh Psikolog/Dosen Psikologi dan Guru besar atau dosen senior (minimal lektor kepala).
Ada beberapa tips yang dapat dilakukan dalam tahapan wawancara :
  1. Siapkan CV kita, buatlah semenarik mungkin dan sedetail mungkin. Bila kampus memiliki Format tersendiri, maka ikuti format tersebut.
  2. Berlatihlah wawancara sebelum tahap ini berlangsung. Misalnya dengan berlatih didepan kaca, atau dengan bantuan orang lain sebagai pewawancara.
  3. Pertanyaan wawancara seputaran : (1) Meminta kita mempromosikan diri kita, seputaran CV, pengalaman kerja, pengalaman mengajar, publikasi, aktivitas akademik dan lainnya. (2) Apa yang akan kita lakukan kedepannya seandainya diterima di kampus tersebut, 5 tahun, 10 tahun dan seterusnya. menjawab pertanyaan semacam ini, sebaiknya anda cari tahu tentang kampus tersebut, visi misi kampus, visi misi fakultas, visi misi program studi karena jawaban anda harus juga singkron dengan visi misi tersebut. (3) Berbicaralah dengan suara yang tegas dan terdengar oleh pewawancara, bersikap tenang, jangan kaku dan gugup, dan jangan berbohong. (4) Sampaikan juga keinginan anda untuk melanjutkan studi, bila masih magister untuk memajukan kualitas kampus.(5) Bila anda memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik gunakan lah bahasa Inggris dalam sesi ini, karena akan menjadi nilai lebih anda. Namun bila bahasa Inggris anda pas-pasan, bisa anda gunakan saat memperkenalkan diri atau mempromosikan diri saja dan bagian-bagain yang bisa anda jawab dengan bahasa Inggris.
  4. Bersikalah sopan santun, saat masuk ruangan ucapkan salam dan salim dengan tim pewawancara. Begitupun setelah meninggalkan ruangan.
  5. Bila anda tertarik mencari buku-buku tentang wawancara, maka itu menjadi persiapan yang bagus juga. Ingat tahapan ini juga sangat penting, karena biasanya kemampuan berbicara, kejujuran, motivasi dan kesungguhan kita akan terlihat ditahap ini.

TES KESEHATAN

Pada tes ini, kita diminta mengumpulkan surat keterangan sehat dari Rumah Sakit/Faskes Pemerintah. Biasanya kalau tidak ada penyakit yang berarti, atau yang dapat menggantu tugas sebagai dosen, biasanya pihak RS/Faskes akan memberikan keterangan yang sehat. Bila anda dinyatakan sehat, maka anda akan mendapat poin maksimal.
Bila anda jarang berolahraga, mulai berolahragalah yang baik, makan yang teratur, istirahat yang cukup. Pastikan penampilan anda maksimal, karena walaupun dalam surat keterangan dibuat sehat, tetapi anda terlihat pucat, lesu, bahkan sakit maka akan menjadi perhatian para penguji dan pewawancara.


Mungkin itu saja sedikit ulasan saya terkait pengalaman saya mengikuti CPNS Dosen di tahun 2018. Bisa jadi metode dan cara yang kalian terima untuk test SKB CPNS Dosen di tahun-tahun berikutnya bisa berubah. Intinya adalah persiapkanlah diri anda dengan maksimal, selebihnya serahkan kepada Allah SWT. Berdoa maksimal, usahaka maksimal.

Semoga sukses, sampai bertemu lagi ditulisan-tulisan selanjutnya.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogroll

Silahkan memberikan komentar/kritik/saran/ucapan terimakasih untuk kebaikan web ini. Terima Kasih!!!